kekkek... Ayo wong Semarang ! Serbu Lebak Bulus ntar di final...
Yihaaaa.. Suporter PSIS Berpesta JAKARTA - Hanya ada kegembiraan di kubu PSIS Semarang, setelah wasit Yandri meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak perpanjangan waktu di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, semalam. Di bangku cadangan, ofisial tim dan para pemain serentak berpelukan. Sekitar 300 suporter fanatik PSIS yang tergabung dalam Snex di tribune timur riuh bersorak-sorai. Pesta kemenangan 3-2 atas Persik Kediri juga berlangsung di tribune barat dan VIP tempat para pendukung PSIS kaum perantauan di ibu kota. Manajer Tim Yoyok Sukawi dan pelatih Bonggo Pribadi memeluk satu per satu pemainnya. Ketegangan yang terbayang di wajah mereka selama pertandingan berganti senyuman. Striker Julio Lopez yang keasyikan, bergembira sampai harus ditarik panpel untuk menerima gelar pemain terbaik. Maklum, hingga berkali- kali dipanggil lewat pengeras suara penyerang asal Cile itu tak beranjak jua. "Saya sangat bahagia malam ini, karena seluruh anggota tim bekerja keras merebut kemenangan. Meski tertinggal 1-2, mereka tak terlihat panik dan tetap agresif menembus pertahanan Persik," puji Yoyok. Secara khusus, dia menyoroti kinerja penyerang asal Brebes, Khusnul Yaqien, yang tampil menawan. Menurut pemilik nama lengkap Alamsyah Satyanegara itu, rotasi yang dilakukan Bonggo terbukti mampu menempa mental para pemain. "Selain Khusnul, semua pemain yang bertanding betul-betul tak menyia- nyiakan kepercayaan pelatih. Mereka bermain maksimal dan menunjukkan mental baja di depan tim seperti Persik," imbuhnya. Dengan kemenangan itu, PSIS sukses menyingkirkan Persik yang sangat berambisi menembus final Piala Emas Bang Yos (PEBY) 2006. Hasil itu sekaligus menjadi revans atas kekalahan 0-1 pada final Liga Indonesia (LI) 2006 di Stadion Manahan Solo. Pertandingan Bagus "Ini pertandingan bagus, teramat bagus malah. Persik juga tampil baik, mereka hanya kurang beruntung saja. Fofee dkk bermain cemerlang dengan memaksimalkan semua kelebihan mereka," jelas Bonggo. Menurut mantan pemain Arseto Solo itu, skuad Mahesa Jenar bermain lepas karena tak dibebani target. Turnamen pemanasan PEBY disebutnya sebagai ajang memantapkan komposisi dan materi pemain menjelang bergulirnya LI musim depan. Sebaliknya, suasana kontras sangat terasa di kubu Persik. Setelah laga usai, Harianto cs langsung meninggalkan lapangan menuju ruang ganti. Para pendukung mereka yang berada di tribune barat sektor utara pun dengan lunglai meninggalkan stadion. Pelatih Daniel Roekito bahkan tak mau menghadiri acara jumpa pers dan mewakilkannya kepada manajer Iwan Budiarto. (H29,wgm-31)
