Pavel Nedved sedang ngambek. Gara-gara terkena skorsing larangan bermain lima kali dari Komisi Disiplin Serie A Italia, bintang Juventus itu mengancam akan berhenti bermain sepak bola.
Sanksi itu bermula ketika Nedved melakukan tindakan tidak sportif saat Juventus ditahan Genoa 1-1 dalam lanjutan Serie B pekan lalu. Pada laga tersebut, Nedved dengan sengaja menginjak salah seorang pemain Genoa. Tidak hanya itu, setelah diganjar kartu merah oleh wasit Frank Farina, Nedved masih melakukan protes secara berlebihan dan dianggap menghina ofisial pertandingan. Akibat kelakuannya itu, pemain asal Republik Ceko tersebut dijatuhi hukuman larangan bermain sebanyak lima kali. Hanya beberapa jam dari pengumuman sanksi oleh otoritas sepak bola itu, Juventus langsung melakukan banding. Manajemen klub yang bermarkas di Turin itu menganggap sanksi yang dijatuhkan kepada Nedved itu terlalu berlebihan. "Jika sanksi ini diteruskan, maka saya akan mengundurkan diri. Zinedine Zidane saja hanya dikenai sanksi larangan bermain tiga kali karena tandukan yang dilakukannya kepada Marco Materazzi pada Piala Dunia lalu. Lantas, mengapa saya yang hanya melakukan pelanggaran seperti itu sampai dilarang lima kali bermain," kata Nedved sebagaimana diungkapkan agennya Mino Raiola. Menurut Rainola, Nedved menuding bahwa wasit Frank Farina adalah pembohong besar. "Nedved sama sekali tidak "menyerang" Farina dengan kata-kata kasar," beber Rainola kepada La Gazzetta dello Sport. Menurut Rainola, sembari menunggu hasil banding yang dilakukan Bianconeri, Nedved dilarang mengeluarkan komentar apapun kepada pers mengenai sanksi yang dijatuhkan padanya. Rainola menambahkan, tidak hanya Nedved yang pernah "dikerjai" oleh Farina. Beberapa klub besar Eropa juga pernah mengalami nasib serupa. Antara lain Chelsea, Barcelona, Inter Milan, dan AC Milan. (ali) indopos [Non-text portions of this message have been removed]
