Saya sependapat dengan bro rudy, liga italia selalu mempunyai daya tarik yang hebat dan bagus, apalagi musim ini baik di serie A maupun serie B sangat menarik untuk ditonton karena persaingan yang ketat. BRAVO liga italia
REGARDS -elang- ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Rudyansyah Sent: Friday, November 17, 2006 8:38 AM To: [email protected] Subject: [BolaML]Serie B yang indah Serie B yang indah. Oleh : Candido Canavo, Pemred Harian La Gazzetta Dello Sport - Harian Olahraga No. 1 di Italia dan terbesar di Eropa. ALKISAH seorang Jepang terperangkap dalam hutan. Saat keluar, dia kira perang belum usai. Ketika hidup terasa seperti fantasi, memang dibutuhkan orang-orang dari dunia lain untuk memastikannya. Hal seperti itu pernah menimpa saya. Beberapa hari lalu, seorang Australia keturunan Italia datang berwisata ke Italia. Mungkin karena terlalu lama terperangkap dan terpencil di New South Wales, dia tidak tahu perkembangan Sepakbola Italia. Kebetulan, saya mengantarnya jalan-jalan di Roma. Tiba-tiba matanya terpaku pada koran yang menampilkan klasemen sementara. Di papan atas klasemen tersebut, terdapat Piacenza, Genoa, Juventus, Napoli, dan Bologna. Usai melihat klasemen, rekan saya itu bilang. "Bagus sekali, hanya kurang Inter Milan dan AC Milan (di papan atas)." Mendengar hal itu, saya langsung tertegun dan menahan senyum. Rupanya, dia mengira apa yang dilihatnya itu merupakan klasemen Serie A! Saya lalu menceritakan apa yang terjadi di dunia Sepakbola Italia. Rakan saya, yang pendukung Juventus, langsung terhenyak tak percaya. Memang sulit dipercaya, partai klasik Napoli kontra Juventus merupakan bagian dari Serie B. Hebatnya lagi, pertandingan itu merupakan partai paling sukses di Italia musim ini. Benar, partai ini menyedot paling banyak penonton ke stadion dan televisi. Selain itu, bagi klub-klub Serie B persaingan menjadi makin ketat. Mereka tahu, jatah promosi musim ini berkurang satu, karena satu tempat hampir pasti sudah direbut Juventus. Sementara itu, Sepakbola Italia terus kehilangan kliennya. Luka yang diderita tak hanya soal kerugian ekonomi, juga stadion yang kosong. Sepakbola, olahraga paling populer dan merakyat, ditinggal para pencintanya. Di Serie A, dibanding tahun lalu penonton berkurang 700 ribu dengan kecenderungan negatif. Sebaliknya Serie B yang "di-Juventinisasi" justru semakin bergairah. Di hitung-hitung, jumlah penonton surplus sekitar seribu orang per pertandingan. Jadi, sekitar 11 ribu penonton tiap pekannya. Kalikan dengan 42 pekan. Hasilnya ibarat sebuah sensasi menemukan oase di padang pasir. [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
