UPDATE: Kubica disqualified karena mobilnya underweight just 2kgs! Massa
promoted to 7th, Schumi to 8th.

Ada yang bisa lebih dramatis dibanding GP Hongaria?
Yang paling dekat pastilah GP Brasil 2003. Tapi kalau dari sisi
roller-coaster untuk perebutan titel dunia, Hungaroring 2006 benar-benar
dramatis. Ada banyak kesamaan antara Interlagos 2003 dan Hungaroring 2006.
Pertama, ban. Kedua, hujan. Ketiga, new winner.

Masalah 1 dan 2 berkaitan. Justru gara-2 kasus Interlagos 2003 itu
regulasi untuk ban di trek basah dipakai hingga kini. FIA waktu itu secara
dramatis memutuskan ban di lintasan basah ditentukan di awal. Jadi gak
peduli hujan mau lebat atau cuma gerimis, pokoknya ban harus ditentukan di
awal. Kalau ternyata gerimis, tapi ban yang dipilih wet, ya semua harus
wet. Kalau ternyata hujan deras tapi ternyata chosen tyre adalah
intermediate, ya terima juga risikonya. Di Interlagos waktu itu terjadi
skenario kedua, di mana ban intermediate terpilih tapi hujan amat deras.
Jadilah lomba kacau balau. Akhrnya lahirlah masalah ketiga, new winner. Di
Interlagos waktu itu Fisichella mengecap manisnya menang setelah melewati
111 GP. Di Hungaroring, Button sedikit lebih banyak melewati GP, 113, baru
akhirnya bisa menang.

CHAMPIONSHIP ROLLER-COASTER
Alonso vs Schumi kini bukan hanya terjadi di atas trek, tapi juga di luar
itu. Hungaroring memberikan drama yang membuat emosi kita terkuras
dibuatnya...
Jumat
Pada free practice, Alonso merasa tidak suka dengan tingkah laku Robert
Doornbos (Red Bull) di trek. Ia pun sengaja memperlambat mobilnya di depan
mobil Doornbos akibat kesal. Itu pelanggaran pertama. Lalu, Alonso pun
menyusul ketika bendera kuning dikibarkan yang sebenarnya terlarang untuk
melakukan itu. Untuk masing-masing pelanggaran, Alonso dikenai penalti 1
detik, sehingga menjadi 2 detik, yang ditambahkan pada lap time-nya di
setiap sesi kualifikasi.
Sabtu
Pada free practice, mesin mobil Jenson Button (Honda) meledak. Sesi
dihentikan (red flag). Menurut autosport.com, Alonso lantas sengaja
memperlambat mobilnya, yang membuat Robert Kubica (BMW) ikut melambat,
tapi tidak untuk Schumi. Schumi terpaksa menyusul kedua pembalap tersebut.
Menyusul saat bendera merah adalah terlarang, Schumi pun kena penalti 2
detik yang ditambahkan pada lap time-nya di setiap sesi kualifikasi.
Sesi kualifikasi 1 (Alonso dan Schumi lolos ke 16 besar):
Schumi 1:19,440 (+2 detik) = 1:21,440 (posisi 12)
Alonso 1:19,792 (+2 detik) = 1:21,792 (posisi 15)
Sesi kualifikasi 2 (Alonso dan Schumi gagal ke 10 besar):
Schumi 1:18,875 (+ 2 detik) = 1:20,875 (posisi 12)
Alonso 1:19,364 (+ 2 detik) = 1:21,364 (posisi 15)
Sesi kualifikasi 3: Kimi Raikkonen (McLaren) menempati pole position.
Schumi lantas naik ke posisi start 11 karena Button (start 4) mundur 10
titik akibat mengganti mesin. Alonso tetap di 15.

Minggu
Poin sebelum lomba: Alonso 100, Schumi 89 (+11)
Karena trek basah, Alonso memilih ban Michelin intermediate sedangkan
Schumi Bridgestone wet berkompon hard untuk lomba.
Lap 1: Dua2nya start bagus, Schumi melonjak ke urutan 4, Alonso 6
Poin: Alonso 103, Schumi 94 (+9)

Lap 3: Schumi 4, Alonso 5
Poin: Alonso 104, Schumi 94 (+10)

Lap 4 Alonso menyusul Schumi: Alonso 4, Schumi 5
Poin: Alonso 105, Schumi 93 (+12)

Lap 5 Barrichello (ketiga) pit stop: Alonso 3, Schumi 4
Poin: Alonso 106, Schumi 94 (+12)

Lap 7 Schumi bermasalah pada ban, ia disusul Button: Alonso 3, Schumi 5
Poin: Alonso 106, Schumi 93 (+13)

Lap 16 Pedro de la Rosa (McLaren, kedua) pit stop: Alonso 2, Schumi 5
Poin: Alonso 108, Schumi 93 (+15)

Lap 17 Akibat Schumi bersenggolan dengan Fisichella, ia masuk pit untuk
mengganti sayap depan yang rusak. Kimi Raikkonen (McLaren, pertama) masuk
pit juga: Alonso 1, Schumi 9
Poin: Alonso 110, Schumi 89 (+21)

Lap 24 Alonso meng-overlap Schumi yang terus bermasalah pada bannya:
Alonso 1, Schumi 8
Poin: Alonso 110, Schumi 90 (+20)

Lap 25 Raikkonen (posisi 2) menabrak Vitantonio Liuzzi (Toro Rosso):
Alonso 1, Schumi 7
Poin: Alonso 110, Schumi 91 (+19)

Lap 45 Setelah trek mengering dan Schumi sudah memakai ban intermediate,
ia perlahan naik
posisi: Alonso 1, Schumi 5
Poin: Alonso 110, Schumi 93 (+17)

Lap 51 Alonso melakuan pit stop kedua, mengganti bannya menjadi ban
kering. Tapi ia lalu
mengalami kerusakan pada mur yang tak menempel kencang di ban sehingga
harus berhenti berlomba. De la Rosa (ketiga) masuk pit, Button memimpin
lomba: Schumi 3, Alonso out.
Poin: Alonso 100, Schumi 95 (+5)

Lap 56 Nick Heidfeld (BMW, posisi 2) masuk pit: Schumi 2
Poin: Alonso 100, Schumi 97 (+3)

Lap 67 Di trek kering Schumi dengan masih menggunakan ban intermediate tak
kuasa melawan de
la Rosa dan Heidfeld yang memakai ban kering. Ia lalu mengalami kerusakan
mekanis (track-rod) dan berhenti berlomba. Alonso out, Schumi out.
Poin: Alonso 100, Schumi 89 (+11)

Lap 70 Button menang. Tak lama kemudian Kubica (BMW) didiskualifikasi dari
finis ke-7. Massa naik keurutan 7. Alonso out, Schumi 8.
Poin: Alonso 100, Schumi 90 (+10)

Benar-2 kayak roller-coaster. Kubu Alonso dan Renault sempat
berbunga-bunga ketika di lap 17 Alonso leading dan Schumi out of points.
Gap +21 terbayang di mata. Sebaliknya, kubu Schumi dan Ferrari tak kalah
mesam-mesem ketika Alonso out dan Schumi hanya dipisahkan Button dari
victory. Gap +3 (terbayangkah ini...dari tadinya kemungkinan +21 menjadi
hanya +3???) tentu memperjelas perjuangan mereka selama ini tidak sia-sia!
Tapi, racing punya kuasa. Nothing certain. Schumi toh akhirnya harus
retired dan gap sempat kembali ke selera asal, +11, sebelum ia beruntung
dapat poin tambahan karena kasus underweight Kubica.

NO BUT, BUTTON!
Peraih poin termuda itu tak menyangka harus menunggu sampai 113 GP untuk
menang. Dia pun tak perlu lagi berkeluh kesah setiap kali dulu ia gagal.
"Tapi...", "Seandainya...". Ya no more but and ifs. Pembalap Inggris asli,
bukan Inggris Raya, yang terakhir menang adalah Johnny Herbert (Stewart)
di GP Eropa 1999.
Kemenangan Button memang sensasional. Diawali dari mesin yang rusak di
free practice Sabtu. Ia dapat grid 4, tapi mundur ke 14 akibat ganti
mesin. Terus di lomba dia bersama pemakai Michelin ramai-2 menyerbu
Bridgestone yang keteteran dengan pilihan ban basah hard. Ketika satu per
satu sesama Michelin rontok, Kimi, Alonso, Button pun melenggang
sendirian. Kalaupun Alonso tak mengalami masalah pada mur di bannya,
Button tetap akan tak terhadang. Dia terlalu kencang di Hungaroring.
Yang lebih hebat, kemenangannya dari grid 14 itu menempatkan dia di
barisan Top 10 great win. Uniknya, dia menyamai rekor Herbert yang juga
tahun 1999 itu menang dari grid 14. Dua orang lain yang menang dari grid
14 adalah Alan Jones GP Austria 1977 (Shadow-Ford) dan Olivier Panis GP
Monako 1996 (Ligier-Mugen Honda).
Yang menarik, pas Button menang, sang test driver Honda, Anthony Davidson,
memandu jalannya lomba dari Global (ITV). Davidson ikut2-an nervous karena
dia yang menentukan ban jenis apa yang bakal dipakai Button untuk lomba
dan itu berhasil!

TYRE WAR
Michelin (Renault, McLaren, Honda, Red Bull, BMW, Toro Rosso)
Bridgestone (Ferrari, Toyota, Williams, Midland, Super Aguri)
Dunia sudah terbalik, Michelin dulu jago di suhu panas, Bridgestone di
cuaca hujan. Kini kebalikannya. Faktor kehebatan Michelin terlihat dengan
begitu mudahnya pembalap2 mereka melewati Renault, sampai bahkan Fernando
Alonso meng-overlap Schumi yang masih kondang sebagai rainmaster!
Kehebatan Michelin adalah ketika mereka menggunakan ban intermediate
(soft) untuk lomba, di mana Schumi disinyalir menggunakan ban wet (plus
hard) dan rata-rata pembalap Bridgestone lain menggunakan ban intermediate
hard.
Memasuki lima seri terakhir kedua kubu jadi sama2 punya PR: Bridgestone
untuk hujan, Michelin untuk panas.

TEAM BY TEAM
RENAULT
1 Alonso
2 Fisichella
First DNFs for both cars. First DNF juga buat Alonso sejak GP Kanada tahun
lalu. Tambahan satu poin yang didapat Schumi mungkin kecil, tapi itu pasti
jadi pemikiran panjang Alonso karena di lima seri tersisa ini segalanya
masih mungkin terjadi. Ia pun pernah bilang dapat bonus 1 poin di Indy dan
Hockenheim amat bernilai. Di trek basah Alonso jadi bintang Hungaroring
sebelum problem saat trek mengering.

McLAREN
3 Kimi
4 Pedro
Penampilan gemilang Pedro, diimbangi sedikit keteledoran Kimi. Dari
berbagai sisi, cuaca terlihat lumayan cerah untuk menghindari terjadinya
tabrakan. Saat itu memang terlihat masih mungkin menghindari tabrakan
dengan Liuzzi. Sebaliknya bagi Pedro, ia diberi kesempatan berlomba sampai
GP Italia. Runner-up, wheel-to-wheel lalu menyusul Schumi apa pun
kondisinya, tetap jadi nilai plus.

FERRARI
5 Schumi
6 Massa
Massa tadinya dianggap nothing, api kemudian jadi savior. Di awal lomba
dia benar2 gak bisa apa2 dengan segala kondisinya. Fastest lap yang
dibuatnya, plus finis ke-7 (setelah diskualifikasi Kubica), membuat
Ferrari kini hanya tertinggal 7 angka dari Renault di klasemen
konstruktor.

TOYOTA
7 Ralf
8 Trulli
Kebalikan dari Honda, sekarang dalam tren menurun. Faktor ban ikut
berpengaruh, tapi meledaknya mesin Trulli adalah murni PR Toyota.

WILLIAMS
9 Webber
10 Rosberg
Poor weekend. Dua pembalap DNF memang ada andil Bridgestone, tapi mereka
keluar terlalu dini. Webber di lap 2 dan Nico di lap 20.

HONDA
11 Rubens
12 Button
Pesta besar!!!!! Well done.

RED BULL
14 DC
15 Klien
Old soldier dapat poin. DC sebenarnya so-so, tapi dia tahu kesabaran
adalah kunci kalau mau dapat poin di kondisi trek kayak Hungaroring.

BMW-SAUBER
16 Heidfeld
17 Kubica
Bintang baru telah lahir dan Villeneuve mungkin akan kehilangan kursi
hingga akhir musim. Kubica outqualified Heidfeld, terus sempat beberapa
jam merasakan dua poin hasil finis ke-7 sebelum mobilnya dinyatakan
underweight. Heidfeld juga jadi bintang, karena naik podium tetaplah
memuaskan walau ia bukan kali ini merasakannya.

MF1
18 Monteiro
19 Albers
Kedua pembalap sebenarnya sama2 +3 lap dari Button, seperti halnya Schumi.
Cuma, Schumi terklasifikasi di urutan 9, Monteiro 10, dan Albers 11. Andai
Monteiro di urutan 9, tentu ia dapat bonus poin.

TORO ROSSO
20 Liuzzi
21 Speed
Liuzzi sudah discuss insiden sama Kimi, case closed. Hadiah ultah ke-26
spesial: ditabrak dari belakang! Speed kocak, di radio ada permintaan
minta ban kering. Ketika diganti ternyata gak cocok, ganti ban
intermediate lagi. Walaah...

SUPER AGURI
22 Takuma-san
23 Sakon-san
Ikut berbahagia karena kakak mereka, Honda, merayakan kemenangan pertama
Button.

from many sources,
arief k.


HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke