Jerman Tidak Terkalahkan, Italia Belum Pernah
Kebobolan

Penampilan buruk tim nasional Jerman dalam
pertandingan persahabatan menjelang Piala Dunia 2006
membuat anak asuh Juergen Klinsmann itu tidak
difavoritkan untuk bisa menjadi juara. Bahkan, Ketua
Panitia Piala Dunia 2006 Franz Beckenbauer kerap
mengecam strategi yang digunakan Klinsmann. “Dengan
strategi seperti, Jerman tidak punya peluang untuk
bisa menjadi juara,” kata Beckenbauer usai menyaksikan
Jerman dibantai 1-4 oleh Italia dalam sebuah
pertandingan persahabatan di Florence.

Tim nasional Jerman sempat tertinggal 0-4 terlebih
dahulu sebelum Robert Huth mencetak gol hiburan bagi
Jerman. Itulah kekalahan terbesar Jerman sejak
ditangani Klinsmann pada 2004. Pasca kekalahan
memalukan itu, kritikan terus berdatangan ke diri
Klinsmann. Beckenbauer salah satunya. Ia mendesak
Federasi Sepakbola Jerman untuk segera mengganti
Klinsmann apabila ingin melihat Jerman meraih trofi
Piala Dunia untuk keempat kalinya. Media di Jerman
juga tidak kalah kerasnya. Keputusan Klinsmann untuk
tetap tinggal di California Amerika Serikat ketika
sudah dipilih menjadi pelatih tim nasional Jerman
menjadi sorotan tajam. Klinsmann sempat goyah. Namun,
Federasi Sepakbola Jerman masih memberikan kepercayaan
penuh kepada pria yang fasih berbahasa Inggris dan
Prancis ini.

Saat Jerman mengawali Piala Dunia 2006 dengan
kemenangan 4-2 atas Kosta Rika, kritikan masih tetap
datang. “Pertahanan Jerman masih rapuh,” demikian
salah satu komentar yang dikeluarkan harian terbesar
di Jerman Bild. Padahal, Jerman sudah memperlihatkan
permainan menyerang yang menarik. Namun, tetap saja
masih ada kecaman. Kemenangan 1-0 atas Polandia yang
memastikan Jerman lolos ke babak 16 besar juga belum
membuat puas para pendukung Jerman. Baru ketika Jerman
menang telak 3-0, Klinsmann mulai mendapat pujian.

Para pendukung tim nasional Jerman pun mulai menaruh
harapan besar ketika Jerman dengan mudah menundukkan
Swedia 2-0 di babak 16 besar. Ketika tim favorit
Argentina ditaklukkan melalui drama adu pinalti,
seluruh warga Jerman mulai optimistis, Klinsmann mampu
membawa Jerman meraih trofi Piala Dunia untk yang
keempat kalinya. Kemenangan atas Argentina itu juga
memperpanjang rekor Jerman yang tidak pernah kalah
dalam drama adu pinalti di ajang Piala Dunia.

Calon lawan yang akan dihadapi Jerman di babak
semifinal adalah Italia, tim yang mempermalukan mereka
1-4 di pertandingan persahabatan, tahun lalu. Akan
tetapi, pertemuan kali ini tentu berbeda dengan tahun
lalu. Bek kiri Italia Gianluca Zambrotta mengatakan,
pertemuan kali ini sudah pasti berbeda karena tahun
lalu adalah pertandingan persahabatan sedangkan kali
ini adalah babak semifinal Piala Dunia. Terlebih lagi,
partai antara Jerman melawan Italia akan dilangsungkan
di Dortmund.

Rekor Fantastis

Jerman mempunyai rekor fantastis ketika bertanding di
kota Dortmund. Dari 14 kali pertandingan yang
dilakukan tim nasional Jerman di Dortmund, mereka
mampu menang 13 kali dan hanya satu kali seri. Swiss
menjadi satu-satunya negara yang lolos dari kekalahan
ketika bermain imbang 1-1 pada 1977. Rekor tidak
terkalahkan Jerman di kota Dortmund sudah bertahan
selama 71 tahun. Untuk mengalahkan Jerman, Italia
harus bisa melakukan hal itu dalam 90 menit atau 120
menit. Apabila pertandingan dilanjutkan dengan adu
pinalti, keuntungan tetap berada di pihak Jerman.
Sejarah menunjukkan, Jerman selalu beruntung dalam
setiap drama adu pinalti yang mereka lakukan di Piala
dunia. Contoh terakhir terjadi di semifinal Piala
Dunia 1990 ketika Jerman menundukkan Inggris melalui
adu pinalti. Belum lagi dukungan para pendukung yang
akan memadati stadion di Dortmund. Hal ini akan
menambah beban mental para pemain Italia.

“Para penonton di Dortmund sangat fenomenal,” kata
pemain tengah Jerman Tim Borrowski. “Mereka adalah
pemain ke-12 tim nasional Jerman,” kata pemain yang
menggantikan Michael Ballack di pertandingan pembuka
Piala Dunia 2006. 

Menghadapi Italia, Juergen Klinsmann tidak mempunyai
masalah dengan cidera pemain. Seluruh pemain intinya
bisa dipastikan fit untuk tampil melawan Italia.
Miroslav Klose, penyerang Jerman yang sudah mencetak
gol, juga dipastikan turun pada petandingan melawan
Italia. Pemain yang memperkuat Werder Bremen ini sudah
pulih dari cidera yang dialaminya saat menghadapi
Argentina di babak 8 besar. 

Tradisi 12 tahun

Apabila Jerman tidak pernah kalah ketika bertanding di
Dortmund, Italia juga mempunyai catatan tersendiri.
Italia selalu bisa tampil di final Piala Dunia dalam
rentang waktu 12 tahun sekali sejak 1970. Di final
Piala Dunia 1972, Italia kalah dari Brazil. Selang 12
tahun kemudian, Italia keluar sebagai juara dunia
dengan mengalahkan Jerman Barat 3-1. pada 1994, Italia
kembali lolos ke partai pamungkas sebelum akhrnya
takluk di tangan Brazil melalui drama adu pinalti.
Apabila Italia bisa menundukkan Jerman, maka mereka
melanjutkan tradisi selalu lolos ke final Piala Dunia
setiap 12 tahun sekali. Menghadapi Jerman, Italia
sudah dipastikan tidak akan diperkuat Alessandro Nesta
yang masih cidera. Sedangkan Marco Materazzi kembali
akan mendampingi Fabio Cannavaro sebagai bek tengah
setelah selesai menjalani hukuman kartu merah. Italia
juga mempunyai pertahanan yang bagus. Belum ada satu
pemain lawan pun yang berhasil menjebol gawang
Gianluigi Buffon. Satu-satunya gol yang bersarang di
gawang Buffon justru melalui gol bunuh diri Zaccardo
saat Italia bermain imbang 1-1 dengan Amerika Serikat
di babak penyisihan. Bukan hal yang mudah bagi
Miroslav Klose dan Lukas Podolski untuk menaklukkan
Gianluigi Buffon di bawah mistar Italia. Pertahanan
berlapis Italia sudah terbukti sulit ditaklukkan
penyerang lawan di Piala Dunia 2006. (ddr)








__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Great things are happening at Yahoo! Groups.  See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke