PD 90, kenangan paling mengesankan selama gw nonton Piala Dunia.
Suasana Piala Dunia jauh lebih kental dibandingkan sekarang.
Saat itu yang nyiarin adalah TVRI dan satu2nya siaran tv di
Indonesia. Mau ngak mau, suka atau ngak, semua orang Indonesia
terlarut dalam Piala Dunia.

Bicara soal Jerman 90, walaupun gw sekeluarga adalah pendukung berat
Argentina, kita tetep berbesar hati kalo Jerman pantas juara dunia
90. Kalo bicara soal keberuntungan, gw rasa yang paling beruntung
justru Argentina. Secara jujur, Argentina belum tentu bisa tampil di
partai puncak tanpa ditemani keberuntungan.

Kalah dibabak pembukaan dari Kamerun, namun menang 2-0 dari Uni
Soviet walaupun Maradona kembali menggunakan tangannya untuk
menyelamatkan sundulan yang masuk ke gawang tim tango. Sekali lagi
wasit ngak liat.

Lawan Rumania (Hagi & Lacatus), Argentina beruntung cetak gol lebih
dulu, sebelum disamakan oleh Rumania dan tango hampir kalah. Sempet
stres dan maki2 Caniggia.

Argentina lolos dengan predikat salah satu peringkat 3 terbaik
(cukup memalukan untuk tim juara bertahan).

Lawan Brazil, Argentina kembali tidak berkutik, namun Caniggia yang
gw maki2 dari babak pertama membuat gol spektakuler yang membuat gw
cinta mati sama ni orang.

Lawan Yugo, kembali Argentina tampil buruk, Yugo sempat bikin gol
yang dianulir karena offside, padahal komentatornya bilang ngak
offside. Keberuntungan bener2 bersahabat dengan Argentina sehingga
dalam adu penalty, walaupun sang "Diego" ngak masuk, Tango tetep
menang.

Puncak penampilan terbaik adalah semi final lawan Italy, Argentina
begitu perkasa, mengejar ketinggalan 0-1 dan mengurung Italy di
babak extra time. Seharusnya Argentina mendapat penalty, namun wasit
memihak tuan rumah.

Inilah penampilan terbaik Argentina di PD 90. Dalam partai itu,
Argentina memang layak lolos ke final walaupun kembali melalui adu
penalty.

Final, tanpa Caniggia, Argentina ngak berkutik, ditambah 2 kartu
merah dan hadiah penalty maka tamatlah segalanya.

Ada yang bisa kasih cerita perjalanan Jerman ngak?
Kalo gw sih hapal:-D





--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Ada yang baca ulasan BOLA beberapa edisi terakhir tentang Piala
Dunia yang
> udah lewat?
>
> Untuk Piala Dunia tahun 1990, kayaknya BOLA sepakat tuh ama gue,
intinya
> Jerman *duh kata-2 persisnya gimana yak* sangat beruntung bisa
menang
> lawan Argentina di Final..
> Rudi Voeller terjatuh dengan "terlalu gampang", dan wasit dengan
yakinnya
> menunjuk titik putih.
> Sub-judulnya kalo ga salah: "Voeller terbang untuk Piala Dunia".
>
> he he.. gue baca sambil ketawa sendiri..
> paling nggak ada orang lain yang se-iya ama gue.
>
> Trus ada nggak yang baca Koran Tempo beberapa hari yang lalu
(mungkin
> seminggu yang lalu), sama topiknya tentang Classic World Cup.
> Di edisi yang mengulas Piala Dunia 1982, judulnya "Kebrutalan Abad
Ini".
>
> Baru baca judulnya aja gue udah ketawa, he he..
>
> Ada foto Tony Schumacher sedang menabrakkan pinggulnya ke muka
Batiston..
> jelas-jelas Schumacher bukan mengincar bola, tapi muka Batiston,
gitu
> tulis wartawannya.
> Wah, untung bukan gue yang nulis di koran itu he he..
>
> Yah well,
> dengan deret modal keberuntungan sebesar itu, ada yang masih nggak
yakin
> Jerman bakalan melangkah jauh di Piala Dunia nanti??
>
> Faktor-X?
> jelas cuma Jerman yang punya.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED]
==========================================================




SPONSORED LINKS
Sports fund raising Sports psychology degree Sport psychology college
Sport psychology course Sport nutrition Sport fishing


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke