*Musim lalu, saat Papua diwakili dua klub divisi utama, Persipura dan
Persiwa, daerah ini bagai neraka bagi para kontestan di Wilayah Timur. Sulit
sekali mencari satu poin apalagi kemenangan jika menjalani tur maut ke
Papua.*

Persipura hanya bisa dua kali dipukul di kandang, sementara Persiwa cuma
sekali. Faktor alam dan keletihan karena perjalanan jauh bagi klub tamu
disebut-sebut sebagai salah unsur utama di samping kekuatan dua tim
tersebut.

Di LI 2006, yang berhasil mendapat angka antara lain Persik, Persela, PSS,
PSM, dan Persibom. Sisanya babak belur dengan skor mencolok. Persik paling
digdaya dengan menahan seri Persiwa 1-1 dan memukul Persipura, juara LI
2005, dengan skor telak 3-0.

"Kuncinya selain pemain harus punya stamina bagus, juga didukung mental
kuat. Mereka harus dibuat senang, terutama sebelum melawan Persiwa. Sebagian
besar pemain pasti ngeper dulu karena mendengar sulitnya menembus celah
Gunung Jaya Wijaya," tutur Iwan Budianto, manajer Persik.

Wamena, yang berada di ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut dengan
kadar oksigen tipis, begitu menyiksa pemain yang berlaga di Stadion
Pendidikan. "Kami cuma bisa main normal 15 menit. Sisanya hanya jalan-jalan
karena untuk bernapas saja berat," kenang Kusnul Yuli, bek Persik.

"Biasanya di Wamena, sebelum main, cuaca langsung berubah dengan hawa dingin
yang cukup menyengat. Kalau sudah begini, bagaimana bisa bermain maksimal?"
tutur Kadir Halid, manajer PSM.

Bagi Handy Hamzah, kapten Persiwa musim lalu, untuk bisa beradaptasi, pemain
luar Papua minimal butuh waktu tiga bulan untuk bisa mengimbangi fisik
pemain-pemain Papua. "Kondisi alam Papua benar-benar menyiksa, tapi kalau
sudah terbiasa, fisik kami tidak cepat terkuras," ujar Handy.

Situasi itu membuat sebagian besar tim tak menargetkan poin. Belum lagi tur
nanti harus menguras kocek lumayan dalam. Ambil contoh, untuk perjalanan
Surabaya-Jayapura, diperlukan uang Rp 3,6 juta pergi-pulang per orang.

Jika setiap tim rata-rata memberangkatkan 25 pemain, diperlukan Rp 90-100
juta hanya untuk transportasi. Belum lagi waktu tempuh ke Jayapura sekitar
10 jam, setelah transit di beberapa kota.

*Ancaman Baru*
"Kami tak menilainya sebagai keuntungan karena kami sama saja jika pergi
tandang," jelas Iwan Nazaruddin, asisten manajer Persipura, menyangkut
masalah ini.

Musim depan situasi bisa kian runyam. Maklum, Perseman Manokwari ikut
meramaikan persaingan divisi utama. Apalagi tim-tim dari Papua bertekad akan
menguliti lawan-lawannya di kandang.

"LI 2006 kami bisa masuk lima besar, padahal materi kami biasa-biasa saja.
Kami akui topografi Wamena jadi daya dukung kami. Tim debutan Perseman bisa
punya motivasi ganda. Apalagi kini mereka sudah jadi provinsi sendiri. Ini
soal gengsi," ucap Jhon R. Banua, manajer Persiwa.

Persipura kini mengharamkan kalah lagi di kandang, apalagi di bawah polesan
mantan pelatih timnas Ivan Kolev. "Kami sekarang lebih baik dan tak akan
mengulang kesalahan sama, yaitu guncang di awal liga," kata Iwan.

Pelatih Perseman, Mahdi Haris, justru merendah saat timnya dianggap jadi
batu sandungan bagi dua saudara tuanya. "Kami pendatang baru, perlu belajar
banyak dari Persiwa dan Persipura. Kami tetap berupaya maksimal karena
harapan publik Irjabar pada Perseman sangat tinggi. Kami siap memberi
kejutan," ujar pelatih asal Malang ini.
*Gatot Susetyo/Ary Julianto/Jamaluddin*

*>> Kembali ke Atas <http://www.bolanews.com/edisi-cetak/nasional2.htm#atas>
*

*Derby* Politis

Fanatisme tinggi selalu disajikan tim-tim asal Papua saat berlaga. Tak
peduli meski mereka beradu dengan saudara sedaerah. Derby Papua pun layak
disebut ganas lantaran satu nyawa penonton musim lalu melayang dari
Jayapura. Untunglah hal ini tak menyulut dendam.

"Warga Papua tahu betul arti sportivitas. Soal korban tewas, dia tergencet
akibat berdesakan. Wanita itu tak kuat menahan impitan ribuan penonton di
pintu masuk stadion," tutur Iwan Nazaruddin, asisten manajer Persipura.

Manajer tim Persiwa, Jhon R. Banua, pun menepis bakal terjadi gesekan saat
timnya bertandang di Jayapura. Faktanya fan Persiwa lebih banyak bila
berhadapan dengan Persipura. "Banyak orang Wamena yang tinggal di Jayapura.
Di Stadion Mandala, seolah kami main di rumah sendiri," ucap Jhon.

Yang agak riskan mungkin pendukung Perseman. Pemekaran Papua menjadi
Provinsi Irian Jaya Barat sempat menimbulkan intrik secara politis. "Saya
tak tahu soal itu. Kami saling menghormati. Toh ini olahraga, jangan
dikaitkan dengan politik," kata Mahdi Haris, pelatih Perseman.

Suasana kondusif juga pernah dialami Perseman kala dijamu Persipura di ajang
Copa 2006. Pada dua laga kandang-tandang, pendukung kedua tim terlihat akur.
"Sepakbola murni olahraga. Kami justru ingin mempererat kembali hubungan
yang retak akibat dampak politis," tutur Sekum Perseman, Ian Warinusi. *
(tot)*



kc >> ngga' ada habisnya memang bibit2 unggul pesepak bola dr papua...
kc >> dengan fenomena 3 tim papua berlagi di ligina....
kc >> akan ikut mendongkrak prestasi TIMNAS......
kc >> inget PON brp gw lupa...waktu di final irian jaya lawan sumatra
utara...
kc >> permainan kelas dunia di peragakan tim irian jaya sampai2 nge golin
pakai pantat...basta...basta...!


-- 
- Best Regard's -


[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke