Salut ama timnas Irak. Negeri yg sedang berantakan karna perang ini, timnas sepak bolanya sukses masuk ke final AG Qatar.
Sementara Qatar juga sukses, lepas dari peran Quintana pemain naturalisasi dari Uruguay yg berperan besar atas sukses itu, Qatar telah muncul jadi kekuatan "baru" Asia. Pemain Naturalisasi Lambungkan Qatar DOHA- Kegembiraan meledak di Doha, setelah Qatar memastikan diri meraih tiket ke final sepak bola Asian Games untuk pertama kalinya. Tuan rumah menumbangkan juara bertahan Iran 2-0, Rabu dinihari WIB kemarin. Mereka bakal menghadapi salah satu penakluk Indonesia dalam babak prakualifikasi, Irak, pada partai puncak, besok. Dalam pertandingan semifinal sebelumnya, Irak menundukkan Korea Selatan 1-0 melalui gol Samer Mujbel pada menit ke-24 di Al-Gharrafa Sports Club. Wartawan Suara Merdeka Ananto Pradono melaporkan dari Doha, pemain kelahiran Uruguay Sebastian Soria Quintana membuat publik Al-Sadd Sports Club bersorak gembira, termasuk Putra Mahkota Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. Lambaian bendera putih-merah marun pun bermunculan setelah penyerang bernomor punggung 23 tersebut mencetak gol pertama pada menit ke-29. Pemuda berambut gondrong berusia 18 tahun itu merupakan produk naturalisasi. Bahkan dia baru satu bulan sah menjadi warga Qatar. Tak heran kalau namanya belum masuk dalam daftar atlet pada buku Kontingen Qatar terbitan komite olimpiade negeri itu. Quintana menjebol gawang dengan tendangan kaki kirinya, setelah menerima umpan panjang dari lini pertahanan yang dilepaskan Majdi Siddiq. Itu merupakan gol keempat dirinya dalam ajang kali ini. Dia memang pemain paling produktif di timnya. ''Tentu merasa istimewa bisa mencetak gol pembuka. Apalagi kami menghadapi tim kuat,'' ujarnya. Yasser Hussain, gelandang yang pernah enam bulan memperkuat klub anggota Liga Inggris, Manchester City, membuat kepahitan Iran bertambah pada menit ke-74. Bola tembakan jarak jauh yang dilepaskan pemain berusia 22 tahun itu berbelok arah setelah mengenai Jalal Khoshkebejari. Gawang kiper Hassan Roudbarian pun bobol lagi. Pertama Kekalahan tersebut merupakan yang pertama bagi Iran, dalam 16 kali pertandingan beruntun sejak Asian Games 1998 di Bangkok. ''Tim terbaik telah memenangkan pertandingan tadi,'' ujar Pelatih Iran Rene Simoes. Dia pernah membawa Jamaika maju ke putaran final Piala Dunia 1998 di Prancis. Bagi Qatar, keberhasilan lolos ke final makin meningkatkan reputasi Dzemal Musovic. Sebelumnya, pada 2004, pelatih asal Bosnia itu mengantarkan tim senior menjuarai Piala Teluk, lambang supremasi persepak bolaan di kawasan Teluk Arab. Sukses saat Piala Teluk juga didapat di Al-Sadd Sports Club. Namun, partai final Asian Games 2006 tidak dimainkan di Al-Sadd, tetapi di Al-Gharrafa Sports Club. ''Penampilan tim kami luar biasa. Mereka anak-anak muda yang sangat antusias setiap tampil di lapangan,'' ujar Muzovic. Apa pun hasil pasukannya di final, sejarah baru telah dibuat, karena selama ini sepak bola Qatar belum sekali pun berhasil meraih medali di ajang Asian Games. (28)
