ROUND 14 - 27/08/2006 - TURKEY, ISTANBUL -- anti-clockwise
Circuit length: 5,338 km
Race distance: 58 laps (309,356 km)
Qualifying: 18.00 WIB --- live Global/Star Sports
Start: 19.00 WIB --- live Global/Star Sports

Bicara trend, Schumi jelas bisa mengungguli Alonso. Di 4 seri sebelum Istanbul, 
dia memotong keunggulan Alonso sebanyak 15 poin, dari 25 menjadi 10. Bila trend 
itu berlanjut, maka dia akan memimpin klasemen menjelang seri terakhir di 
Brasil. Tapi F-1 tak semudah perkiraan di atas kertas. Keunggulan Schumi di 4 
seri terakhir terletak pada ban Bridgestone dan tentu saja sasis 248 F1 yang 
kompetitif. Sebaliknya, Alonso terkendala pada terlenanya Michelin dan sekali 
salah pasang suspensi belakang. Mass damper yang secara resmi telah dinyatakan 
ilegal oleh Pengadilan Banding FIA tampaknya tak akan berpengaruh banyak 
terhadap penampilan Alonso dan Renault, mengingat dengan alat ini mereka pernah 
berjaya, sekaligus pernah pula keok. 

Kalau tidak hujan, Istanbul pasti akan lebih menguntungkan Schumi. Patokannya 
adalah hasil balapan sebelum Hungaroring. Bahkan bila melihat hasil kualifikasi 
Hungaroring di mana trek kering, Schumi bisa 0,3 sampai 0,5 detik per lap lebih 
cepat dibanding Alonso. Ini membuktikan betapa dahsyatnya kekuatan 
Schumi-Ferrari-Bridgestone bila hari Minggu lomba tak diguyur hujan. Tapi 
kemudian, dengan fakta tak boleh ada tes selama tiga pekan terakhir untuk 
pengembangan, bisa jadi mobil akan berlaku statis selepas Hungaroring. 
Pengembangan yang mereka lakukan di pabrik sifatnya bersifat on paper, belum 
terbukti di atas trek. 
Bila Renault dan Michelin berjalan seirama dalam mengembangkan mobil mereka, 
mestinya di Istanbul mereka akan berjaya. Trek ini punya kemiripan dengan 
Catalunya dan Silverstone, di mana lay-out membuat mobil harus punya aero 
bagus. Bedanya, Istanbul anti-clockwise. Kalau di Catalunya dan Silverstone 
Alonso bisa mempermainkan lawan2, termasuk Schumi, di Istanbul juga mestinya 
begitu. Tapi pengembangan Michelin yang tak sedahsyat Bridgestone setelah itu 
membuat Renault dan Alonso kedodoran. Kans Alonso menang di Istanbul dengan 
sendirinya di atas kertas tak sebesar Schumi. Fakta terbaru tentang mass damper 
ikut memberi andil kalau Alonso dan Renault akan bekerja keras akhir pekan ini.

ILLEGAL MASS DAMPER 
Sidang banding soal mass damper, tepatnya Tuned Mass Damper (TMD), memastikan 
alat ini ilegal. FIA membanding keputusan Steward GP Jerman yang sempat 
membolehkan TMD dipasang di mobil Renault, lewat mobil cadangan. FIA 
berketetapan TMD memiliki dampak aerodinamika, jadi tak boleh bergerak 
fleksibel sesuai Regulasi Teknis F-1 (di mana TMD dalam fungsinya justru 
memiliki gerakan). Kubu Renault mengakui bahwa TMD memang memiliki dampak aero, 
walau kecil dan dianggap tak signifikan. Menurut Renault, TMD lebih pada 
mengontrol getaran mobil untuk senantiasa mendapatkan grip optimal di area 
tertentu dari bagian trek. Secara garis besar, atas dasar inilah sidang banding 
memutuskan TMD ilegal, karena Renault mengakui ada dampak aero walau kecil dan 
tak signifikan. Sasis R26 yang dirancang dengan menggunakan TMD dipastikan akan 
sedikit mengalami "gangguan" sampai Renault menemukan solusi. Hasil2 di mana 
TMD digunakan, yakni sejak akhir musim 2005 dan sepanjang 2006 sampai sebelum 
GP Jerman, dianggap tetap sah, karena FIA baru memperkarakan kasus ini di GP 
Jerman 2006.

ISTANBUL PARK
Trek yang baru akan dipakai untuk kali kedua di F-1. Soal melawan arah jarum 
jam sih gak masalah buat para pembalap, tapi tantangan terberat di Tikungan 8 
yang bakal menghadirkan keletihan tiada tara. Leher pembalap dituntut lebih 
dari biasanya ketika melintas di sana. Selain arahnya yang ke kiri, mengikuti 
irama anti-clockwise, lengkungan Tikungan 8 yang cepat ini lumayan panjang. Di 
tikungan ini para pembalap terhantam G-Force 4G selama sekitar 6-8 detik yang 
pasti akan menjadi nightmare bila dikalikan 58 lap lomba. Ditambah bagian trek 
lain yang up dan downhill, tantangan Istanbul makin terasa plus chicane ketat. 
Aspal di trek ini padat dan mulus, maklum masih lumayan baru. Logikanya ban 
yang dipakai adalah lebih ke soft untuk mendapat grip maksimal, tapi habit 
sasis mobil ikut mempengaruhi pemilihan ban. 
Beberapa tikungan di sini blind, bukan dalam artian trek ini baru, tapi memang 
tak terlihat sebelum benar-benar mobil membelok. Lebar trek memang enak buat 
menyusul dan atau memilih racing line, tapi lebar trek itu juga yang bisa 
menjebak. Ingat kasus Montoya yang terjebak kondisi ini di lap-lap akhir lomba 
tahun lalu. Tanpa tekanan harus mendapat poin sebanyak-banyaknya saja Istanbul 
Park sudah akan menguras energi dan pikiran, apalagi buat Alonso dan Schumi.

TYRE WAR
Michelin (Renault, McLaren, Honda, Red Bull, BMW, Toro Rosso)
Bridgestone (Ferrari, Toyota, Williams, Midland, Super Aguri)
Michelin medium-hard, Bridgestone medium-soft. Menarik mencermati pilihan 
bertolak belakang yang secara resmi sudah diumumkan oleh kedua kubu. Michelin 
mengambil keputusan ini berdasarkan hasil tes di Jerez sebelum berangkat ke GP 
Jerman dan Hongaria. Secara logika, bisa dimaklumi kalau mereka memilih ban 
cenderung keras mengingat trek yang butuh aero bagus biasanya berdampak 
langsung dengan penggunaan ban yang kejam. Ban medium-hard dipilih semata untuk 
mencari daya tahan. Kalau hanya pilihan ini, plus ban medium, yang disediakan 
Michelin, bisa jadi tak akan ada mobil-2 mereka yang ada di posisi terdepan 
hasil kualifikasi. Kalau ada, berarti penggunaan bahan bakar masuk pertimbangan.
Bridgestone sudah pe-de dengan ban soft mereka yang bukan hanya cepat, tapi 
juga durable di trek kering. Dengan kondisi Istanbul yang lumayan kejam 
terhadap ban, wajar bila mereka menaikkan sedikit pilihan ke arah medium-soft. 
Tinggal sasis mana yang cocok, plus taktik lomba yang akan dipakai.
Kalau hujan datang tak terduga seperti di Hungaroring? PR tentu ada di 
Bridgestone yang tak boleh salah mendatangkan ban jenis ini.

TEAM BY TEAM
RENAULT
1 Alonso
2 Fisichella
Tim sekelas Renault pasti bisa bangkit, termasuk dari keharusan memikirkan 
ulang rancangan mobil tanpa mass damper. Sebenarnya tanda-2 perbaikan sudah 
diperlihatkan di Hungaroring. Kesalahan besar menggunakan suspensi belakang 
yang belum teruji sebelumnya langsung mereka jawab dengan menggunakan suspensi 
lama yang sebenarnya masih oke. Mereka juga beruntung mendapat fakta bahwa 
ternyata ban Michelin kini lebih bagus di trek basah ketimbang Bridgestone. 
Pertahanan "ala kadarnya" karena tak ada tes terpaksa mereka lakukan, terutama 
untuk poin konstruktor yang hanya berselisih 7 dari Ferrari. Fisichella sudah 
menegaskan dia akan membantu Alonso dan Renault mempertahankan kedua gelar yang 
diraih pada 2005. Kalau trek kering, Renault tak boleh salah memilih ban yang 
disediakan Michelin. Mengingat hanya tersedia ban medium dan medium-hard, 
mereka bisa saja bermain safe di kualifikasi dengan menggunakan taktik masuk 
pit lebih lama di stint awal, untuk kemudian menyerang di stint 2 dan 3, kalau 
taktik 2-stop jadi pilihan.

McLAREN
3 Kimi
4 Pedro
Pedro sekali lagi bisa mencuri perhatian, walau Kimi tahun lalu menang di sini. 
Istanbul 2006 adalah perayaan ke-200 kolaborasi McLaren-Mercedes. Biasanya 
dalam "milestone" kayak gini, ada aja ganjalan untuk tampil maksimal. Paket 
McLaren-Mercedes di trek kering jelas membaik, bila melihat hasil Kimi di GP 
Jerman dan Pedro di Hongaria. Dengan kondisi sedang terjepit sana-sini, kalau 
kering dari Ferrari dan basah dari Renault, McLaren hanya bisa berharap mencuri 
perhatian di saat kedua raksasa itu berperang.

FERRARI
5 Schumi
6 Massa
Di atas angin, tapi bisa tiba-tiba kena badai dari arah tak diduga seperti di 
Hungaroring. Massa sekali lagi bakal jadi kunci, baik untuk Schumi maupun 
Ferrari. Bila kedua pembalap tampil tanpa cela, bisa jadi untuk kali pertama 
musim ini mereka memimpin klasemen konstruktor. Dengan segala kekuatan yang di 
atas kertas lebih unggul, semestinya ini memang dijadikan ladang pengumpulan 
poin bagi Ferrari sebelum tes kembali boleh digelar sejak Selasa nanti di mana 
tim-tim lain siap mengejar mereka.

TOYOTA
7 Ralf
8 Trulli
Trulli tak terlalu suka Istanbul dan dia hanya melihat tantangan terbesar ada 
di Tikungan 8. Sebaliknya, Ralf yang disinyalir memiliki "leher terkuat" siap 
membuktikan hal itu dalam melibas T8 secara konsisten dalam kecepatan tinggi. 
Sayap depan untuk kedua mobil dipastikan baru, tentu setelah dites sebulan yang 
lalu dan baru akan teruji saat lomba di tempat yang pas untuk menguji semua 
alat aero. Toyota sekali lagi berharap trek kering, karena terbukti mereka akan 
kompetitif bersama para pemakai Bridgestone lain.

WILLIAMS
9 Webber
10 Rosberg
PR terbesar masih tetap di reliability. Mereka tak butuh hal lain dari Cosworth 
selain itu.

HONDA
11 Rubens
12 Button
Lupakan Hungaroring! Kalau mau dianggap tim papan atas, satu kemenangan harus 
segera dilupakan karena mencari kemenangan-2 lain justru jauh lebih dibutuhkan. 
Honda memang jauh lebih siap, terutama dalam hal reliability. Kemenangan Button 
memang jadi tonggak, tapi Honda telah menyadari itu tak boleh dirayakan terlalu 
lama. Kalaupun terkesan lama, karena jarak antara Hungaroring dan Istanbul 
cukup lama, tiga minggu. 

RED BULL
14 DC
15 Klien
Kehadiran Webber musim depan pasti membuat sprint Red Bull di sisa 2006 ini 
tambah kencang, untuk memantapkan paket 2007 tentu. Saat itulah mobil Adrian 
Newey terasa untuk pertama kali dan membuat keyakinan yang menurut Webber dapat 
membawa mereka ke Top 5. Sirkuit model Istanbul adalah kekuatan Newey selama 
ini. Jadi pijakan pas akan ia buat dalam merancang mobil 2007 akhir pekan ini.

BMW-SAUBER
16 Heidfeld
17 Kubica
Expect more from Kubica. Secara gamblang dia bilang gak takut jadi rekan setim 
Alonso atau Schumi sekalipun. Di Istanbul, jangan berlomba, ke ibu kota Turki 
itu aja Kubica belum pernah. Oleh bos BMW, Mario Theissen, timnya ditantang 
untuk konsisten di sisa musim ini untuk ada di Top 10 kualifikasi. Kubica sudah 
melakukannya pada debut di Hungaroring, tapi ia masih kalah pengalaman dari 
Heidfeld saat lomba.

MF1
18 Monteiro
19 Albers
Tak ada perkembangan berarti, kecuali akan ada update paket aero untuk sasis 
M16. Kedua pembalap menghabiskan liburan musim panas dengan melakukan 
demonstrasi di Rotterdam bersama sasis itu. Pastinya, demo gak sama dengan tes, 
jadi sah-sah aja Midland mendapat izin untuk melakukan demo.

TORO ROSSO
20 Liuzzi
21 Speed

SUPER AGURI
22 Takuma-san
23 Sakon-san
Sasis baru SA06 akan ter-update. Sakon Yamamoto bakal dapat tugas teramat berat 
karena balapan di Istanbul gak gampang. 

from many sources,
arief k.


[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke