Circuit length: 4,627 km
Race distance: 66 laps (305,256 km)
Qualifying: 19.00 WIB --- live Global/Star Sports
Start: 19.00 WIB --- live Global/Star Sports
Alonso vs Schumi atau Schumi vs Alonso?
Diputar kayak apa pun, yang pasti sampai saat ini duel mereka membuat Kimi seolah-olah menghilang dari udara. Padahal, Kimi tetap punya kans untuk jadi juara dunia dengan segala potensi pada diri dan mobilnya. Tapi sampai lima seri ini bolehlah untuk sementara Kimi disingkirkan dulu, sampai dia benar-benar bisa jadi contender utama.
Gak disangka duel Alonso dan Schumi sudah akan, dan mungkin, memasuki bab 4. Skor sementara, 2-1 untuk Schumi. Bab 1 dimulai di seri pembuka di Sakhir di mana Alonso menang dengan melakukan cara yang kondang biasanya dilakukan Schumi, masuk pit belakangan, menabung waktu, dan keluar pit stop di depan rival. Bab 2 di Imola, Schumi menang sekaligus membalas kekalahan dia musim lalu di tempat dan cara yang sama dilakukan Alonso terhadapnya. Bab 3 masih segar, di Nurburgring. Schumi menang lagi lewat proses yang sudah menjadi trademark-nya selama ini dan sempat "dipinjam" Alonso di Sakhir.
Mengilas sejenak post-Nurburgring yang tidak saya posted, sorry for that, kemenangan Schumi di taman bermainnya sejak kecil itu memang fantastis. Ross Brawn bilang kuncinya ada di pit stop 1, di mana dia mengkalkulasi bahan bakar yang terisi di mobil Alonso dan berkesimpulan: di pit stop kedua Schumi berjaya! Kebetulan, sesuai hasil kualifikasi yang menempatkan Alonso di pole dengan bahan bakar lebih sedikit, Schumi masuk pit belakangan. Logikanya, Alonso mengisi sedikit bahan bakar dan terdeteksi awal. Ketika Schumi melakukan pit stop 1, di situlah taktik jawara ditentukan. Bahan bakarnya diisi lebih banyak dari Alonso, dengan tujuan masuk pit belakangan pada pit stop 2.
Dalam beberapa kesempatan saya bilang Schumi adalah raja sprint. Dia bisa memakai, lebih tepatnya memaksimalkan, segala kesempatan yang dibutuhkan untuk membuat orang lupa berapa usianya. Di Imola, dia melakukan in-lap (lap menjelang pitstop) luar biasa di mana kecepatannya ternyata bisa 2 detik lebih cepat dari perkiraan Renault. Di Nurburgring, in-lap ternyata tak terlalu vital, karena in-lap Schumi menjelang pit stop 1 (1:35,674) lebih cepat dari Alonso (1:35,901) tapi ia keluar pit tetap di belakang Alonso. Sementara itu in-lap Alonso menjelang pit stop 2 yang justru lebih cepat (1:34,733 berbanding 1:34,876 milik Schumi) malah membuatnya keluar pit di belakang Schumi. Itu karena ada hal vital lain, yakni tiga lap super Schumi menjelang pit stop 2-nya, yaitu di lap 38, 39, dan 40. Lap time itu berurutan adalah 1:32,420, 1:32,099 (fastest lap of the race), 1:32,167. Tiga lap ini lebih cepat dari fastest lap yang dibuat oleh Kimi 1:32,472 dan Alonso 1:32,532. Setelah pit stop 2 itu, "ttm" pada pre-nurburgring saya pun terjawab.
Brawn dan Schumi memang sudah menyatu. 83, gak salah lagi 83, dari 86 kemenangan Schumi diraih bersama orang Inggris ini. Ada kemenangan yang flat, datar, dan murni atas kehebatan Schumi. Tapi, banyak di antaranya yang merupakan bagian dari tactical genius Brawn. Bukti terakhir ya di Nurburgring itu. Skenarionya amat standar, tapi ketika memutuskan skenario itu yang butuh pertimbangan sepersekian detik. Dan hanya orang-orang sekaliber Brawn-lah yang berani mengambil keputusan itu. Pernahkah Brawn salah kalkulasi? Jelas pernah. Tapi membahasnya jangan sekarang, nanti saja kalau waktunya pas.
