*
*

LONDON-Kalau sempat menyaksikan duel antara West Ham United versus
Manchester United di Upton Park Minggu tengah malam lalu, mungkin Anda
sedikit heran dengan cara kapten West Ham Nigel Reo-Coker "merayakan"
keberhasilan menjebol gawang United.

Dengan wajah masam, Reo-Coker berlari ke pinggir lapangan. Sama sekali tak
ada senyum di wajah gelandang Timnas Inggris itu, juga kepalan tangan ke
udara. Dia juga sempat menutup telinga seolah-olah tidak mau mendengar
sorak-sorai pendukung West Ham. Yang tersisa kemudian adalah tatap tajam
penuh amarah pemain berusia 22 tahun tersebut ke arah pendukung The Hammers.


Padahal, itulah gol yang akhirnya jadi penentu kemenangan West Ham atas
pemuncak klasemen sementara Premiership tersebut. Kemenangan itu sekaligus
menjadi kado indah bagi Alan Curbishley yang baru ditunjuk menggantikan Alan
Pardew sebagai arsitek The Hammers.

Lalu, mengapa Reo-Coker bersikap seperti itu? Ternyata memang ada sebabnya.
Bukan sekadar karena Reo-Coker yang dituding sebagai penyebab didepaknya
Pardew. Tapi, juga karena pemain pekerja keras itu diteror lewat surat oleh
sejumlah oknum suporter The Hammers sehari sebelum duel melawan United.

Isi teror itu macam-macam. Mulai ejekan berbau rasis hingga ancaman
pembunuhan. "Ada yang mengatakan (lewat surat) kalau Reo sebaiknya mati atas
apa yang terjadi dengan Alan Pardew. Saya bilang ke Nigel untuk melupakan
semua intimidasi yang tidak jelas itu," kata Tony Finnegen, agen Reo-Coker,
seperti dikutip BBC.

Finnegen menyatakan, dalam waktu dekat dia akan bicara langsung dengan
Curbishley guna membahas situasi sulit yang sedang dialami kliennya. "Karir
sebagai pemain sepak bola itu hanya sebentar. Pemain tentu ingin melakukan
yang terbaik sebelum masanya habis. Reo masih terikat kontrak dengan klub
ini dan dia sebetulnya senang berada di sini. Tapi, saya tidak tahu berapa
lama lagi dia ingin bermain di depan para suporter yang selalu mengejeknya,"
beber Finnegen.

Secara terpisah, rekan setim Reo-Coker, Anton Ferdinand, mengharapkan agar
para suporter tetap memberikan dukungan kepada Reo-Coker. Meski, belakangan
namanya dikaitkan dengan beberapa klub lain, antara lain Everton, Manchester
United, dan Arsenal.

"Sangat tidak fair membebankan semua tentang pemecatan Pardew di pundak Reo.
Penampilannya melawan United menunjukkan betapa hebatnya dia. Harus diingat
juga, Reo baru 22 tahun dan sudah dipercaya menjadi kapten tim sebesar West
Ham," kata adik kandung Rio Ferdinand itu. (ali) indopos


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke