Wah ini baru postingan nih. Kalo bisa jgn yang berbau luar negri doang dong, yang local kaya gini juga bagus nih.sip bung x men football
Rgds <elang> -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of xmen football Sent: Wednesday, October 04, 2006 9:24 AM To: [email protected] Subject: [BolaML] Geliat Timnas U-23 di Belanda Jelang Asian Games XV Qatar Asa Tinggi Akhirnya Direvisi Senin pagi kemarin rombongan KONI Pusat yang dipimpin ketuanya, Agum Gumelar, mengunjungi pelatnas Timnas U-23 di Heerenveen, Belanda. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan performa tim yang digadang-gadang bersinar di Asian Games (AG) XV Doha, Qatar, tersebut. Keputusan mengirimkan cabang olahraga (cabor) sepak bola ke AG ini tidak lepas dari kerapnya Timnas Indonesia absen di pesta olahraga terbesar Asia itu. Timnas kali terakhir tampil di AG 1986 di Seoul, Korsel. Kala itu, Tim Merah Putih yang ditangani (almarhum) Bertje Matulapelwa sukses menembus babak semifinal. Sayang, itu menjadi penampilan kali terakhir sepak bola di AG karena pada empat AG berikutnya, Beijing 1990, Hiroshima 1994, Chiang Mai 1998, dan Busan 2002 lalu, Indonesia absen. Nah, setelah 20 tahun menghilang, Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar akhirnya memberi kesempatan PSSI mengirimkan dutanya. Ini juga tak lepas dari status Indonesia sebagai salah satu tuan rumah Piala Asia 2007, bahkan penyelenggara partai finalnya. Akan sangat menggelikan menjadi tuan rumah, tapi ketika ditanya prestasi sepak bolanya justru tidak ada. Karena itu, dana yang kabarnya mencapai Rp 18 miliar digelontorkan bagi Timnas U-23 untuk menjalani pelatnas jangka panjang di Heerenveen, Belanda. Padahal, akibat kegagalan sepak bola di SEA Games XXIII/2005 Manila, Desember lalu, sebagian kalangan masyarakat mencibir keikutsertaan Indonesia dalam even internasional hanya proyek buang-buang uang. "Untuk menggapai prestasi memang butuh pengorbanan. Tunjukkan kalau sepak bola Indonesia mampu bersaing di Asia," ungkap Manajer Timnas U-23 Rahim Soekasah menirukan pernyataan Agum Gumelar kepada para pemain Timnas U-23 di Belanda, kemarin Sejak berangkat 14 Juni lalu, setelah terkatung-katung hampir tiga minggu, Timnas U-23 dinilai mengalami perkembangan pesat. Baik dari segi skill dan kemampuan individu maupun organisasi tim. Pola modern 4-4-2 dengan beragam modifikasi bukan hal asing bagi pemain. Gemblengan keras dari supervisor (pelatih) klub S.C Heerenveen, Foppe de Haan, tidak sia-sia. Ferry Rotinsulu dkk pun diyakini dapat menembus level tinggi di AG. Namun, haluan (baca : target) Timnas U-23 kini sedikit bergeser. Keping medali yang diminta KONI Pusat maupun Menpora Adhyaksa Dault di AG, kini menjadi semacam ketidakjelasan. Alasan dipersiapkan untuk jangka panjang, mulai dari SEA Games 2007 hingga Pra Olimpiade 2008, kembali didengungkan sebagai alasan. "Kendati grafik perkembangan Timnas U-23 saat ini meningkat pesat, itu bukan berarti kami pasti merajalela di AG nanti," papar Manajer Timnas U-23 Rahim Soekasah ketika dihubungi Jawa Pos, kemarin. Ungkapan itu seolah mengamini pernyataan Asisten Pelatih Timnas U-23 Bambang Nurdiansyah sebelumnya tentang kans Indonesia. Berhubung semua lawan menurunkan tim U-23-nya, kekuatan boleh dibilang setara. Terlebih, referensi tentang para pesaing di AG, khususnya lawan di babak kualifikasi, tidak terdeteksi. "Kami belum memegang referensi dari tim lawan. Padahal hal itu sangat dibutuhkan untuk mengukur sejauh mana perimbangan kekuatan masing-masing kontestan," ujar Bambang. Pertanda pesimistis, sebaiknya tidak. Meski telah 'bertapa' di Belanda, belum ada tolak ukur kekuatan Timnas U-23 Indonesia dengan Iraq, Syria, maupun tetangga dekat Singapura. Jika tidak jeli, timnas bisa terganjal di kualifikasi sebelum lolos ke babak utama atau 32 besar. "Dalam kunjungannya hari ini (kemarin, Red), Pak Agum tidak menyinggung masalah target. Terpenting dari kami harus berusaha semaksimal mungkin," jelas Rahim. PSSI melalui Badan Tim Nasional (BTN) pun bersikukuh bahwa pelatnas yang dilakoni di Belanda bukan jaminan kalau prestasi bakal diraih dengan mudah di AG. Target yang dicanangkan sejak awal berupa lolos ke babak kedua (16 besar) dianggap bukan harga mati. "Tentunya kita harus obyektif bahwa persaingan di AG tidak ringan, apalagi kali ini adalah keikutsertaan Indonesia setelah 20 tahun absen," ujar Direktur BTN Ibnu Munzir. (Dani Nur Subagiyo) [Non-text portions of this message have been removed] HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL PROTECTED] ========================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
