ah...nggak rubbish kok... ceritanya bagus mang cocok banget ama morinyo dasarnya elu aja yg chelski boy.. kekeke..
+++ Ari Muladi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Coba baca baik2 tulisan Isma Savitri ini. Rubbish!!! Cuma dugaan pribadi saja. Cocoknya dia jadi wartawan Pos Kota. Bisa-bisa besok dia nulis pemain Pool bakalan gendut semua seperti Benitez, pemain Arsenal bakalan kurus semua seperti Wenger, atau pemain MU bakalan tua semua seperti Ferguson. Ari Chelski -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Yonas Sent: Monday, August 07, 2006 3:05 PM To: [email protected] Subject: [BolaML] Pemain Chelsea Bakalan Berambut Cepak Semua ? Minggu, 06 Agustus 2006 OLAHRAGA "Ideologi Baru" dari Jose Mourinho SEBAGIAN dari kita mungkin kaget dan geli melihat penampilan baru arsitek Chelsea, Jose Mourinho. Rambut tebal dan ikalnya yang "Mourinho banget" dipangkas habis. Sekarang rambutnya bros, mirip bintang film Indonesia - Fauzi Baadilla. Kalau dengan potongan rambutnya yang dahulu Mourinho terlihat lumayan kalem, sekarang berkesan lebih muda, tetapi juga tampak sangar. Model baru itu terasa pas dengan karakternya yang angkuh, arogan, dan amat percaya diri. Muda, dinamis, sensasional, ambisius, kaya inovasi, dan berprestasi. Itulah Jose Mourinho, warga Portugal yang sukses di tanah Inggris. Usianya yang kepala empat termasuk muda untuk ukuran pelatih. Tetapi soal prestasi, dia mengungguli pelatih-pelatih yang lebih senior. Siapa yang mengelak, jika dia (dan Roman Abramovich tentunya) memang sanggup meniupkan angin segar ke tubuh Chelsea? From nothing to everything, from zero to hero? Arogansinya kentara kala melancarkan perang kata-kata dengan para rivalnya. Psy war bahkan sudah dia mulai jauh sebelum kompetisi Liga Inggris periode ini bergulir. Dengan acuh ia mengatakan, saingan beratnya tahun ini "hanyalah" Manchester United (MU) dan Arsenal. Sosok Mourinho selama ini memang terkesan sering mencari musuh. Dia tak pernah segan mengumbar celaan, pujian, dan ketidaksukaan kepada siapa dan apa pun. Mourinho gemar bersensasi. Kalau di buku-buku cerita silat, si tokoh sakti biasanya punya kebiasaan aneh dan sedikit "gila", seperti itulah Mourinho. Dia seorang jenius, seorang "sakti" yang "gila". Sejak masih menjadi pelatih FC Porto, dia sudah membuat Alex Ferguson geregetan. Bergabungnya Mourinho ke pentas Liga Inggris bukannya menghapus permusuhan masa lalu dengan Fergie. Justru makin menjadi. Daftar musuhnya bertambah karena mengeluarkan banyak lontaran pedas yang memerahkan kuping coach Arsenal Arsene Wenger. Hubungan Wenger dan Fergie yang sebenarnya kurang begitu baik pun sempat "dikompakkan" karena merasa senasib; sama-sama dibuat "panas" oleh ulah Mourinho. Dan kini da berulah lagi. Komentarnya di media pascamodel rambut baru, mungkin saja membuat beberapa pemainnya kebat-kebit. Pelatih berusia 43 tahun itu mengatakan, dia lebih menyukai pemainnya tampil rapi seperti dirinya dengan rambut cepak! Ingin Jadi Panutan Mourinho ingin model rambutnya dijadikan panutan oleh para pemain. Army look ini dipilih karena dia menganggap rambut cepak membuat praktis dan rapi. Lucu juga membayangkan para pemain Chelsea berlatih bersama, berlarian di lapangan dengan kepala berambut bros. Dua pemain baru yang didatangkan ke Stamford Bridge, Andriy Shevchenko dan Michael Ballack memang tidak gondrong seperti Didier Drogba. Tetapi mereka juga bukan pemain yang suka tampil rapi. Selama pertandingan, Ballack bahkan selalu cuek. Rambut hitamnya yang lumayan panjang sering acak-acakan. Dia pun jarang memasukkan kausnya ke celana. Setelah bergabung ke Chelsea, bukan tak mungkin kedua pemain baru itu akan menyesuaikan diri dengan disiplin ala Mourinho. Bagaimana pula reaksi para pemain gondrong macam Carvalho maupun Drogba? Maukah mereka mencepakkan rambut demi "ideologi" sang pelatih? Haruskah ciri khas dan gaya mereka dikalahkan oleh sistem disiplin Mourinho? Disiplin potong rambut sudah pernah diterapkan oleh pelatih Argentina Daniel Passarella, dan pelatih Inggris Glenn Hoddle di Piala Dunia 1998. Fernando Redondo memilih untuk menyingkir dari skuad karena menolak potong rambut. Gabriel Batistuta lebih mau kompromi dengan merapikan rambut tanpa harus memangkasnya habis. Potong rambut merupakan satu dari sekian banyak ekspresi disiplin pelatih. Ada yang memilih menerapkan pola latihan dengan menomorsatukan fisik seperti Guus Hiddink, atau melarang seks prapertandingan ala beberapa pelatih Eropa dan Amerika Latin. Jika Mourinho jadi mewajibkan tiap pemainnya berambut pendek, itu akan menjadi hal baru di Liga Inggris. Apakah rambut cepak akan memberi pengaruh pada motivasi bertanding para pemainnya, atau itu "bahasa" Mourinho agar anak buahnya selalu ingat bahwa dia sepenuhnya memegang kendali tim? Kalau dikaitkan dengan disiplin, bukankah Ronaldinho yang gondrong malah lebih santun dari si bengal Paolo di Canio yang berambut mirip Mourinho? (Isma Savitri-22) --------------------------------- How low will we go? Check out Yahoo! Messengers low PC-to-Phone call rates. [Non-text portions of this message have been removed] HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
