_____
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Danny Lim
Sent: Tuesday, May 30, 2006 2:12 AM
To: KincirAngin
Cc: Media Care
Subject: [mediacare] Belanda mulai demam Oranje
Radio Nederland Siaran Indonesia.
http://www.ranesi.nl/tema/kamera/belanda_demam_oranje060524
Belanda Mulai Demam Oranje
Bidikan Sepekan Kamera
Yuliani Setiadi
24-05-2006
Irfan-01_240jpg.jpg
Irfan
Eh kawan, KAMERA lagi demam nih, tapi nggak kita doank loh. Seluruh Belanda
sedang dilanda sama demam oranje. Panas dingin. Sungguh di mana-mana
terpampang artibut berwarna oranje seperti topi, wig singa, peluit, dan
mahkota, sampai dengan cat muka berwarna oranje! Cukup celingak-celinguk di
toko-toko, mau toko kelontong, toko bangunan, atau sampai tukang daging pun
menyediakan sosis warna oranje.
Oranje
Oranje memang warna nasional Belanda. Awal sejarahnya karena raja pertama
Belanda alias kakek moyang Ratu Beatrix itu, yang bernama Willem van Oranje.
Jadi kalau masyarakat Belanda merayakan sesuatu yang sifatnya nasional
seperti hari ratu 29 April waktu lalu, di mana-mana muncul atribut warna
oranye. Demam kali ini berkaitan dengan dua kejuaraan sepakbola tingkat
internasional Mei-Juni dan Juli: kejuaraan sepakbola Eropa untuk junior usia
di bawah 21 tahun di Portugal dan tentunya Piala Dunia di Jerman.
Tim PSSI
Kebetulan ngomongin sepak bola nih, Yuli pengen banget ngeliat timnas
Indonesia bisa lolos ke putaran akhir Piala Dunia. Bakal heboh dan siap
support PSSI. Nah jadinya kepikiran, gimana kalau pemain-pemain sepakbola
yang berdarah Indonesia dikumpulkan dan masuk ke tim PSSI. Kan di Belanda
juga ada tim yang namanya Suriprof: tim yang terdiri dari pebola di Belanda
yang berdarah Suriname.
Indonesia sebenarnya nggak kekurangan pemain berbakat loh, contohnya ada
remaja usia 13 tahun asla Makassar yang bernama Irvin Museng. Kabarnya doi
berlatih di akademi pelatihan Ajax Junior dan bergabung dengan tim D1.
Sayangnya pas Eka menelpon ke Ajax, menurut mereka tidak ada pemain yang
bernama seperti itu. Mungkin pihak Ajax memilih untuk tertutup karena mereka
tidak mengijinkan pemainnya yang di bawah 16 tahun untuk berbicara dengan
media.
Irfan Bachdim
Masih soal pemain berbakat, di Piazenca Italia, ada pemain yang bernama
Radja Nainggolan Ditambah dengan pebola keturunan Indonesia yang berlaga di
lapangan Eropa seperti pelatih junior Ajax Sonny Silooy, Johnny Heitinga,
Giovanni van Bronckhorst, Danny Landzaat, dan lainnya. Tentunya KAMERA nggak
mau ketinggalan, kita berhasil mewawancarai Irfan Bachdim: pemain tengah
keturunan Indonesia yang sedang bermain di FC Utrecht.
Irfan Bachdim berayah Indonesia, namun ibunya Belanda. Eka sempat ngobrol
sama doi di stadion Utrecht tetapi dalam bahasa Belanda. Maklum, masih dalam
tahap belajar bahasa Indonesia. Cowok atletis kelahiran 11 Agustus 1988
Amsterdam ini pernah mengecap pelatihan di Ajax Amsterdam dan sekarang di FC
Utrecht.
Irfan sudah bermain untuk FC Utrecht selama tiga tahun di kompetisi junior
A1. Sayangnya musim lalu, tim Irfan bermain kurang baik dan kudu turun ke
divisi yang lebih rendah untuk tahun depan. Pemain nomor sepuluh ini
berposisi di belakang penyerang, dan ketika ditanya soal kekuatannya, doi
yakin sama skills-nya di kecepatan, penguasaan bola, dan penguasaan teknik.
Kalau sudah menguasai bola, pasti berusaha menebus pertahanan sang lawan!
Irfan juga suka mencetak gol sendirian, bahkan ketika di Argon (klub yang
dahulu, red.), doi adalah pencetak goal terbanyak. Pembuktiannya: urutan ke
delapan sebagai pencetak gol terbanyak di musim kompetisi yang lalu. Awalnya
Irfan cuma menendang dengan kaki kanan, namun berkat pelatihan, kanan-kiri
OK! Selain main bola, cowok indo ini sedang dudduk di Sekolah Kejurusan
Marketing Komunikasi. Sekolah di Amsterdam ini didirikan oleh sang legenda
Johan Cruiyff dengan tujuan membekali keahlian bagi para pesepakbola.
Indo berpendidikan Belanda
Kawan KAMERA yang satu ini juga sederhana, kalau pergi latihan masih
menggunakan kereta dan kalau pertandingan saja diantar ortu. Sempat bingung
juga sih ketika ditanyakan identitas dirinya, Belanda atau Indonesia: "Dari
penampilan saya, orang bisa lihat kalau saya bukan Belanda sepenuhnya dan
saya masih menghormati ayah yang orang Indonesia". Konon selain belajar
bahasa Indonesia, doi juga memasang bendera merah putih beserta patung
Garuda di kamarnya. Kalau ditanya siapa kamu jawabannya sudah ada: orang
Indonesia yang mendapatkan pendidikan Belanda.
Menyayangkan
Irfan menyayangkan kondisi persepakbolaan Indonesia yang kurang memadai. Doi
sempat loh bermain bola di Jakarta bersama tim Indonesia, namun kualitas
lapangan tidak cukup baik ditambah dengan fasilitas latihan yang tidak
lengkap. Tidak kalah pentingnya adalah staf pelatih, mungkin mereka kurang
cukup pengalaman sehingga perlu dikembangkan atau diganti dengan pelatih
yang lebih baik.
Kita sudah punya Irfan Bachdim nih, bagaimana Indonesia? Siap berlanjut?
Mendingan kawan KAMERA ngikutin perkembangannya bersama kita-kita aja.
[Non-text portions of this message have been removed]
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED]
==========================================================
SPONSORED LINKS
| Sports fund raising | Sports psychology degree | Sport psychology college |
| Sport psychology course | Sport nutrition | Sport fishing |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "bolaml" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
