Pertandingan antara Prancis dan Swiss berakhir imbang tanpa gol. Penampilan para pemain dari kedua tim kurang bergairah. Nyaris tidak ada peluang berarti untuk menjebol gawang lawan. Inilah partai terburuk sejak pertandingan pembukaan Jumat lalu.
Hasil imbang ini juga semakin memperkukuh dua hasil pertandingan sebelumnya yang dilakukan kedua tim saat mengarungi babak kualifikasi PD 2006 Zona Eropa Grup 4. Di babak pertama, pertandingan yang berlangsung di Stadion Gottlieb-Daimler, Stuttgart, ini berjalan tidak seperti yang diharapkan. Raymond Domenech menerapkan formasi 4-2-3-1, yang berarti memasang stirker tunggal, Thierry Henry yang didukung tiga gelandang menyerang, Franck Ribery-Zinedine Zidane-Sylvain Wiltord, dan dua gelandang bertahan, Claude Makelele dan Patrick Vieira. Sementara, Jacob Koebi Kuhn memasang pola standar 4-4-2 dengan memasang duet striker Alexander Frei dan Marco Streller. Bertanding di bawah sinar mentari yang lumayan terik, kedua tim terkesan tidak mau terburu-buru dan bersikap hati-hati dalam melakukan penyerangan. Baru setelah Prancis mendapat peluang setelah tendangan Vieira hanya membentur mistar gawang Pascal Zuberbuehler, tensi pertandingan mulai sedikit naik. Namun, peluang emas justru didapat Johann Vogel dkk. Di menit ke-24 tendangan bebas gelandang Tranquillo Bernetta yang menyentuh rambut Philippe Senderos hanya membentur tiang gawang Fabian Barthez. Bola rebound yang berusaha ditendang Frei mampu diserobot Eric Abidal. Peluang hampir pasti bagi Prancis tercipta ketika tendangan Henry menyentuh lengan Patrick Mueller di kotak penalti. Namun, wasit Valentin Ivanov dari Rusia yang berdiri tidak jauh dari Henry tidak meniup peluit tanda Mueller handball. Dua kali peluang yang didapat Henry pun gagal membuahkan gol. Penampilan kedua tim di menit-menit awal babak kedua pun nyaris serupa. Selama 20 menit pertama nyaris tidak tercipta satu peluang berarti bagi kedua kubu. Di menit ke-65, Swiss mendapat peluang emas lewat striker cadangan Daniel Gygax. Sundulan pemain Lille yang masuk menggantikan Marco Streller itu mampu dihalau Barthez. Untuk menambah daya gempur, pelatih Raymond Domenech mencoba memasukkan striker MU, Louis Saha di menit ke-70. Tapi, kehadiran striker keling itu masih belum mampu mengangkat permainan Les Bleus. Dalam menit-menit akhir, kedua tim sama-sama memiliki peluang. Umpan Zidane ke kotak penalti mampu disambut Saha yang dengan dadanya mengoper bola ke blind side dimana Vikash Dhorasoo datang menyambut. Sayang tendangan gelandang Paris St Germain hanya menyamping tipis di sebelah kanan Swiss. Sebaliknya, pasukan Kuhn pun berpeluang menjebol gawang Bartez lewat striker Alexander Frei. Sampai wasit Ivanov meniup peluit akhirnya, kedudukan tetap 0-0. Dengan hasil seri ini, kedua tim Eropa tersebut dituntut meraih kemenangan dalam dua pertandingan berikutnya melawan Korea Selatan dan Togo untuk membuka peluang ke babak 16 besar. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/2_TolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