Bab 4 akan terjadi di Catalunya?
Merefleksi 2003 dan 2005, tahun di mana Renault secara teknis pernah menang atas Ferrari di beberapa trek tertentu atau di lebih banyak trek, ironisnya Catalunya secara teknis bukanlah milik Renault. Bahkan, tahun 2003 Ferrari menang. Kalaupun Ferrari kalah, tahun lalu misalnya, tapi yang menang di Catalunya bukan Renault, melainkan McLaren. Ini semata Catalunya terkenal sebagai trek yang butuh aero prima, dan di situlah letak keunggulan McLaren semasa ada Adrian Newey di sana. Dan
yang bisa mengalahkan Newey di Catalunya ternyata bukan ahli-ahli aero Renault, melainkan tukang insinyur Ferrari, tepatnya tahun 2000, 01, 03, 04.
TRACK CONQUEROR
Renault, dengan status tim jawara konstruktor, sampai sekarang sayangnya belum terbukti mampu membuat mobil all-track conqueror seperti yang pernah dilakukan Williams, McLaren, dan Ferrari. Tahun lalu, tahun emas mereka, Renault kedodoran di empat aero-track, Catalunya, Silverstone, Monza, Istanbul, dan juga di dua high-downforce track, Monako dan Hungaroring. Renault hanya berjaya di trek-trek berkarakter medium. Apakah mereka sudah mampu mengatasi semua titik lemah itu? Lima seri awal 2006 belum memperlihatkan hal tersebut. Tiga kemenangan awal memang mereka raih, tapi di sirkuit-sirkuit itu pulalah mereka menang tahun lalu. Kalau membandingkan dengan McLaren, Renault jelas punya kemajuan. Secara speed, Renault relatif lebih cepat dibanding tim Ron Dennis itu. Dan ini jelas perkembangan signifikan. Tapi, di lain sisi, ternyata ada sodokan dari Ferrari yang membuat Renault punya lawan yang lebih tangguh. Paling tidak, musuh utama yang selama ini mereka kira adalah McLaren, ternyata salah.
Ini pula yang membuat saya meragukan Renault bakal berjaya di Catalunya. Oke dalam tes pramusim dan tes pre-Imola di sana mereka tampil luar biasa konsisten. Alonso dan Fisichella senang sekali membuat lap time 1:14 (1 menit 14 detik). Dengan tim aero yang nyaris tak berubah, semestinya Renault sudah mampu membuat Catalunya-conqueror kali ini. Tapi, jangan lupakan pula McLaren MP4-21 yang walau sudah ditinggalkan si pembuat, Newey, tapi mobil itu tetap diyakini bakal tangguh di Catalunya. Saya melihat, bisa jadi di Catalunya inilah kemenangan pertama McLaren terjadi. Dengan catatan, mereka berani mengambil risiko menggunakan ban yang pas untuk membawa Kimi/JPM ada di front row dengan mengisi bahan bakar lebih sedikit dari apa yang mereka lakukan di lima seri awal.
Ferrari, dengan pengalaman beruntun menaklukkan Catalunya pada 2000-04, dan moral boost kemenangan Schumi di Imola dan Nurburgring, malah bisa mengejutkan lagi akhir pekan ini. Biasanya, kalau mereka mampu membuat mobil cepat, maka mobil itu akan dengan mudah cepat pula di Catalunya. Apalagi tim aero mereka ketambahan Nick Tombazis dari McLaren. Tombazis memang bukan orang nomor satu, tapi dia sempat jadi tangan kanan Rory Byrne dan Newey, dua nama top soal mobil penakluk Catalunya.
CATALUNYA
Waktu masih sekolah dan ikut upacara bendera, Catalunya ibarat Pancasila, sila 1 sampai 5 dihafal semua murid. Tikungan demi tikungan di Catalunya pun sudah amat lekat di benak pembalap karena seringnya mereka tes di sini. Catalunya kerap dipakai winter test karena dua hal, pertama terletak di Spanyol yang hangat di saat belahan Eropa lain sedang dingin, dan kedua karena layout-nya yang cocok untuk menguji aero mobil. Satu sirkuit aero lain, Silverstone, justru sering mengecewakan karena tiba-tiba hujan atau bahkan salju turun ketika mobil sedang enak-enaknya dites pada Desember-Februari.
Catalunya terletak di daerah terbuka, di mana angin bisa bertiup dari segala arah, dengan waktu kedatangan yang tak menentu pula. Ini jelas akan lebih membuat pusing, sekaligus tantangan, para perakit mobil. Pembalap ikut-ikutan pusing kalau mereka tak juga bisa membantu memberikan masukan setelan mobil yang pas kepada para mekanik. Catalunya terkenal dengan tikungan-tikungan cepat yang melengkung dan panjang. Di sinilah aerodinamika prima dibutuhkan dari sebuah mobil. Mobil mesti stabil digeber habis sambil melengkung, yang pastinya membuat tangan dan kepala pembalap bekerja keras.
Aspal di sini mulus, sekaligus abrasif terhadap ban. Karena itu ban medium cocok dipakai di sini, walau ban hard juga bisa berguna mengingat beban yang cukup berat di ban sebelah kiri karena tikungan melengkung dan panjang itu semuanya mengarah ke kanan. Menggunakan ban soft juga bisa, tapi risikonya terlalu besar karena tingkat abrasi yang tinggi. Kecuali kalau mau pakai taktik 3-stop yang sedang tidak trend musim ini. Melihat kecenderungan 2006, ban medium-to-hard kerap dijadikan pilihan.
Satu yang pasti adalah Catalunya akan dibanjiri 130.000 penonton, 12.000 lebih banyak dari tahun lalu berkat Alonso-mania. Kalau Alonso, penggemar Real Madrid, menang di Catalunya, mestinya klub sepakbola dari wilayah Catalunya, Barcelona, membalasnya di final Liga Champion. Sayang, semuanya serba belum tentu...
TYRE WAR
Michelin (Renault, McLaren, Honda, Red Bull, BMW, Toro Rosso)
Bridgestone (Ferrari, Toyota, Williams, Midland, Super Aguri)
Sudah jelas di mana letak kegagalan dua tim utama pemakai Michelin, Renault dan McLaren: mereka memakai ban terlalu keras. Bedanya, Renault berani mengambil risiko dengan mengisi bahan bakar sedikit di kualifikasi untuk menempati pole. Sementara McLaren masih terlalu konservatif, dengan membiarkan Kimi/JPM ada di posisi start di luar 5 besar dan berjuang keras untuk naik podium yang kadang-kadang tercapai, kadang juga nggak. Ferrari pernah salah memilih ban Bridgestone (GP Aussie) tapi mereka belajar dan tak mengulangi kesalahan itu. Belakangan mereka sukses berat. McLaren/Renault bisa belajar dari kasus Ferrari ini.
Bila Bridgestone menggunakan Toyota/Williams sebagai kelinci percobaan tapi Ferrari yang mengambil untung, Renault/McLaren dapat berkaca dari BMW. Justru tim "baru" ini yang sukses mengembangkan ban medium-to-soft Michelin. Sayang, sasis mereka gak cukup bagus untuk naik podium sekalipun. Dengan menggunakan ban jenis ini, Renault pasti lebih percaya diri dalam memaksimalkan taktik "menyerang sejak awal" mereka. Dengan ban yang sudah nge-grip sejak awal, dan konsisten dalam 10-15 lap berikut, mereka tak takut lagi kehilangan performa setiap kali seusai pitstop. McLaren juga begitu. Sampai saat ini menurut Ron Dennis mobil mereka tetap cepat, cuma mereka terbentur bahan bakar banyak sejak kualifikasi sehingga MP4-21 kelihatan lambat.
Bridgestone jelas bakal meneruskan trend bagus mereka. Tidak ada keraguan lagi terhadap sasis Ferrari. Bahkan, kalau Williams dan Toyota juga ikut-ikutan tenang dalam menganalisis semua kelemahan mereka selama ini, Bridgestone akan lebih nyaman mendapatkan poin dari tim-tim selain Ferrari.
TEAM BY TEAM
RENAULT
1 Alonso
2 Fisichella
Alonso belum pernah menang di Catalunya, ini fakta yang sulit dibantah. Bukan karena faktor driver tentu, tapi semata paket mobilnya yang selama ini belum bagus untuk menang di kandang. Di Nurburgring, setelah pasti ada di belakang Schumi selepas pit stop 2, Alonso langsung menurunkan rpm di mobilnya, lumayan untuk ngirit tenaga karena mesin yang sama harus ia pakai di Catalunya ini.
Sekarang Fisichella. Emosi di Nurburgring sudah tumpah, sekarang sudah mesti kembali tenang. Toh Villeneuve yang dianggap menghalang-halangi dia di kualifikasi sudah mendapatkan hukuman. Kalau melihat race pace Fisichella, sebenarnya dia tak kalah dari Alonso. Dia tergolong pembalap yang konsisten selama lomba. Titik lemahnya selama ini adalah persiapan menuju race itu sendiri dan ketidakkonsistenan bikin race pace bagus dari satu race ke race berikut.
McLAREN
3 Kimi
4 JPM
Ini kans terbesar McLaren untuk menang, mengingat warisan Newey yang biasanya bagus di Catalunya. Saya menduga, kalau mereka gagal menang di sini, kemungkinan besar mereka akan struggle di sirkuit-sirkuit lain. Monako pastilah pengecualian. Kalau melihat race pace Silver Arrows di 5 seri awal, kendala terbesar mereka adalah pada lap-lap awal. Ini pasti disebabkan juga pada pilihan ban yang cenderung hard (pembahasan di atas). Tapi, pastinya, ada reason di balik kenapa mereka memilih ban keras. Struktur sasis MP4-21 juga harus "ditanya". Kenapa belum juga bersahabat dengan ban lunak atau ban medium. Semestinya kalau sudah bersahabat kan bisa diajak kencang sejak start.
FERRARI
5 Schumi
6 Massa
Wajar "sombong", bisa membuat mesin yang sama menang dipakai di 2 seri berurutan. Yang menjadi menarik dari Ferrari adalah mereka begitu percaya diri dengan reliability mesin begitu masalah piston dianggap selesai. Bayangkan, pada GP ke-2 dari pemakaian mesin, Schumi sudah "menyerang" lawan bahkan sejak free practice Jumat. Bahkan, Massa pun ikut-ikutan terbawa kencang, ya di free prac atau kualifikasi. Setelah teka-teki Michael terjawab, Ferrari sepertinya akan tenang menatap sisa musim. Target tetap, jadi juara dunia pembalap dan konstruktor. Masih jauh dan masih terjal, tapi juga sekaligus masih terbuka kansnya. Apalagi moral boost kembalinya semua paket jawara yang sempat hilang di 2005. Kalau di Catalunya menang lagi, dan saya melihat kesempatan itu 55-45, Ferrari akan sulit ditaklukkan di sisa musim ini.
TOYOTA
7 Ralf
8 Trulli
Bekas orang top Michelin, Pascal Vasselon, siap mendongkrak performa timnya yang menggunakan ban Bridgestone. Pascal resmi dapat tugas baru menggantikan kursi Mike Gascoyne. Sebenarnya potensi mereka di Nurburgring bagus, cuma reliability selalu menghadang. Masalah klasik, tapi seharusnya bisa diatasi oleh tim yang punya dana dan tim riset sebesar Toyota. Ralf dan Trulli amat berpotensi terus ada di posisi finis 5-8. Apalagi di Nurburgring Trulli membuktikan mampu tetap cepat dengan bahan bakar banyak.
WILLIAMS
9 Webber
10 Rosberg
Masalah hidrolis yang dialami Webber di Nurburgring dijamin gak bakal terulang, karena akan ada barang baru di Catalunya. Webber juga senang lantaran jasa timnya dalam mengembangkan Bridgestone dihargai dalam bentuk, sayangnya, sukses Ferrari. Bridgestone akan terus memberikan pressure buat Michelin. Rosberg sekali lagi menunjukkan potensinya dengan mampu tampil tenang untuk mengoptimalkan taktik yang membawanya finis di posisi 7 walau start dari grid 22 di Nurburgring. Kalau dapat mobil sepadan, Rosberg rasanya akan jadi pengunjung setia podium.
HONDA
11 Rubens
12 Button
Rubens finis ke-5 di Nurburgring, tapi alamak, jaraknya dengan peringkat ke-4 jauh banget, hampir 68 detik! Melihat grafik Honda memang menarik. Mereka terlalu up and down. Ketika memilih jalan aman di Nurburgring dengan tidak terlalu "menonjol" di kualifikasi, hasilnya malah boleh dibilang mengecewakan. Button terbentur reliability, sedangkan Rubens memang dapat poin tapi gap-nya terlalu jauh. Melihat fakta ini, ambisi Button untuk menang pertama kali dalam kariernya di musim 2006, rasanya mesti dipendam dulu. Saat tes pramusim di sini, Honda terlihat bakal hebat. Yaah paling nggak bekal itu akan memberi harapan pada mereka, at least weekend ini.
RED BULL
14 DC
15 Klien
Balapan ke-200 DC akan mengejutkan. Syaratnya, Newey sudah menemukan solusi terbaiknya bagi mobil Red Bull. Mobil RB02 ini memang bukan buatan Newey, tapi pastilah sudah ada celah-celah yang bisa ia sisipkan untuk mencuri perhatian di Catalunya. Di Nurburgring Klien sudah memperlihatkan perkembangan sasis RB02 ini di free practice. Anggap saja itu berlanjut dan Catalunya jadi tempat pas untuk membuat sedikit kejutan.
BMW-SAUBER
16 Heidfeld
17 Villeneuve
Villeneuve tiga kali menang di sini, tapi tak akan ada artinya dengan kondisi terkini. Bila klaim Michelin bahwa justru ban yang dikembangkan BMW adalah ban "menangan", jangan heran kalau tak terbentur masalah reliability Villeneuve atau Heidfeld bakal dapat poin besar secara total.
MF1
18 Monteiro
19 Albers
Kalau gak ditabrak, dua mobil Midland bisa finis. Inilah kebanggaan satu-satunya yang bisa dibawa Midland dari seri ke seri.
TORO ROSSO
20 Liuzzi
21 Speed
Walah, adik menyeruduk abang di Nurburgring. Tapi Liuzzi memang tidak salah karena waktu itu ada chaos khas tikungan pertama. Ralf juga tak bisa diblame karena racing line-nya saat itu memang tight. Speed bisa meneruskan trend bagus, di mana dia biasanya terus finis di depan Midland.
SUPER AGURI
22 Takuma-san
23 Montagny
Sayonara, Yuji-san! Dia tidak salah, yang salah adalah yang mengajak dia gabung ke F-1. Jelas-jelas gak punya pengalaman, tapi dipaksa. FIA pun punya andil salah karena sempat memberi dia superlicense di awal musim. Teruskan perjuanganmu, Takuma-san! Jangan kalah sama Monsieur Montagny.
from many sources,
arief k.
[Non-text portions of this message have been removed]
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED]
==========================================================
SPONSORED LINKS
| Sports fund raising | Sports psychology degree | Sport psychology college |
| Sport psychology course | Sport nutrition | Sport fishing |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "bolaml" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
