kekekkeke.... Ntar malem bakal ada perang antar setan (merah).
MU vs Benfica, dua tim yg bakal berseteru ntar malam, bakal membuktikan, tim mana yg lebih layak disebut Setan Merah, julukan yg selama ini dipakai oleh kedua tim. Yg kalah, kayanya harus ganti julukan nih. Dijulukin setan belang ajah. hihihihihihii... Okeh. Game ntar malem pasti sangat ditunggu2 para pemuja setan merah. kekekkek... Peace, Yonas, yakin banget MU bakal nyungsep ntar malem. SAYONARA MU ! COME ON SIMAO ! Ferguson Harus Menepis Trauma LONDON- Manchester United (MU) hanya membutuhkan satu angka tambahan untuk menjamin tempat di babak 16 besar Liga Champions. Namun, bagi mereka, satu angka itu tentu tak mudah untuk diraih. Pasalnya, lawan yang bakal dihadapi dalam pertandingan terakhir Grup F Kamis (7/12) dinihari WIB nanti di Old Trafford adalah SL Benfica. Tepat setahun lalu, MU dipermalukan oleh wakil Portugal ini di ajang yang sama. Ketika itu, di Estadio da Luz, Wayne Rooney dan kawan- kawan dipaksa menelan pil pahit. Mereka dipulangkan dengan kekalahan 1-2 sehingga tersingkir dari fase grup. Episode kekalahan ini merupakan yang paling suram bagi pasukan Alex Ferguson di Eropa dalam satu dekade terakhir, karena untuk kali pertama gagal melewati fase grup Liga Champions. Namun situasi telah jauh berubah. Memang sisa trauma di kubu "Setan Merah" masih ada. Apalagi secara kebetulan laga ini dimainkan pada tanggal yang sama dengan setahun lalu ketika mereka dikalahkan Benfica, yakni 7 Desember dan merupakan partai penutup grup. Tetapi bos MU, Alex Ferguson jelas tak mau terbebani oleh noktah kelam masa lalunya. "Ini bukan pertandingan yang mudah, tetapi kami tengah dalam form terbaik," tegas Ferguson. Lebih Rileks MU bisa lebih rileks karena tekanan di liga domestik sedikit berkurang. Dengan keunggulan enam angka atas Chelsea di liga, mereka setidaknya bisa melepas beban psikologis sejenak agar bisa fokus menghadapi Benfica. Pada pertemuan pertama di Luz tiga bulan lalu, MU berhasil melakukan revans atas lawannya. Benfica dibekap 0-1. Ini akan menjadi modal tambahan bagi Rooney cs untuk mengamankan peluang melaju ke babak sistem gugur. Tetapi, tantangan besar akan datang dari sektor sayap Benfica, dengan makin liatnya penampilan Kostas Katsouranis dan Simao Sabrosa. Pelatih Benfica Fernando Santos tak sedikit pun dipusingkan oleh kondisi timnya. Semua pemain dalam kondisi fit, membuatnya bisa menurunkan skuad utama. Nuno Gomes dan Fabrizio Miccoli yang mulai fit --untuk menggantikan Pablo Mantorras-- bakal beroperasi di depan dan meneror lini belakang MU, terutama jika kuartet Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Garry Neville, dan Gabriel Heinze, terlalu bersemangat. "Kami bertanding melawan tim besar, tetapi saya percaya bahwa kami bisa menang. Dengan sedikit keberuntungan yang biasa terjadi di sepakbola, kami bisa membuat gol dan terus melaju," kata Fernando Santos. Dia mengingatkan, tahun lalu, timnya mampu mengalahkan Liverpool 2-0 di Anfield, dan secara agregat unggul 3-0 sehingga lolos ke perempat final. "Anda tidak bisa mengatakan kami tidak berpeluang hanya karena kami bertanding melawan United di Old Trafford," tegas Santos, yang timnya baru mengumpulkan tujuh angka dan membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos ke 16 besar. (rtr,F3-40)
