laurent blanc nya udah pensiun sih om
yang suka nyiumin kepalanya barthez kan dia

d3ri



From: "derry" <[EMAIL PROTECTED]>

yaa...begitulah
matrasi layak menjadi man of the match tadi malam
dengan 2 assist dan 1 gol...
satu assist untuk penalty zidane
satu assist untuk red card zidane
satu gol ke gawang barthez...

ritual yg ditinggalkan prancis adalah tradisi penciuman gundul si 
barthez...makanya semua penalty
masuk gak satupun yg bisa ditepis...

bye zizou you're a real maestro of football, the legend...


++++

The_Eddo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Rekans,

  Setitik tandukan rusakkan pesona sebelanga.  Zinadine Zidane adalah manusia 
pesepakbola paling
seimbang, bila berlebihan untuk dikatakan sempurna, setidaknya sebelum final PD 
2006 memasuki menit
112.
  Mengakhiri karir sebagai maestro di klub tenar dunia, Real Madrid, Zidane 
sudah mengecap nikmatnya
mengangkat berbagai gelar bergengsi yang mungkin diraih seorang pesepakbola, 
baik di level klub
maupun negara.  Selain memiliki teknik yang layak disebut 'the real jogo 
bonito' , yang mengagumkan
dari muslim taat ini adalah kebijaksanaannya dalam bersikap, di dalam maupun di 
luar lapangan.
Keseimbangan skill dan mentalitas plus pengalaman inilah yang membebatkan ban 
kapten tim Les Blues
ke lengannya, dan membuat jutaan penggila bola mengidolakannya
  Namun, jutaan penggila bola itu juga yang akhirnya terhenyak ketika sisi 
manusiawi seorang Zidane
terusik, menunjukkan sisi gelapnya.  Tak jelas sebabnya, playmaker kawakan itu 
menanduk rival asal
Italinya, Marco Materazzi.  Dan kartu merah itu bukan hanya menenggelamkan asa 
rekan-rekannya dalam
menghadirkan gelar juara dunia ke dua bagi Prancis, tapi juga menitikkan 
setetes tuba dalam
sebelanga pesona dirinya yang dikagumi dunia.  Ironis, terlebih Italia vs 
Prancis adalah partai
perpisahannya dengan tim nasional.
  Apa mau dikata bila susu memang harus menjadi tuba pada akhirnya.  Paling 
tidak, jutaan penggila
bola tersebut di atas menyadari bahwa Zidane (dan bintang lapangan hijau 
lainnya) adalah manusia
biasa, yang kodrati untuk juga khilaf.  Pesepakbola bukan dewa untuk dipuja, 
walau atraksinya kadang
menghadirkan kekaguman luar biasa.  Dan pesepakbola juga layak diperlakukan 
sebagai manusia biasa.

  Good bye Zidane, welcome to be the real man!



                      Derry Hendra Gusta
  http://www.formulabisnis.com/id-vitho07cantona













---------------------------------
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger's low  PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]




HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat
[EMAIL PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links










HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke