Round 2 - 19/03/2006 MALAYSIA, SEPANG
Circuit length: 5,543 km
Race distance: 56 laps (310,408 km)
Qualifying: 13.00 WIB --- live Global/Star Sports
Start: 14.00 WIB (15.00 local time) --- live Global/Star Sports

Apa yg membekas dari Sakhir? 
Alonso a worthy-2005-champion, Schumi revival, Kimi the diamond, Nico si 
flamboyan? Semuanya benar. Yg blm terlihat adalah killing-punch dari tim yg 
selama ini dianggap bakal meramaikan persaingan, Honda.

Banyak kasus menarik dari balapan hot di Sakhir dan menatap seri berikut di 
Sepang, tapi saya akan mengawalinya dari kualifikasi.

MISTERI KUALIFIKASI
Kualifikasi model baru mendapat acungan jempol dari banyak pihak. Yang unik, 
pembalap dan tim merasa mereka jadi korban, karena harus bekerja ekstra keras 
utk memanfaatkan waktu yg tersedia dan amat terbatas itu. Mereka rela penonton 
terhibur, walau mereka nyaris tak beristirahat sama sekali sejak menit pertama 
kualifikasi.
Tim dan pembalap memang tak boleh sedikit pun memalingkan perhatian pada timing 
yg diberikan FIA. Begitu countdown 15:00, 14:59, 14:58 terlihat pada Sesi 1, 
sejak itu pula mereka sudah disibukkan utk melihat semua kejadian di monitor. 
Mobil keluar silih berganti. Ketika mereka masuk ke pit pun kita masih berharap 
siapa tahu dia kembali lagi ke trek. 

Bagi saya ada beberapa misteri yg tersisa dari sistem kualifikasi ini. Ini 
berdasarkan kejadian di Sakhir. Yg pertama adalah soal kecelakaan atau drama yg 
dialami pembalap dan berdampak pada pembalap lain. Di Sakhir, Kimi apes dan out 
seketika. Ketika sesi dihentikan, waktu menyisakan 4 menit sekian. Waktu 
tersebut masih cukup bagi pembalap utk membuat out-lap dan flying-lap begitu 
trek dinyatakan clear lagi. 

Bagaimana seandainya sesi dihentikan dan waktu tersisa menunjukkan 1:20 (1 
menit 20 detik), padahal satu lap di Sakhir sekitar 1:31? Regulasi terbaru 
menyatakan ketika Sesi 1 dan 2 kualifikasi selesai, di saat itu pula tak boleh 
ada satu pun pembalap melakukan flying-lap. Kecuali dia akan melakukan in-lap 
(satu lap kembali ke pit). Anggap Button sudah melakukan separuh jalan 
flying-lapnya saat timing 1:20 itu. Kalau normal, lap time Button tetap 
dihitung karena ia mungkin akan selesai melakukan flying-lap ketika timing 
menunjukkan 0:40 atau 0:30 dan ia tinggal melakukan in-lap. Kalau tiba2 Sesi 1 
dihentikan dgn tanda red flag, berarti Button harus mereduksi kecepatannya utk 
kembali ke pit dan tentu lap time Button saat sdh separuh jalan flying-lap itu 
jadi mubazir. Dgn demikian, dia mesti mengulang flying-lapnya dari awal begitu 
trek dinyatakan clear. Tapi, ini yg jadi nightmare, mana cukup waktu 1:20 itu? 
Jangankan utk melakukan out-lap dan flying-lap, utk out-lap pada kecepatan 
maksimal saja tak cukup wong normalnya 1:31 kok. Berarti, Button akan jadi 
korban dan out seketika karena tak bisa membuat lap time proporsional utk lolos 
ke Sesi 2? Think of it.

Utk menghindari hal2 yg kayak gini, kayaknya akan banyak pembalap top keluar di 
menit2 awal Sesi 1 kualifikasi Sepang. Toh kans mereka utk lolos 80%, walau 
menggunakan ban bekas sekalipun karena bahan bakar di mobil sudah disetel utk 
low fuel. 

