MALANG - Meski belum resmi, kerangka pembagian wilayah Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII memantik suara penolakan. Salah satunya disuarakan oleh Arema Malang. Ketika kerangka pembagian wilayah itu mencuat usai sosiasilasi yang dilakukan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) di Surabaya, Selasa lalu, kubu Singo Edan memang langsung menyatakan penolakan karena ditempatkan di wilayah timur.
Kubu Arema mencium ada semacam konspirasi dalam penyusunan tersebut. Indikasinya, pihak klub tidak pernah dilibatkan. Selain itu, dasar perimbangan dengan menggunakan indikator scoring (poin) dinilai lemah. "Terus terang kami masih menentang keputusan PSSI itu. Makanya, kami tetap memperjuangkan agar Arema tetap di barat," tegas Muhamad Taufan, asisten manajer Arema, kemarin. Kini, manajemen Singo Edan masih terus menyusun argumentasi untuk diutarakan kepada BLI pada forum pertemuan manajer di Jakarta, 11 nanti. Di forum itu, Arema akan tetap mengusung satu sikap, yakni bertahan di barat. Sikap ngotot Arema itu bukan tanpa alasan. Diungkapkan Taufan, pihaknya memiliki banyak pertimbangan yang rasional. Salah satunya mempertanyakan mengapa Arema satu wilayah dengan Persebaya Surabaya kalau dasar BLI adalah menghindari partai yang rawan rusuh. Padahal, duel Arema kontra Persebaya sudah terbukti berpotensi rusuh. Itu terjadi pada laga Copa Indonesia di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, 4 September lalu. Yang diherankan kubu Arema, mengapa BLI tidak menjadikan tragedi itu sebagai satu pertimbangan. Sementara dua klub dari Jawa Tengah, PSIS Semarang dan Persijap Jepara, justru dipisah juga dengan alasan menghindari kerusuhan. "Dasar apa yang digunakan BLI," cetus Taufan. "Kami terus mengupayakan agar BLI bisa menerima alasan kami," imbuh Ekoyono Hartono, sekretaris umum Arema. Yang menyulitkan posisi Arema adalah berkomunikasi dengan Aremania. Komunitas suporter fanatik Arema itu terus mempertanyakan kepindahan tim kesayangannya ke wilayah bara. Sementara perjuangan manajemen untuk meminta kembali ke barat sudah dilakukan secara maksimal. "Jalan terakhir nanti di manager meeting. Kami akan jelaskan juga ke suporter," ungkap Taufan. Seperti diberitakan, dalam kerangka pembagian wilayah yang diterbitkan BLI, Arema berada di wilayah timur musim depan. Di antara tim asal Jatim, Singo Edan akan berkumpul dengan Persebaya, Persekabpas Pasuruan, dan Delta Putra Sidoarjo (Deltras). Sementara tiga tim Jatim lainnya, yakni Persik Kediri, Persema Malang , dan Persela Lamongan ada di wilayah barat.(abm/jpnn) [Non-text portions of this message have been removed]
