MADRID - Berakhir sudah petualangan Joseph "Pep" Guardiola di lapangan hijau. Kemarin, mantan kapten Barcelona itu resmi gantung sepatu pada usia 35 tahun. Selanjutnya, mantan punggawa Timnas Spanyol itu berencana untuk menekuni dunia kepelatihan.
"Meski otak saya masih ingin bermain, kondisi fisik sudah tidak lagi memungkinkan. Saya pikir ini momen yang tepat untuk mengundurkan diri," kata Guardiola kepada stasiun radio RAC-1, seperrti dikutip Reuters. Guardiola adalah produk asli akademi Barcelona. Namanya mulai mencuat ketika turut berhasil mengantarkan Spanyol merebut medali emas cabang sepak bola di Olimpiade 1992 yang digelar di Barcelona. Pemain yang musim lalu sempat diincar Wigan itu juga menjadi bagian dari Dream Team Barcelona bentukan Johan Cruyff pada awal dekade 1990an. Total, dia menikmati enam gelar Liga Spanyol (1991-1994 dan 1998-1999) serta satu trofi Piala Champions (1992/sekarang bernama Liga Champions). Ketika tenaganya tak lagi dibutuhkan di Barcelona, dia hengkang ke Italia dengan bergabung bersama Brescia pada musim 2000-2001. Semusim kemudian, berkat penampilan gemilangnya di Brescia, dia direkrut AS Roma. Tapi, dia hanya bertahan semusim di klub asal ibu kota Italia tersebut dan kembali ke Brescia. Selepas dari Brescia, Pep sebenarnya menerima sejumlah tawaran. Tapi, dia memilih berpetualang ke Liga Qatar. Hanya semusim di Negeri Timur Tengah itu, pria jangkung itu kembali menerima sejumlah tawaran dari Eropa. Namun, dia memilih terbang ke Meksiko guna memperkuat salah satu klub disana. Dari perjalanan karirnya yang terentang selama hampir lebih dari 17 tahun, kepahitan yang paling dirasakan Pep adalah saat dia dijatuhi hukuman tujuh bulan tahun lalu akibat keterlibatannya dalam skandal doping. Perbuatan terlarang itu dilakukan pemain berkarakter keras itu saat masih berkiprah di Seri A. Bersama Timnas Spanyol, Guardiola tercatat pernah tampil 47 kali dan menyumbangkan lima gol. Salah satu dari kelima gol itu dicetaknya pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Di Piala Dunia tersebut, langkah Spanyol dihentikan Italia pada babak perempat final. Lalu, soal keinginannya melatih tadi, kapan dan dimana dia akan memulainya? "Saya belum tahu. Saya ingin bersantai menikmati hidup dulu setelah sekian tahun dihimpit jadwal sepak bola yang begitu padat," katanya. (ali) [Non-text portions of this message have been removed]