Misteri kedua adlh apa yg menimpa Schumi. Dia menempati pole dgn 1:31,431. 
Setelah itu dia melakukan in-lap kembali ke pit dgn amat pelan karena utk save 
engine dan bahan bakar, selain ada traffic. Tapi, saking pelannya, in-lap yg 
dilakukan Schumi melebihi 110% dari 1:31,431 itu (atau melebihi 1:40,574). 
Regulasi menyatakan semua lap yg dibuat pembalap tanpa kecuali haruslah di 
bawah 110% dari lap time tercepat (dlm hal ini 1:31,431). Ironisnya, justru 
Schumi sendiri yg menjadi korban waktu tercepat yg ia buat. Gara2 itu, in-lap 
Schumi tdk dihitung oleh FIA sebagai satu lap, dgn buntutnya tak dpt tambahan 
bahan bakar. 

Resminya Schumi melahap 12 lap pada Sesi 3 di Sakhir, tapi dia mendapat ganti 
bahan bakar hanya utk 11 lap. FIA merumuskan bahan bakar 1 lap di Sakhir 
sebanyak 2,75 kg. Pengaliannya ada yg dibulatkan.
Ini dia daftar penggantian itu:
Michael Schumacher (11 lap) 30,5 kg
Felipe Massa (12) 33 
Jenson Button (13) 36
Fernando Alonso (14) 38,5
Juan Pablo Montoya (10) 27,5
Rubens Barrichello (12) 33
Mark Webber (12) 33
Christian Klien (13) 36
Giancarlo Fisichella (14) 38,5
Nick Heidfeld (12) 33
Ternyata ketika lomba pengurangan jatah bahan bakar sebanyak 2,75 kg utk 1 lap 
ini berpengaruh. Schumi melakukan pit stop 1 di lap 15 (dari seharusnya 16). 
Schumi memang bisa mengatur ulang saat pit stop 1 ini utk kapan masuk pit stop 
2. Tapi, pengaturan itu pasti amat terganggu karena 1 lap yg hilang itu 
semestinya bisa jadi keuntungan utk memperlebar jarak dgn Alonso sebelum pit 
stop 1. Kubu Renault mengakui mereka mendapat durian runtuh dari kasus Schumi 
ini dan kekalahan Schumi dipengaruhi oleh 1 lap vital tersebut.

Misteri ketiga yg sdh terbuka adalah, ternyata kecepatan mobil saat kualifikasi 
Sesi 3 sudah mencerminkan performa sesungguhnya, paling tdk kalau Sakhir jadi 
acuan. Fuel tdk lagi terlalu berpengaruh. Rinciannya kayak gini. Anggap Alonso 
mengisi bahan bakar utk Sesi 3 sebanyak 60 kg dan Schumi 50 kg. Perbedaan 10 kg 
ini kira2 bisa membedakan pembalap masuk pit selama selang 3 lap. Tapi, 60 kg 
bahan bakar yg dibawa Alonso itu bisa dihabiskan dgn berputar2 di trek selama 
10-15 menit awal Sesi 3 sehingga misalnya tinggal 10 kg. Begitu juga dgn 
Schumi. Dari 50 kg bahan bakar itu bisa tersisa hanya sekitar 10 kg lagi di 5 
menit tersisa. Jadi, pada 5 menit terakhir Sesi 3 bahan bakar di mobil bisa 
sama utk sebagian besar pembalap. Mereka lalu masuk ke pit utk ganti ban baru. 
Dgn bahan bakar tipis dan ban baru, di situlah lap time maksimal bisa tercipta. 
Dan itu yg terjadi di Sakhir. Setelah itu fuel diisi kembali sesuai lap yg 
ditempuh pembalap. Barulah jumlah fuel itu yg menentukan di lap berapa dia akan 
melakukan pit stop 1.

SEPANG
taken from V10 engines....
Fuel effect: 0,44 scd/10 kg
Fuel consumption: 3,3 kg/lap
Tyre usage: 5 out of 5
Brake wear: 4 out of 5
Grip level: 2 out of 4
Downforce level: 4 out of 5
Full Throttle (%): 57%
Lap record: J.P. Montoya 1:34,223 (2004)
Aspal mulus Sepang pasti akan menghabiskan ban dan itu mempengaruhi strategi 
lomba. Dgn diizinkannya kembali penggantian ban saat pit stop, mestinya ban 
soft akan menguntungkan. Ban ini akan membawa pembalap melakukan tiga stop dgn 
mengisi sedikit bahan bakar utk pit stop awal. Namun, dgn fakta ban akan cepat 
habis di trek bersuhu tinggi dan lembab, seberapa efektif penggunaan ban soft? 
Medium mungkin jadi jalan tengah, dalam artian menggiring utk penggunaan dua 
stop. Toh saat kualifikasi bahan bakar yg banyak diisi bisa dihabiskan dulu 
sehingga benar2 tipis di tangki. 
Dgn selang seminggu, nyaris tak ada wkt bagi pembalap utk mempersiapkan fisik 
sebaik tahun2 sebelumnya. Bila dulu ada yg melancong ke Langkawi, Phuket, atau 
bahkan Bali utk beradaptasi di udara tropis, sekarang nyaris tidak bisa. Dari 
Bahrain langsung ke Malaysia, terserah di mana dia mau relaks sambil menggenjot 
fisik di sela mepetnya waktu ini. Pembalap dipastikan minum jauh lebih banyak 
saat lomba, karena cairan di tubuh mereka akan berkurang sekitar 4 liter selama 
lomba. Dengan minum banyak, konsekuensinya buang air kecil pun jadi banyak. Dan 
itu pasti dilakukan saat itu juga, di mobil tentunya. Tugas teramat "mulia" 
bagi yg dapat jatah ngebersihin mobil pasca-lomba!

ENGINE NIGHTMARE
Back-to-back races biasa dilakukan. Yg luar biasa adlh back-to-back di udara 
tropis, plus seri kedua lebih ekstrem dari seri pertama. Sepang secara historis 
memang lebih kejam dari Bahrain utk banyak komponen penting di mobil, terutama 
mesin. Mesin V8 memang membutuhkan sistem pendinginan tak sehebat mesin V10. 
Lubang udara dan radiator bisa lebih kecil. Tapi, yg namanya balapan di Sepang 
tetap saja harus punya ekstra "kipas angin". Biasanya bodi mobil dibuat lubang, 
tapi kebanyakan lubang malah akan mengganggu aerodinamika.
Tambahan lagi, mesin yg dipakai di Sepang haruslah mesin yg sama yg dipakai di 
Sakhir. Kalau pakai mesin baru, spt yg akan dialami oleh Massa, DC, Villeneuve, 
Ide, dan mgkn ada yg menyusul, posisi start harus mundur 10 titik. Mungkin 
hanya Ide yg gak perlu mundur karena dia kemungkinan besar di urutan 22 kalau 
hasil kualifikasi normal. Bahkan dia akan ada di pole position, bila balapan 
dilakukan sambil mundur...
Tak mengherankan bila engine failure akan lebih banyak terjadi di Sepang 
ketimban di Sakhir. Bila dulu Sepang menjadi seri kedua, tapi itu setelah GP 
Aussie yg sejuk di bulan Maret. Kali ini mesin sudah dipakai habis2an di Sakhir 
utk kemudian digeber maksimal lagi. Jangan terkejut bila di antara Alonso, 
Schumi, Button, atau Kimi ada yg ngebul akhir pekan ini.

IF I WERE ROSS BRAWN
Ferrari yg biasanya jeli menggali potensi menang lewat pit stop, di Sakhir saya 
pikir agak "kurang jeli". Mungkin saya salah. Fakta memperlihatkan sebelum 
Alonso melakukan pit stop 2-nya di lap 39, Felipe Massa persis ada di depannya. 
Bila Alonso tdk melakukan pit stop, mungkin Massa si backmarker akan dioverlap 
karena jarak mereka dekat, tak lebih dari 1 detik. Dgn Massa yg nothing to lose 
dan si Brasil ini sudah di depan Alonso sejak awal lap 39, bukankah Massa bisa 
dipaksa masuk pit utk "memperlambat" laju Alonso? Caranya, ya Massa masuk pit 
di depan Alonso dan "menahan" dia. Lagipula, posisi garasi tim Renault di dekat 
pit entry dan Ferrari dua posisi setelahnya. Jadi, ada celah bagi Massa utk 
"menghalangi" Alonso baik selama "pit stop" maupun setelah selesai.Massa memang 
baru masuk pit di lap 32, tapi apa salahnya dia digiring sebentar utk "pura2" 
mengecek ban, atau bahkan ganti aja satu pasang ban sekalian. Apalagi di pit 
stop 1-nya, Massa mengalami kendala pada ban kanan belakang. Pas kan kalau 
dianggap itu utk mengecek kondisi terakhir ban tersebut? Tentu, "pit stop" 
Massa harus lebih pendek dari Alonso, sehingga pas keluar Massa tetap di depan 
Alonso. Massa gak boleh menahan lama laju Alonso secara sengaja, karena itu 
sudah dilarang FIA. Tapi, dijamin, Renault pasti kaget kalau saat itu Massa 
berbarengan masuk pit dgn Alonso. Secara psikologis itu pasti mempengaruhi 
ritme lomba Alonso. Dan saya jamin, ketika keluar pit, Alonso akan ada di 
belakang Schumi, dipisah oleh Massa. Ah untung saya bukan Ross Brawn, otak di 
balik taktik brilian Ferrari selama ini. Ferrari tetap kalah secara fair dan 
kalau menang pun akan fair pula. 

Mengenai sayap belakang Ferrari yg fleksibel dan dikeluhkan tim-2 lain saya 
pikir ini lagu lama yg keluar lagi. Kalau benar itu fleksibel, yg "buka-tutup" 
sesuai keperluan di trek, jelas dilarang.

TYRE WAR
Michelin (Renault, McLaren, Honda, Red Bull, BMW, Toro Rosso)
Bridgestone (Ferrari, Toyota, Williams, Midland, Super Aguri)
Di Pre-Sakhir saya memprediksi akan terjalin cinta yg erat antara Ferrari dan 
Williams. Kalau melihat hasil GP Bahrain, di mana Bridgestone menguasai slot 1, 
2, dan 4, di mana 1 (Rosberg) dan 4 (Webber) adalah mobil2 Williams dan 2 
Schumi, bibit cinta itu sudah disemai sejak seri perdana. Apalagi satu tim 
andalan lain, Toyota, benar2 kedodoran dan dlm waktu dekat blm bisa diandalkan. 
Saya jamin, Ferrari tak akan malu2 mendapat nasihat dari Williams di Sepang 
mengingat Alex Wurz akan habis2an di hari Jumat tanpa takut ada penalti apa 
pun. Akan masuk akal ini terjadi karena tim2 lain yg gak punya pembalap ekstra 
di free practice Jumat akan menghemat penggunaan mesin sebesar2nya. Maklum dua 
race back-to-back ini tergolong luar biasa, karena dari tropis ke tropis.
Kalau Bridgestone punya Williams, Michelin punya Honda. Anthony Davidson bakal 
jadi tumbal di hari Jumat. Saya sendiri akan mengamati serius duel Wurz vs 
Davidson ini. Mereka sama2 test/reserve driver berpengalaman. Jadi, 
menyepelekan tugas mereka di hari Jumat adalah sebuah kesalahan besar. Yang 
membuat Michelin percaya diri menatap Sepang adalah ban jenis apa pun yg mereka 
pakai bakal kompetitif. Renault heran kenapa ban yg dipakai Kimi di Sakhir bisa 
awet utk membuat lap time kompetitif. Padahal, ban itu sama persis dgn apa yg 
digunakan Alonso. Ini berarti terjadi fleksibilitas ban berkompon medium/hard 
Michelin. Dipakai kencang utk sprint bisa, diajak long run juga oke.
Penggunaan ban di Sepang akan tinggi. Saya prediksi akan ada tiga stop di 
sirkuit ini. Walau regulasi kualifikasi sekrg bisa saja melahirkan hanya dua 
stop, spt saya ulas di atas.

