Oopppss...
Bakal seru nih.

Rummenigge: Beberapa klub besar sekarang lebih mengejar keuntungan 
sejak para pemilik klub berganti tangan, seperti Chelsea yang 
dimiliki Roman Abramovich. Pemilik AC Milan, Silvio Berlusconi, atau 
bos Inter Milan, Massimo Moratti, juga lebih asyik dengan kekuasaan 
politiknya.

Yonas: MU yg "dibajak" Glazer juga donk Herr Rummenigge...

kekekke....


Rabu, 29 Nopember 2006 
 
Munich Ingin Keluar dari G-14

HAMBURG - Klub raksasa Jerman, Bayern Munich tengah mempertimbangkan 
untuk mundur dari kelompok klub terkemuka Eropa, G-14. Munich merasa 
bahwa kehadiran G-14 sudah tidak relevan lagi dan kontribusinya juga 
semakin tidak nyata. 

Ketua Bayern, Karl-Heinz Rummenigge menegaskan keinginan tersebut 
kepada majalah olahraga Jerman, Kicker, Senin (26/11) waktu 
setempat. Rummenigge sangat kecewa dengan perkembangan G-14.

Kelompok klub terkaya Eropa itu -- yang kini jumlahnya 18, termasuk 
Real Madrid, Barcelona, AC Milan, Inter Milan, dan Manchester 
United -- dibentuk September 2000 untuk mewakili kepentingan klub-
klub tersebut di depan Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) dan Badan Sepak 
Bola Eropa (UEFA).

Rummenigge mengeluh kelompok tersebut kini tidak aktif. Mereka tidak 
lagi bergabung dalam proyek-proyek maupun komunikasi dengan FIFA dan 
UEFA.

"Berdasarkan kondisi ini, kami akan mempertimbangkan apakah dapat 
dimengerti untuk tetap berada di G-14 . Saya mempertanyakan 
manfaatnya," katanya.

Bayern Munich adalah anggota pendiri dan dianggap sebagai salah satu 
kekuatan penggerak di belakang G-14. Tetapi, Rummenigge mengatakan 
klub-klub itu sekarang "hanya sedikit memiliki kebersamaan" 
dan "benar-benar egois" dalam mengelola sepak bola.

Kejar Keuntungan

Beberapa klub besar sekarang lebih mengejar keuntungan sejak para 
pemilik klub berganti tangan, seperti Chelsea yang dimiliki Roman 
Abramovich. Pemilik AC Milan, Silvio Berlusconi, atau bos Inter 
Milan, Massimo Moratti, juga lebih asyik dengan kekuasaan politiknya.

"Sepak bola benar-benar dalam kesulitan, dan G-14 hanya berbuat 
sedikit," katanya. "Saya berani berkata bahwa dalam 10 tahun 
mendatang, tidak akan ada satu pun klub Jerman yang bisa mencapai 
final kompetisi Eropa." 

"Berapa yang dihabiskan Abramovic setiap musim transfer? Bagaimana 
klub Jerman dapat menyainginya? Tahun lalu dia membelanjakan 200 
juta euro (262 juta dolar AS). Sebuah keajaiban jika Werder Bremen 
(bukan anggota G-14) yang kini mencapai Liga Champions bisa memberi 
kesulitan kepada Chelsea dan Barcelona."

"Bremen berpenghasilan hanya 23 juta (euro) dari televisi, Barca 143 
juta, Chelsea? Hampir 10 kali lipatnya. Saya berharap Uni Eropa 
menghentikan ekses Abramovic di negara lain."

Rummenigge, yang klubnya ikut menjadi korban ekspansi Abramovic 
dengan hijrahnya Michael Ballack akhir musim lalu, menegaskan bahwa 
tujuannya adalah untuk melihat gaji pemain diumumkan di pasaran 
Eropa. Dia yakin keinginannya itu akan terwujud dalam waktu yang 
tidak lama, karena pasti mendapat dukungan dari banyak klub. Urusan 
gaji pemain telah menjadi faktor paling menyulitkan klub-klub kecil 
untuk mendapatkan pemain berkualitas di pasar transfer. 

Dengan klub-klub besar jor-joran memberikan gaji --seperti Andriy 
Shevchenko yang menerima Rp 2 miliar per pekan dari Chelsea, atau 
Ronaldinho (Barcelona) dan Fabio Cannavaro yang memperoleh 
penghasilan setara itu-- sangat berat bagi klub kecil merebut pemain 
itu tanpa memberikan tawaran gaji yang lebih besar.

"Saya berharap pada 2010 kita sudah mendapatkan lagi kompetisi yang 
lebih fair," katanya. "Kontrak-kontrak yang ada harus dihormati, 
perlu ada periode peralihan. Itulah tujuan kita, mencapai batas-
batas. Hanya UEFA yang dapat mencapai hal ini." (rtr,F3-40) 
 




Kirim email ke