kekekek... Pacquiao alias Mr. Pacman emang hebat. Jagoan kelas super bulu ini lagi top banget.
Kita juga punya jagoan, tapi di kelas bulu, Chris John. Brani ga ya, klo Mr. Pacman ini turun kelas, trus vs Chris John di kelas bulu ??? Gimana promotor Indonesia ??? halah. kekekke... Peace, Yonas Suara Merdeka, Minggu, 26 Nopember 2006 Menunggu Super Fight Pacquiao Vs Barrera MANNY "Mr Pac Man" Pacquiao berhasil mempertahankan gelarnya sebagai juara dunia kelas ringan yunior (58,9 kg) WBC Internasional, setelah menjotos TKO Erik "El Terrible" Morales (Meksiko) pada ronde ketiga di Thomas & Mack Center, Las Vegas, AS, baru-baru ini. Terlihat jelas petinju idola Filipina itu haus kemenangan. Dia berprinsip, menyerang merupakan pertahanan terbaik. Pacquiao melakukan gempuran sejak ronde pertama agar Morales tak berkembang. Morales tampaknya terpancing permainan keras yang ditawarkan lawannya. Padahal, bertarung dalam jarak dekat merupakan kerugian bagi petinju Meksiko itu. Dalam barter pukulan keras jarak dekat, jangkauan yang lebih pendek (Pacquiao) bakal lebih cepat mendarat. Pada ronde kedua Morales sudah terjatuh selepas dihantam hook kiri. Straight kiri Pacquiao yang keras juga membentur dagu Morales pada ronde ketiga. Bekas juara dunia kelas bulu itu pun terlempar ke tambang dan tamatlah perlawanannya. Bertabur Juara Kelas ringan yunior atau bulu super saat ini memang bertabur juara dunia. Sebut saja Joan Guzman (Republik Dominika) yang memegang sabuk juara dunia WBO, Edwin Valero (Venezuela), juara WBA, Garry St Clair (Australia/juara IBF) dan Humberto Soto (Meksiko/juara WBC ad interim). Namun penggemar tinju dunia lebih suka super fight Pacquiao melawan juara versi Dewan Tinju Dunia (WBC) Marco "The Baby Face Assasin" Antonio Barrera (Meksiko). Pertarungan antarjuara dunia WBC Internasional (Pacquiao) dan juara dunia WBC (Barrera) sepertinya lebih diminati. Sebab, duel keduanya bertabur balas dendam. Pada pertemuan pertama tahun 2003, Barrera kalah TKO pada ronde ke-11 setelah dihujani kombinasi pukulan maut Pacquiao. Pada clash kedua belum tentu Pacquiao dapat melakukan kemenangan serupa. Pasalnya, Barrera yang mempunyai rekor 63 kali menang (42 KO)- 4-0, kini telah mengalami perkembangan pesat. Yang lebih menarik adalah bayaran mereka. Kala mengalahkan Morales, Pacquiao dibayar 3 juta dolar AS (sekitar Rp 27 miliar). Menghadapi duel ulang lawan Barrera, dia pantas mendapat honor 5 juta dolar. Sementara Barrera layak menerima 4 juta hingga 5 juta dolar. (Paulus Noor Mulia-31)