TEAM BY TEAM
RENAULT
1 Alonso
2 Fisichella
Tetap solid, tapi tak bisa berpangku tangan. Tepuk tangan jelas boleh, terutama 
sehabis ngelap debu2 yg nempel di mobil selepas dipakai free practice. 
Renault sudah minta maaf kepada Fisichella atas kejadian di Sakhir. Mereka 
berjanji takkan ada masalah hidrolis lagi. Tak ada yg meragukan dedikasi 
Fisichella utk tampil habis2an. Namun takdir sepertinya memang membuat dia 
dijauhi Dewi Fortuna, gak pake anwar, semenjak menjadi rekan setim Fernando 
Alonso.
Hasil di Sakhir akan semakin membuat Alonso teruji "kesaktiannya". Sepang 
menjadi lahan pas, terutama bagaimana tetap berpikir dingin di saat suhu sedang 
panas2nya. Alonso dan Renault sadar bahwa kini paling tidak ada tiga mobil 
selevel, dgn dua lagi adalah Ferrari dan McLaren. Hanya kesalahan kecil dari 
lawan, atau sebaliknya kejelian tepat mereka, yg bisa membawa mereka menang. 
Tampaknya Renault memang built around Alonso, selain sang pembalap bisa 
memberikan hasil sepadan di atas trek. Tetap tenang saat ada pembalap di depan 
(Massa) melintir, juga stay cool di saat do-or-die selepas pit stop, dan lalu 
head-to-head utk berebut racing line, menambah nilai jual Alonso di Sakhir.
Ujian terbesar di Sepang memang fisik, karena saya lihat Alonso masih terlalu 
banyak keluar keringat di Sakhir. Bandingkan dgn Kimi yg bajunya basah tapi 
tidak terlalu kuyup, atau Schumi yg bahkan spt tidak keringetan sama sekali 
pertanda dia masih teramat fit.

McLAREN
3 Kimi
4 JPM
Kalau dilihat normal, Kimi jelas istimewa di Sakhir. Dia start dari urutan 22, 
JPM 5. Tapi Kimi finis di posisi 3 dan JPM tetap 5. Jarak mereka saat finis, 
Kimi unggul hampir 20 detik! Bila JPM tanpa trouble tentu kita geleng2 kepala 
buat Kimi. Trouble yg dialami JPM sebenarnya tergolong klise dan bisa jadi ada 
unsur dari dia sendiri, set-up gak enak. Set-up mobil memang dilakukan oleh 
engineer, tapi advice pembalap dibutuhkan. Bagi saya sih sebaiknya Montoya 
mengurangi "partisipasi" Sebastian Montoya (anak) dan Connie (istri) di trek. 
Konsentrasi akan lebih terfokus kalau anak-istri absen. Kimi dan Fernando 
Alonso meniru habis aksi yg dilakukan Schumi, di mana Corinna amat jarang ke 
trek, apalagi dua anak Schumi, Gina Maria dan Mick. Istri Kimi, Jenni Dahlmann, 
sdh amat jarang dtg ke sirkuit, begitu juga dgn pacar Alonso terbaru, Raquel 
del Rosario, yg gak pernah menampakkan diri.
Kimi sedang tinggi motivasinya dgn bisa melonjak jauh di Sakhir. Dia tak lagi 
khawatir dgn kecepatan MP4-21. Namun, itu baru separuhnya. Mesin Mercedes tetap 
blm teruji di suhu panas utk dua seri berurutan. Saya pikir hanya kendala mesin 
yg bisa menggagalkan Kimi naik podium lagi di Sepang.

FERRARI
5 Schumi
6 Massa
Jangan lgsg ke hari Minggu, karena mungkin sehari sebelumnya akan ada rekor 
baru dibuat Schumi. Setelah menyamami 65 pole milik Senna, kans utk membuat 66 
terbuka lebar bagi Schumi bersama sasis 248 F1. Satu2nya pembalap yg saya kira 
bisa menggagalkan terciptanya rekor itu adalah Kimi. Tapi, siapa pun itu, sesi 
kualifikasi model baru ini akan menarik terutama di Sesi 3 di mana pembalap 
beramai2 ngabisin bahan bakar utk kemudian membuat lap time bagus. Di Sepang, 
Schumi tetap bakal ganas, seganas di Sakhir walau tidak menang. Dia punya 
segala modal, termasuk bila kemungkinan balapan diguyur hujan. Massa jelas 
butuh ketenangan. Jangan menganggap mobil ini kencang lalu bisa semaunya 
sendiri. Sejak kualifikasi saya lihat Massa masih sering salah mengantisipasi 
titik pengereman dan itu ia ulangi lagi di dua saat vital. Pertama ketika 
posisi lomba masih Schumi-Massa-Alonso. Massa melebar dan ia disusul Alonso. 
Kedua ketika ia secara tiba2 ngerem sambil seolah2 ingin menyusul Alonso. Bagi 
fans Ferrari, kalau sekalian nabrakin Alonso sih mungkin oke punya. Harakiri 
ala Brasil... Massa harus mundur 10 grid di Sepang akibat ada keganjilan di 
mesin mobil yg dipakainya di Sakhir. Mesin baru yg dipakai seblm waktunya 
memang harus membuat si tuan "jalan-2 dulu" 10 grid ke belakang.

TOYOTA
7 Ralf
8 Trulli
No pace at all dan kedua pembalap gak tahu masalahnya di mana. Saya terus 
terang gak nyangka Ralf bakal out di Sesi 1 kualifikasi. Tapi, kata Ralf, ia 
malah sudah mengira karena mobilnya emang udah gak enak sejak free practice. 
Walau Trulli lebih baik dari Ralf di kualifikasi, dia pun amat tidak nyaman dgn 
kondisi Toyota. Rumus di tim ini sama, Trulli unggul di kualifikasi, tapi Ralf 
lebih baik di lomba. Satu2nya nilai positif yg bisa dibawa Toyota adlh mereka 
melakukan 2 taktik berbeda saat lomba, Ralf 3-stop Trulli 2-stop, sehingga 
evaluasi akan bisa dilakukan lebih baik.

WILLIAMS
9 Webber
10 Rosberg
Penampilan Rosberg di Sakhir memang mooy. Karena salah mengantisipasi racing 
line di lap 1 dan ada di posisi terakhir pula setelah masuk pit dadakan, dia 
mampu cool. Dia bahkan tidak mengubah taktik lomba sama sekali, tetap 2 stop 
(menjadi 3 menyusul insiden di lap 1 tadi). Gaya dia menyusul DC asyik dilihat. 
Anak baru lahir lawan pembalap veteran, mesin Cosworth lawan Ferrari. Fastest 
lap adalah puncak dari kehebatan Rosberg yg jadi man of the race di Sakhir. 
Kisah sukses berlanjut di Sepang? Ada faktor penentu, dia blm pernah balapan di 
sini. Beda dgn di Sakhir di mana dia bahkan menang 2 race dan memastikan gelar 
juara GP2-nya tahun lalu. Hebat kalau Rosberg bisa bikin fastest lap lagi di 
Sepang.
Justru rekan setimnya, Mark Webber, yg punya potensi melanjutkan kisah sukses 
itu. Dgn catatan tentu tak ada engine failure yg menimpa Cosworth. Kebetulan, 
sepanjang 69 kali start GP yang dilakukan Webber tak sekalipun dia pernah 
membuat fastest lap. Lagi2 kalau melihat fakta ini, betapa istimewanya seorang 
Nico. 

HONDA
11 Rubens
12 Button
The only team yg dianggap bakal bersinar, tapi belum terlihat killing 
punch-nya. Button emang berkali-kali nyusul JPM, tapi itu dlm kondisi mobil JPM 
lagi gak ngelawan. Buktinya dia gak bisa nyusul Kimi. Dgn data bahwa Honda adlh 
tim yg pernah tes di Sakhir semakin menguatkan sampai saat ini mereka blm punya 
senjata pamungkas utk membunuh lawan. Apalagi Barrichello juga tercecer dan tak 
pernah sekalipun "bicara" sejak free practice. Waktu seminggu gak akan mengubah 
apa pun, jadi saya kira Button dan Barrichello akan struggle utk sekadar 
mendapatkan podium bila Renault-Ferrari-McLaren tak mengalami kendala di Sepang.

RED BULL
14 DC
15 Klien
DC pasti mundur 10 titik karena engine failure di Sakhir, walau ia selamat 
sampai finis. Dia kalah top dari Klien di Sakhir, yang sayangnya Klien sendiri 
gara2 kopling bermasalah harus merelakan posisi ke-7 diambil oleh Nico Rosberg. 
Bersama Red Bull yg blm punya cooling system sehebat Ferrari, jangan2 reputasi 
mesin paling reliable ini ikut2an hancur.

BMW-SAUBER
16 Heidfeld
17 Villeneuve
Sejak bernama Sauber, GP Malaysia selalu jadi home race mereka. Petronas yg 
bikin gara2 itu terjadi. Villeneuve mungkin pakai mesin baru dan harus kena 
penalti akibatnya. Heidfeld yakin bisa improve, seperti tahun lalu start dari 
posisi 10 dan finis ke-3. 

MF1
18 Monteiro
19 Albers
Monteiro, dengan T-car yg bukan diset buat dia, mampu membawa mobilnya hingga 
finis. Sejak tahun lalu, itu memang jadi kelebihan dia. Albers jelas penasaran 
karena dia sama sekali blm melahap 1 lap lomba musim ini akibat as roda-nya 
bermasalah di Sakhir sejak lap 0 alias lomba blm dimulai. Berarti, melewati lap 
1 lomba di Sepang sudah menjadi kemenangan awal baginya.

TORO ROSSO
20 Liuzzi
21 Speed
Terasa nyaman menggunakan V10. Di lintasan lurus mudah sekali mobil ini 
menyalip mobil2 V8 papan tengah dan bawah. Good job dilakukan kedua pembalap yg 
mampu finis walau cuma di urutan 11 dan 13. Kalau posisi ini terus berlanjut, 
poin bisa didapat oleh salah satu di antara mereka dan akan kian membuat iri 
Midland, BMW-Sauber, dan atau kakak kandung, Red Bull. 

SUPER AGURI
22 Takuma-san
23 Yuji-san
Idenya Ide brilian utk membuat show di pitlane. Bila biasanya ada aksi 
"bakar2an" atau kaki mekanik keinjek ban, dia memilih nyelonong terus. Tapi, 
karena kru pit Super Aguri juga baru, ya harap maklumlah. Sato akan meneruskan 
perjuangan membawa mobil Aguri selamat sampai finis, walau saya prediksi di 
Sepang akan berat. Sementara Ide merasa tertolong pernah balapan di Sepang di 
ajang Formula Nippon.

from many sources,
arief k.

[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke