London - Kalaulah Holywood yang menulis skrip karir Zinedine Zidane, maka 
dipastikan Prancis akan memenangkan Piala Dunia, Zidane menjadi bintang 
pertandingan, mencetak gol kemenangan, menjadi pemain terbaik Piala Dunia, 
dan scene ditutup dengan ia membawa Piala Dunia berjalan menuju Champ 
Elysees saat sore temaram.

Status kebintangan Zidane tak diragukan lagi berhak untuk mendapatkan 
akhir karir yang romantis seperti itu.

Ia membawa Prancis menjadi juara dunia tahun 1998, juara Eropa tahun 2000. 
Di tingkat klub bersama Juventus dan Real Madrid ia meraih semua piala 
yang ada di semua tingkatan. Ia juga menjadi pemain terbaik dunia hingga 
tiga kali. Tak ada satupun pemain dunia, tak juga Pele maupun Diego 
Maradona, yang mendekati tingkat kesuksesan Zidane.

Hampir saja skrip model Holywood benar-benar terwujud. Tetapi satu detik 
aliran darah yang berlebihan ke kepala Zidane menghanguskan semua itu. 
Entah dengan alasan apa ia menubrukkan kepalanya ke dada Marco Materazzi. 
Dan ditutuplah karir gemilang Zidane dengan kartu merah, serta Prancis 
kalah dari Italia lewat adu penalti.

Bagi mereka yang mengikuti karir Zidane dari dekat, apa yang dilakukannya 
bukanlah sesuatu yang mengejutkan.Materazzi bukanlah korban pertamanya. 
Zidane memang mempunyai sisi gelap.

Yang paling diingat orang tentulah ketika di sebuah pertandingan Piala 
Champions tahun 2000 saat Juventus bertemu Hamburg ia mengantukkan 
kepalanya ke Jochen Kientz hingga yang belakangan ini berdarah-darah. 
Iapun dihukum larangan bertanding lima kali.

Seorang penyanyi Prancis, Jean Louis Murat, pernah berkomentar: "Tak 
seorangpun yang bisa mengerti apakah Zidane seorang malaikat atau iblis. 
Senyumnya seperti orang suci tetapi seringainya seperti pembunuh."

Dan entah apakah ini ciri pemain besar, ia menerima aturan dunia luar, 
tetapi pada saat bersamaan tidak akan merasa berdosa untuk melanggarnya. 
Contoh terbaru adalah ketika ia tertangkap basah dengan santainya merokok 
menjelang pertandingan melawan Portugal. Padahal ialah salah satu tokoh 
kampanye anti rokok tahun 2002.

Zidane memang sebuah enigma. Dan orang lantas menunjuk kepada latar 
belakang saat ia tumbuh remaja sebagai sebabnya.

Zidane dibesarkan di La Castellane, sebuah pemukiman kumuh atau ghetto di 
Marseille Utara yang dikenal keras dan terbelakang. Ayahnya, bukan dari 
mayoritas Arab tetapi Berber, berimigrasi ke daerah ini dari Kabylie di 
Aljazair tahun 1960-an. 

Ayahnya dituduh seorang Harki atau orang Aljazair yang berperang untuk 
Prancis dalam upayanya meredam tuntutan kemerdekaan Aljazair. Pendeknya 
pengkhianat untuk orang Aljazair.

Ia harus terus membela diri bahwa ayahnya bukanlah seorang harki hingga ia 
akhirnya setelah menjadi pahlawan Prancis diPiala Dunia harus mengeluarkan 
pernyataan untuk membantahnya. "Ayah saya orang Aljazair, tidak pernah 
berperang melawan negerinya sendiri. Dan saya bangga akan statusnya 
sebagai orang Aljazair."

Ia belajar bermain sepakbola di lapangan di pusat kota La Castellane. 
Dengan lingkungan yang keras ia harus belajar untuk melindungi diri di 
lapangan permainan yang kadang menjadi brutal. Seorang teman masa kecilnya 
selalu mengingat Zidane sebagai anak kecil sederhana yang yakin akan 
selalu menang.

Ketika untuk pertama kalinya ia dikontrak AS Cannes saat berusia 16 tahun, 
tugas pertamanya selama beberapa minggu pertama adalah membersihkan sepatu 
dan kamar ganti pemain, sebagai hukuman karena memukul lawan yang mengejek 
asal muasalnya yang dari ghetto. Zidane sangat peka untuk persoalan yang 
satu ini.

Sejak awal kemunculannya di lapangan bola, Zidane selalu mengundang rasa 
hormat. Visinya di atas rata-rata, fisiknya sangat kuat, kontrol bolanya 
begitu mematikan, gerakannya sangat indah, skil bolanya membuat lawan 
terpana dan rekan satu timnya bermimpi.

Melihat Zidane bermain seperti melihat keanggunan seorang penari, itu kata 
pemain seperti Maradona, Pele, Platini hingga ke Beckenbauer. "Kalau 
melihat Zidane bergerak ke arahmu dengan bola di kaki, cepat-cepat buat 
tanda salib di mukamu," kata gelandang Italia, Gennaro Gattuso.

Zidane seorang ekstrovert di lapangan. Tetapi di luar lapangan bola, ia 
sangat tertutup. Teman-temannya di Juventus masih mengingat pribadinya 
yang menutup diri dari perempuan, mobil dan kehidupan malam di Turino.

Dunia Zidane memang seperti sebuah tarik menarik yang tiada habisnya. 
Antara di dalam lapangan dan luar lapangan, antara apa yang dianggapnya 
ideal dan yang harus dihindari, antara harapan dan kenyataan.

Setiap kali ia masuk ke lapangan bola, orang menonton untuk mengagumi 
gerakannya, visinya dan keanggunannya. Di luar lapangan orang ingin 
memujanya tetapi mungkin yang diinginkan hanyalah kembali ke Marseille, 
tempat yang ia akui sangat dicintainya.

Setiap kali ia masuk lapangan untuk Prancis, ia adalah harapan seluruh 
warga Prancis. Tetapi begitu pertandingan selesai bukanlah rahasia apabila 
ada kalangan yang menyebutnya dengan nada merendahkan Zidane hanyalah 
keturunan Prancis-Aljazair.

Saat final Piala Dunia berlangsung entahlah apa yang ada di benak Zidane 
sehingga bertindak seperti yang kemudian kita lihat ia lakukan terhadap 
Materazzi.

Mungkin ada sesuatu yang dikatakan Materazzi yang menyinggung Zidane? 
Mungkin Zidane menganggap aturan normal tak berlaku buat dirinya? Mungkin 
ia ingat permainan brutal di La Castellane diwaktu kecil? Atau mungkin 
sebagai keturunan Prancis Aljazair ia bosan menjadi harapan dan pahlawan 
Prancis yang sering merendahkannya? Entahlah.



Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke