tambahan:
konon si Greg dipecat karena berselisih vs Modestus.

http://www.suaramerdeka.com/harian/0603/13/nas01.htm

  Senin, 13 Maret 2006
NASIONAL [image: Line]   Persijap-PSIS Rusuh

   - Lima Orang Masuk Rumah Sakit


*DIGOTONG REKANNYA: *Seorang pendukung PSIS Semarang yang pingsan digotong
rekannya, setelah terjadi keributan antara pendukung Persijap dan PSIS dalam
pertandingan Liga Djarum Indonesia di Stadion Kamal Djunaidi, Jepara, Minggu
(12/3). Foto-foto lainnya di hlm 16.(30)

*JEPARA*- Kerusuhan terjadi di Stadion Kamal Djunaidi Jepara, Minggu (12/3)
sore kemarin, saat *derby *Jateng antara Persijap Jepara melawan PSIS
Semarang dalam lanjutan Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2006. Kejadian itu
mengakibatkan lima orang suporter asal Semarang dilarikan ke rumah sakit,
akibat terinjak-injak rekan-rekannya sendiri.

Selain itu, para suporter Persijap maupun PSIS juga banyak yang mengalami
luka akibat lemparan. Namun mereka tak sampai masuk rumah sakit.

Kerusuhan itu merupakan yang kali ketiga dalam lima tahun terakhir di
stadion bekas asrama tentara pada masa penjajahan Jepang. Lima korban asal
Semarang yang dilarikan ke rumah sakit itu adalah Wahyu Sutejo (24) warga
Tlogosari yang mengalami dislokasi sendi pada bahu kanan dan Eko Haryono
(20) warga Tegalsari yang mengalami patah tulang lengan kanan dan harus
dioperasi.

Sedangkan tiga korban lainnya mengalami sesak nafas. Mereka adalah Rudi (25)
warga Lemah Gempal, Mujiyono (35) warga Penggaron, dan M Taufik (15) warga
Jl Pethek Kampung Geni Besar No 728.

Dua orang petugas dari Polres Jepara, Tono dan Mukhlisin, mengalami luka
akibat lemparan batu. Tono mengalami luka ringan di kepala, sedangkan
Mukhlisin pada pipinya.

Tanda-tanda suasana memanas terjadi di tribune selatan pada babak kedua
akibat suporter kedua tim saling ejek.

Insiden kerusuhan benar-benar terjadi pada menit ke-65. Bermula dari striker
Persijap, Junior Lima, yang menusuk daerah pertahanan PSIS, namun berhasil
digagalkan oleh Zoubairou.

Lima, striker asal Brasil yang mencetak satu-satunya gol Persijap di
pertandingan tersebut, tergelincir hingga di pagar dekat suporter PSIS di
sebelah kiri gawang I Komang Putra.

Beberapa botol minuman mineral dilemparkan ke arah Lima. Aksi itu memicu
terjadinya saling lempar antarsuporter.

Petugas keamanan dan para koordinator suporter kedua tim tak kuasa
membendung aksi saling lempar yang terus meluas itu. Para penonton berusaha
menyelamatkan diri. Namun situasi tak memungkinkan karena stadion telah
penuh.

*Kewalahan*

**Banyak yang mencoba melompat pagar pembatas untuk menyelamatkan diri ke
tengah stadion. Kejadian itu menyebabkan pagar pembatas sepanjang lebih dari
10 meter roboh. Ribuan dari mereka terjebak dan terinjak-injak. Wasit Jimmy
Napitupulu langsung menghentikan pertandingan.

Insiden terus berlanjut hingga meluas ke tribune barat dan tribune timur.
Petugas yang jumlahnya mencapai 300 orang kewalahan mencegah aksi saling
lempar itu. Namun di tribune timur dan barat tak seburuk di tribune selatan
yang dihuni para pendukung PSIS. Kerusuhan nyaris bertambah parah andai
petugas tak sigap mencegahnya, karena pagar pembatas di tribune timur di
beberapa titik telah roboh diterjang pendukung Persijap yang ingin lari ke
arah suporter Semarang yang diamankan petugas di tengah lapangan.

Kerusuhan baru mereda sekitar 25 menit kemudian. Wasit Jimmy Napitupulu pun
melanjutkan pertandingan di waktu sisa, dan kedudukan berakhir dengan skor
imbang 1-1.

Usai pertandingan, kerusuhan berlanjut. Puluhan suporter dari Semarang
memecah dua kaca jendela RSUD RA Kartini di Jl Wahid Hasim. Pecahan botol
juga berserakan di dekat pintu masuk rumah sakit dalam insiden singkat itu.

Meski dikawal petugas dan kelompok pendukung Persijap, para suporter dari
Semarang yang kebanyakan menggunakan bus itu juga terlibat aksi saling
lempar di pertigaan Gotri Kecamatan Kalinyamatan, sekitar 30 km arah selatan
stadion. Kejadian tersebut menyebabkan kaca-kaca bus yang ditumpangi
suporter Semarang pecah dan berserakan di jalan. Sekitar pukul 20.00 WIB,
aksi saling lempar berakhir, karena suporter Semarang telah meninggalkan
Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Drs Muhammad Nur SH mengatakan pihaknya telah berusaha
maksimal untuk mencegah kerusuhan dengan menjemput para suporter dari
Semarang di perbatasan Demak-Jepara. Aparat Kepolisian juga mengawal para
suporter ''Mahesa Jenar'' sampai perbatasan Jepara-Demak saat pulang.

Hingga berita ini diturunkan (pukul 23.00 WIB), belum diketahui kemungkinan
jatuhnya korban dalam kerusuhan di sepanjang jalan itu. Ketika dikonfirmasi,
Kasatlantas Polres Jepara Iptu Alvian Nurrizal mengatakan, ''Kami belum
mengetahui secara pasti.''

Dalam *sweeping* sebelum pertandingan, petugas menemukan sebilah pisau dari
suporter PSIS, dan menemukan batu dari dalam tas salah seorang suporter
Persijap. (H15,kar,H15-22)


[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke