Selasa, 13 Juni 2006 OLAHRAGA Kino, Selingan Pengusir Ketegangan SALAH satu sudut Hauptbahnhof, stasiun sentral di Frankfurt, yang menarik minat pengunjung adalah sebuah toko berlabel World of Sex (WOS). Dari namanya saja sudah jelas, apa-apa yang ada toko itu. Agar memudahkan pengunjung, ruangan dibagi menjadi tiga bagian. Bagian bawah digunakan khusus para penggemar tarian erotis (striptease).
Ruang tengah berisi koleksi kaset video, vcd dan dvd porno dalam berbagai kategori. Masih di tempat yang sama, digelar majalah dan buku khusus dewasa. Selain itu, tersedia alat-alat seks untuk pria dan wanita. Semua harga pas dan tak boleh ditawar. Ruangan teratas adalah kino, sebuah kamar khusus yang maksimal diisi tiga orang. Di kamar berukuran 2x1 meter itu, pengunjung bisa menikmati tayangan khusus dewasa dalam banyak pilihan judul. Tiket masuk kino 10 euro (Rp 120.000) pada hari libur dan 7 euro (Rp 84.000) pada hari biasa. Toko WOS ditata sedemikian rupa sehingga bisa menarik perhatian orang. Di pintu masuk, seorang perempuan cantik sudah menunggu dan siap memberi keterangan yang dibutuhkan. Di ruangan paling atas pelayanan lebih memikat lagi. Di bar, seorang pramusaji wanita yang berpakaian sangat minim menyambut setiap tamu dengan senyuman. Bahkan, dia tak segan-segan membuka bagian atas pakaiannya ketika suasana semakin malam. Di negara-negara Barat, toko WOS dan sejenisnya banyak bertebaran. Sebagai orang Asia, kino dan semacamnya bisa dijadikan selingan pengusir ketegangan. Setelah seharian ke sana ke mari mencari bahan berita, sesekali ke kino memang terasa menyegarkan. Di WOS pula, seorang penjaga pria tegap bertato menawarkan pelayanan lain. Dia menjanjikan bisa menyediakan ''barang'' pada malam hari selepas pukul 19.00. Saya dan dua teman hanya bisa tersenyum. ''Hati-hati, ingat anak dan istri menunggu di rumah,'' kata seorang teman mengingatkan. Sejak penyakit AIDS menyerang, orang-orang Eropa tak lagi ugal-ugalan dalam seks. Penggunaan kondom menjadi aturan pertama yang mesti dituruti bagi mereka yang ingin coba-coba di dunia prostitusi. Lewat Internet Bagi pria hidung belang, bukan hal sulit untuk mencari ''kenikmatan'' di Jerman. Yang murah dan tempat terjangkau, ada. Mau yang mahal dan pilih-pilih sesuai selera, juga tersedia. Pilihan terakhir itu bisa dijangkau lewat internet. ''Orang-orang Indonesia yang ingin 'kuda putih' biasanya memesan melalui internet. Selain bisa memilih asal negara dan selera, harga bisa langsung disepakati,'' ungkap Doni, seorang mahasiswa asal Jakarta. Dia menjelaskan, jika ingin ketemu langsung bisa melalui dunia gemerlap (dugem). Dengan dugem di diskotek, peluang untuk menjaring ''mangsa'' lebih terbuka. Namun, untuk itu, butuh biaya tambahan buat charge minuman. ''Itu bukan soal susah. Pokoknya kalau ada uang ya nggak masalah. Selama Piala Dunia, jumlah wanita penghibur lebih banyak karena serbuan dari negara-negara tetangga Jerman,'' paparnya. Kalau mau harga yang murah? Doni menyarankan untuk mencari-cari di sekitar Hauptbahnhof. ''Jika beruntung bisa dapat yang bagus,'' tegasnya. Bis bald, cus ... (sampai jumpa lagi, dah ...). (Edi Indarto, dari Frankfurt-22) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Protect your PC from spy ware with award winning anti spy technology. It's free. http://us.click.yahoo.com/97bhrC/LGxNAA/yQLSAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
