Calciopoli dari Masa ke Masa
Doni Wahyudi - detikSport
Jakarta - Tahun 2006 sepakbola Italia diguncang skandal Calciopoli. Sejarah
mencatat skandal, suap, dan pengaturan pertandingan manjadi penyakit yang sulit
diobati dari sepakbola.
Entah sejak kapan pengaturan pertandingan menjadi benalu di sepakbola. Yang
pasti untuk melihat skandal pertama yang tercatat dalam sejarah kita harus
menengok jauh ke belakang, tepatnya tahun 1927.
Saat itu di akhir musim 1926/1927 Torino akhirnya bisa merasakan gelar juara
Seri A mereka yang pertama. Sayang perayaan tersebut tak berlangsung lama,
pasalnya berdasarkan artikel di sebuah suratkabar FIGC kemudian melakukan
penyelidikan karena tercium adanya praktek suap.
Benar saja. Tim penyelidik menemukan bukti kalau Torino menyuap pemain belakang
Juventus Luigi Allemandi sebesar 50 ribu Lira dalam sebuah partai derby yang
akhirnya dimenangkan Torino 2-1. Pengadilan kemudian menjatuhkan sanksi
pencabutan gelar Torino, sementara Allemandi dihukum larangan bertanding seumur
hidup.
Skandal besar kedua yang menerpa Seri A terjadi tahun 1980 yang membuat AC
Milan dan Lazio terdegradasi ke Seri B. Presiden Milan, Felice Colombo dan
beberapa pemain dari berbagai klub yang berbeda ditahan karena terlibat
pengaturan pertandingan dan judi ilegal.
Atas keterlibatan dalam skandal yang kemudian dikenal dengan nama Totonero itu
Colombo dihukum larangan berkecimpung di dunia sepakbola seumur hidupnya.
Sementara beberapa pemain termasuk pahlawan Azzurri di Piala Dunia 1982, Paolo
Rossi dihukum larangan bertanding dengan durasi yang berbeda-beda.
Tahun 1993 nama Bruce Grobbelaar ramai menghiasi banyak media massa di Inggris.
Harian The Sun menuduh kiper Liverpool itu menerima bayaran 40 ribu
poundsterling dari Newcastle United dalam sebuah pertandingan di mana The Reds
kalah 0-3 atas The Magpies.
Grobbelaar sempat dua kali diajukan ke meja hijau. Namun juri pengadilan tak
mampu mencapai kesepakatan untuk memutuskan kiper kelahiran Afrika Selatan itu
bersalah.
Di tahun yang sama skandal juga menguncang Liga Utama Prancis. Sukses menjadi
tim Prancis pertama meraih tropi Liga Champions, Olympique Marseille tersandung
masalah di negeri sendiri. Berdasar hasil penyelidikan diketahui kalau presiden
mereka saat itu, Bernard Tapie, menyuap klub Valenciennes FC untuk memuluskan
langkah OM menjadi kampiun Liga Prancis.
Atas kasus tersebut OM harus merelakan gelarnya dicabut, sementara Tapie harus
mendekam dalam bui. Sejak skandal tersebut marseille belum lagi menjadi juara
Liga Prancis.
Sebenarnya masih banyak skandal-sakndal dan kasus serupa di berbagai kompetisi
di seluruh dunia. Misalnya yang dialami kiper Bristol Rovers, Esmond Million di
tahun 1963, Genoa yang terdegradasi ke Seri C1 tahun 2005, kasus wasit Edilson
Pereira de Carvalho di Liga Brasil dan Robert Hoyzer di Liga Jerman.
(din)
[Non-text portions of this message have been removed]
HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.
==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL
PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/bolaml/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/