AC Milan sudah mengibarkan bendera putih di pentas Seri A. Peluang untuk
memburu Scudetto musim ini semakin berat setelah Rossoneri kalah 0-1 dari Lecce
pekan lalu. Carlo Ancelotti, pelatih Milan, malah mengakui takhta Seri A sudah
tertutup bagi Andriy Shevchenko dkk.
Terpaut 9 poin, Juventus sulit dikejar dari puncak. Milan hanya tinggal
berharap trofi Liga Champions. Mampukah? Jalan terjal harus dilalui Rossoneri.
Gelar even antarklub Eropa itu tak akan mudah diraih. Sekadar lolos ke
semifinal pun, Milan dipaksa mengerahkan tenaga ekstra.
Sebab, Milan dituntut memetik kemenangan saat menjamu Olympique Lyon pada
second leg di San Siro dini hari nanti. Hasil seri tak akan membantu Rossoneri
bisa ke semifinal menyusul skor tanpa gol pada first leg perempat final lalu.
Duel ini akan disiarkan live RCTI mulai pukul 01.45 WIB.
"Sementara ini, penampilan kami sedang mengalami grafik penurunan. Tapi, kami
siap bangkit menghadapi Lyon di San Siro," kata Ancelotti kepada Channel4. Ya,
Ancelotti harus membayar mahal skenarionya memarkir Kaka, Andriy Shevchenko,
dan Filippo Inzaghi saat melawan Lecce. Absennya tiga pilar itu membuat Milan
kehilangan kans meraih Scudetto.
Namun, Ancelotti berani menjamin skenario itu bakal menuai hasil gemilang saat
melawan Lyon nanti. Tiga pemain kunci itu akan menebus kegagalan Milan dini
hari nanti. Duet Sheva-Inzaghi plus Kaka diyakini akan menjawab keraguan publik
Milan di Liga Champions. Ingat, pasangan Sheva- Inzaghi telah melesakkan 106
gol di pentas Eropa. Mereka juga tercatat sebagai duet tersubur di pentas Liga
Champions.
Ancelotti juga bisa tersenyum setelah krisis di sektor bek kanan mulai
teratasi. Jaap Stam dan Marcos Cafu sudah pulih dari cedera. "Saya tak merasa
kesakitan lagi. Lututku sudah pulih sekarang. Kami harus melupakan kekalahan
lawan Lecce, dan kembali fokus lawan Lyon," cetus Cafu kepada situs resmi Milan.
Lyon memang punya potensi mengganjal laju Milan. Tim besutan Gerrard Houllier
itu hanya butuh seri dengan skor (1-1, 2-2 dst) untuk memastikan tiket
semifinal. Motivasi Lyon makin memuncak setelah mereka sulit tertandingi dalam
memburu gelar Ligue 1 (Liga Prancis) kelimanya. Lyon bertengger di puncak
klasemen, unggul 12 poin dari rival terdekatnya, Bordeaux. Mereka hanya
membutuhkan dua kali kemenangan untuk mengunci gelar.
Kemenangan atas Torues 1-0 pekan lalu juga menjadi spirit Lyon di San Siro.
Empat pilar, Sylvain Wiltord, Cris, Eric Abidal dan Francois Clerc lebih bugar
setelah diistirahatkan dari pentas domestik pekan lalu. Kekuatan Lyon semakin
lengkap setelah Juninho Pernambucano, dipastikan turun.
Playmaker asal Brazil itu kerap menjadi solusi kebuntuan lini depan Lyon lewat
skill-nya mengeksekusi bola-bola mati. "Kami semakin percaya diri. Di Liga
Champions, kami selalu mencetak gol setiap tampil di kandang lawan," papar
Houllier. Mantan pelatih Liverpool ini akan memasang striker asal Brazil, Fred,
sejak menit awal. "Pemain sangat percaya diri setelah tampil pada laga pertama
lalu. Kami pasti punya harapan," kata Jean-Michel Aulas, Presiden Lyon. (bas)
Prakiraan Pemain
AC Milan (4-3-1-2): 1-Dida (g); 31-Jaap Stam, 13-Alessandro Nesta, 4-Kakha
Kaladze, 27-Serginho; 8-Gennaro Gattuso, 21-Andrea Pirlo, 20-Clarence Seedorf;
22-Kaka; 7-Andriy Shevchenko, 9-Filippo Inzaghi.
Pelatih : Carlo Ancelotti
Olympique Lyon (4-4-2): 1-Gregory Coupet (g); 2-Francois Clerc, 3-Cris,
5-Claudio Cacapa, 20-Eric Abidal; 26-Benoit Pedretti, 8-Juninho, 7-Mahamadou
Diarra, 10-Florent Malouda; 22-Sylvain Wiltord, 11-Fred.
Pelatih : Gerrard Houllier
Wasit : Terje Hauge (Norwegia)
Kondisi Tim
AC Milan: Kalah 0-1 dari Lecce di pentas Seri A pekan lalu membuat kans Milan
merebut Scudetto semakin berat. Motivasi Milan sedikit terganggu menghadapi
Olympique Lyon dini hari nanti. Namun, Ancelotti kali ini tak memiliki kendala
di barisan pertahanan menyusul pulihnya Jaap Stam dan Cafu. (*)
Olympique Lyon: Kemenangan atas Troyes (1-0) di pentas Liga Prancis menjadi
bekal Lyon di second leg. Sederet pilar juga siap tampil. Di antaranya Sylvain
Wiltord, Cris, Eric Abidal, dan Francois Clerc, dan Juninho Pernambucano.
Hanya, Lyon tak bisa menurunkan Tiago yang terkena skorsing. (*)
FACT AND FIGURE
1. Tiket semifinal bisa dipetik AC Milan hanya dengan kemenangan. Hasil imbang
(1-1, 2-2, dst.) akan melapangkan Olympique Lyon ke empat besar. Jika second
leg berakhir tanpa gol, laga dilanjutkan babak perpanjangan waktu. Tim yang
lolos ditentukan lewat adu penalti jika skor extra time tak berubah. .
2. Ini kali ketiga bagi Olympique Lyon tampil beruntun di perempat final. Musim
lalu, Lyon ditahan seri (1-1) melawan PSV Eindhoven pada leg pertama. Musim
ini, Lyon bermain seri 0-0 saat menjamu AC Milan.
3. Hasil imbang tanpa gol di Stadion Gerland pekan lalu kali pertama dipetik
Olympique Lyon di pentas Eropa. Lyon belum pernah kalah dalam laga away sejak
dikalahkan Manchester United dua tahun lalu.
4. Olympique Lyon memiliki rekor cukup bagus selama melawat ke Italia. Dari
empat kali away, Lyon berhasil memetik tiga kemenangan. Salah satunya
mengalahkan Inter Milan (2-1) di babak kedua Piala UEFA musim 1997-1998.
5. Setiap kali menjamu klub Prancis, AC Milan tak pernah kalah di San Siro.
Dari delapan kali pertemuan, Milan sudah membukukan enam kemenangan dan dua
kali seri. Milan juga telah melesakkan 10 gol dalam empat pertandingan kandang
Liga Champions musim ini.
6. Kemenangan atas Olympique Lyon menambah frekuensi AC Milan tampil di
semifinal Liga Champions menjadi kali ketiga dalam empat musim terakhir.
ROAD TO PEREMPAT FINAL
AC MILAN
Babak 16 Besar
08-03-2006 Milan v Bayern Munich 4-1
21-02-2006 Bayern Munich v Milan 1-1
Babak Utama
06-12-2005 Milan v Schalke 3-2
23-11-2005 Fenerbahce v Milan 0-4
01-11-2005 PSV v Milan 1-0
19-10-2005 Milan v PSV 0-0
28-09-2005 Schalke v Milan 2-2
13-09-2005 Milan v Fenerbahce 3-1
LYON
Babak 16 Besar
08-03-2006 Lyon v PSV 4-0
21-02-2006 PSV v Lyon 0-1
Babak Utama
06-12-2005 Lyon v Rosenborg 2-1
23-11-2005 Real Madrid v Lyon 1-1
01-11-2005 Olympiakos v Lyon 1-4
19-10-2005 Lyon v Olympiakos 2-1
28-09-2005 Rosenborg v Lyon 0-1
13-09-2005 Lyon v Real Madrid 3-0
===============================================================
Tanpa Juninho Pernambucano, Olympique Lyon sempat panik saat menjamu AC Milan
pada first leg perempat final pekan lalu. Les Gones pun harus puas berbagi poin
(0-0) dengan Rossoneri. Permainan Lyon kurang hidup tanpa dukungan playmaker
asal Brazil itu.
Optimisme Lyon semakin tebal setelah masa skorsing Juninho habis dini hari
nanti. Publik Prancis sangat berharap Juninho bisa meloloskan Lyon ke
semifinal. Hanya, asa itu ditepis Juninho. Dia khawatir tak bisa memenuhi
impian pendukung Lyon.
"Lyon tak pernah bergantung pada satu pemain. Kami selalu bermain dengan
kolektivitas," kata Juninho saat diwawancarai Harian L'Equipe. Diakui Juninho,
musuh Lyon kali ini sangat tangguh. Milan dianggap memiliki pertahanan terbaik
di Eropa. Tim sekelas Bayern Munich saja pernah dihajar 1-4 di San Siro
"Saya berharap bisa membantu tim ini meraih kemenangan. Kami harus mengontrol
pertandingan pada 20 menit awal untuk melakukan tekanan. Kekompakan tim juga
harus dijaga,"tuturnya.
Juninho juga memuji penampilan Kaka. Rekan sekompatriotnya itu dinilai sebagai
gelandang terbaik di dunia saat ini. "Kaka membuat penampilan AC Milan berbeda.
Saya sangat mengagumi permainan Kaka. Saya juga tak kecewa selalu menjadi
cadangan Kaka di Timnas Brazil," tuturnya.
Bernard Lacombe juga sependapat dengan Juninho. Mantan bintang Olympique Lyon
itu menyarankan Juninho dkk harus lebih memusatkan perhatian pada Kaka. "Ibarat
sebuah katedral, Kaka merupakan lilin yang menerangi katedral itu. Tapi, bukan
hanya Kaka, Inzaghi dan Sheva juga berbahaya," cetus Lacombe yang kini menjadi
tangan kanan Presiden Jean-Michel Aulas itu
===========================================================================================================================
AC Milan menyimpan spirit perempat final Liga Champions tiga musim lalu.
Ditahan imbang Ajax Amsterdam (2-2) di Amsterdam, Rossoneri membalas 3-2 pada
second leg di San Siro. Kemenangan itu meloloskan Milan ke semifinal.
Momen itulah yang diharapkan publik Milan terulang saat menjamu Lyon dini hari
nanti. Mereka ingin Sheva dkk bisa menebus hasil tanpa gol pada leg pertama
dengan kemenangan telak di San Siro. Kekalahan dari Lecce pekan lalu juga bisa
memacu motivasi Milan untuk menjaga tren penampilannya.
"Catatan itu bisa menjadi bekal kami saat menjamu Lyon. Italia memang punya
tiga tim di perempat final. Salah satu pasti akan tersingkir. Saya tak berharap
itu menimpa Milan," cetus Adriano Galliani, Presiden Milan kepada situs resmi
klub.
Filippo Inzaghi, bomber Milan, juga mengaku terinspirasi dengan memori
pertemuan melawan Ajax tiga musim lalu. Pippo, sapaan akrab Inzaghi, berhasil
mencetak satu gol ke gawang Ajax pada pertemuan pertama perempat final di
Amsterdam (2-2). "Saya ingin mengulanginya. Tapi, saya tak bisa menjamin.
Mungkin, Galliani dan pendukung Milan harus siap terkena serangan jantung
pascalaga nanti," ujar Inzaghi.
Fakta pendukung bahwa laga ini bakal milik Milan adalah faktor wasit. UEFA
telah menugaskan Terje Hauge untuk memimpin second leg dini hari nanti. Nah,
Rossoneri sering beruntung jika wasit asal Norwegia itu memimpin laga. Hauge
lah yang memimpin laga saat Milan membantai Fenerbahce 4-0 di Istanbul 23
November lalu. Hauge juga memimpin laga semifinal Milan lawan PSV Eindhoven
musim lalu.
Rapor kepemimpinan Hauge pun kerap menguntungkan tuan rumah. Dalam 30 laga
level utama yang dia pimpin, 18 di antaranya dimenangkan tuan rumah. Tim tamu
hanya 7 kali menang selama Hauge memimpin pertandingan
============================================================================================================================
Momen yang ditakuti Olympique Lyon di perempat final dini hari nanti adalah
drama adu penalti. Tim besutan Gerrard Houllier itu silau dengan banyaknya
eksekutor penalti di skuad AC Milan. Bek Les Gones, Cris, juga miris melihat
kecepatan refleks kiper Rossoneri, Nelson Dida. Kiper Samba itu dikenal piawai
mematahkan eksekusi dari titik putih.
Lyon pun menyusun skenario untuk menghindari adu penalti. Mereka harus bisa
mencetak gol selama 2 x 45 menit. Atau, minimal Lyon harus bisa menahan seri
Milan dengan gol (skor 1-1, 2-2 dst). "Itu akan menjadi partai menarik di San
Siro. Kami datang untuk mencetak gol sebanyak mungkin. Sekitar 8 ribu suporter
kami akan membantu memotivasi," koar Cris.
Tak sekadar spirit, kecemasan Lyon terhadap adu penalti mulai terobati setelah
mereka melihat penampilan gemilang kiper Gregory Coupet di first leg lalu.
Coupet lah yang menyelamatkan gawang Lyon dari tembakan Kaka dan Sheva.
Menjelang second leg dini hari nanti, kiper yang kini berburu posisi inti
dengan Fabien Barthez di Timnas Prancis itu juga mengaku tak gentar dengan
Dida. Sebab, Gerrard Houllier sudah menggenjot rekan-rekannya berlatih
mengeksekusi penalti.
"Kami juga banyak memiliki algojo. Juninho juga sudah bisa bermain. Tapi, saya
tetap berharap kami bisa lolos tanpa adu penalti," ucap Coupet kepada Harian La
Progres. Ya, Coupet tampaknya masih memendam trauma atas kekalahan lawan PSV
Eindhoven pada perempat final musim lalu. Ketika itu, mereka gagal lolos ke
semifinal karena kalah dalam drama adu penalti.
Bagaimana AC Milan? Arsitek Carlo Ancelotti mengaku sudah mengantisipasi
kemungkinan terjadinya drama adu penalti. Dalam beberapa hari terakhir, dia
juga sudah memberikan porsi latihan khusus buat Sheva dkk. "Kami tak berharap
terjadi adu penalti. Tapi jika itu terjadi, kami sudah siap," tegas Ancelotti.
STATISTIKA KIPER
Nelson Dida
Lahir : 10 Juli 1973
Negara: Brazil
Caps : 84
Statistik Musim Ini :
Tampil Kemasukan
Seri A 30 26
Liga Champions 9 7
Gregory Coupet
Lahir : 31 Desember 1972
Negara: Prancis
Caps : 14
Statistik Musim Ini:
Tampil Kemasukan
Ligue 1 32 23
Liga Champions 8 4
=== Arif Ikram ===
www.milanisti-indonesia.org || [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates.
[Non-text portions of this message have been removed]
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/