Betul, saya setuju dengan bung putra, sebaiknya pssi lebih memikirkan kompetisi 
yang teratur dan berkesinambungan, jangan program asal asalan aja.

Dan jangan mengubah format yang sudah ada, baru peraturan dibikin udah diganti 
lagi, gak abis abis.

 

Pokoknya bravo sepakbola indonesia, tapi kita tetep harus ikutin proses, jangan 
sukanya cara instan aja.

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Putra 
Prawiranegara
Sent: Friday, January 05, 2007 10:19 AM
To: [email protected]
Subject: [BolaML] Re: kostum timnas

 

--- In [email protected] <mailto:bolaml%40yahoogroups.com> , heye <[EMAIL 
PROTECTED]> wrote:
>
> [h]
> sepertinya PSSI tidak bisa melihat apa sebenarnya yang menjadi pokok
> permasalahan bobroknya sepakbola nasional,
> program "karantina" jangka panjang lagi2 menjadi pilihan,
> dan program titipan menjadi sekedar program "mercu suar"...
> 
> Kita punya kompetisi besar, bahkan akan menjadi salah satu yg 
terbesar di
> dunia, 34 tim dalam satu divisi,
> seharusnya kompetisi akbar itu bisa menjadi penelur timnas yang 
berkualitas,
> karena pada dasarnya negara kita bukanlah negara tanpa bakat dan 
kemampuan
> sepakbola, justru kita diberkati oleh skill dan anugrah yang luar 
biasa
> untuk sepakbola.

===========================
PSSI memang jadi pihak yang paling pertama harus disalahkan,,, Karena 
dia pemegang wewenang dan kekuasaan Sepakbola Nasional... Harusnya 
dengan kekuasaan dan wewenangnya dia bisa melakukan apapun yang 
diinginkan.. tapi gw liat sering kali kalo PSSI bikin keputusan yang 
gak populer untuk satu-dua, tiga pihak... biasanya langsung ngeper 
dan gak ada KETEGASAN... dan ujung2nya RAPAT, RAPAT, RAPAT, dan 
keputusan lagi2 berubah..

Yah contohnya dari kasusu FORMAT LIGA, JUMLAH TIM PESERTA, etc.. 
pasti berubah setiap tahun... gimana mo ngebangun kalo baru jadi 
fondasinya udah dirubuhin lagi... Setiap peraturan/RULE entah itu 
Populer atau gak populer pasti akan merugikan beberapa pihak.. tapi 
kalo itu bisa membuat sepakbola indonesia maju.. kenapa nggak??

gw mendukung prinsip SELEKSI ALAM di Kompetisi INdonesia.. yang gak 
mampu mengarah ke PRO mending bubarin aja.... daripada ikut liga cuma 
bikin kisruh aja...

> Sayangnya,
> pembinaan yang terkesan asal-asalan, mental begitu mengkhawatirkan, 
dan
> terutama pengorganisasian yang sangat tidak mapan, menghapus semua 
bakat dan
> anugrah tadi,
> dan itu justru disikapi oleh kebijakan pengurus yang terkesan tidak 
peduli,
> terkesan mengada-ngada, berdasarkan kepanikan, tidak berfikir 
panjang,
> bahkan justru sempat berniat untuk mengkhianati nasionalisme...
> 
> Tidak banyak harapan yang bisa disematkan kepada program2 tersebut,
> selain berdoa bahwa suatu saat ada keajaiban yang membuat pemikiran
> makhluk-makhluk di PSSI tersebut ditobatkan, dan kembali dari jalan 
yang
> sesat...

======================================
GW juga sangat yakin, bakat-bakat sepakbola indonesia gak terlalu 
jauh dari bakat2 yang dimiliki BRAZIL.. kita punya sejarah 
dipersepakbolaan dunia.. itu bisa jadi bukti.. 
Yakin.. yakin dech...

Dan Kompetisi memang jadi satu2nya jalan untuk menempa mental2 
pesepakbola indonesia, yang merupakan titik lemah kita..

Merahkan senayan............

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke