* * Arema v Persita MAKASSAR - Gengsi dan emosi bakal tersaji dalam laga Arema versus Persita Tangerang di turnamen Piala Jusuf XII di Stadion Andi Matalatta (Mattoangin) sore nanti. Kendati turnamen ini hanya sebagai ajang persiapan bagi kedua tim, namun kubu Arema dan Persita punya misi lebih dari itu. (disiarkan langsung Antv pukul 15.00 WIB)
Arema dan Persita yang berada di Grup B sama-sama membawa misi menjaga gengsi tinggi. Maklum Arema tidak ingin menuai malu di hadapan beberapa mantan pemain, dan pelatihnya di musim 2006 Benny Dolo. Seperti diketahui, pelatih yang sukses memberikan tiga gelar juara kepada Arema, Benny Dolo, sekarang menukangi Persita. Kepergian Benny itu diikuti sejumlah anak buah di Arema dulu semisal Firman Utina, Andela Atangana, dan Leo Soputan. Sebaliknya, kubu Persita juga tidak ingin dipecundangi Singo Edan begitu saja. Hijrahnya Benny dari Arema ke Persita ibarat masih meninggalkan luka. Karena itu, Arema ingin menumpahkannya di tengah lapangan. Siapa yang bakal unggul? Tentu tergantung permainan selama 2 x 45 menit sore nanti. Bagi Arema, hasil seri saja atas Persita sudah cukup untuk melenggang ke partai final. Ini karena Alexander Pulalo dan kawan-kawan sudah mengantongi tiga poin hasil menang 1-0 atas Persipura pada laga perdana. Sementara, Persita butuh kemenangan untuk bisa merebut tiket ke final. Sebab, dalam laga perdananya, Persita hanya meraih satu poin setelah bermain imbang 0-0 versus Persipura. "Semua harus bermain maksimal karena kami di sini mempertaruhkan nama masyarakat Malang," tandas Tony Ho, asisten pelatih Arema, di Hotel Quality kemarin. Kemenangan atas Persita memang menjadi target yang telah dibebankan kepada Suroso dan kawan-kawan. Walau hasil imbang saja sudah cukup untuk melaju ke final, skuad asuhan Miroslav Janu ini tidak ingin setengah-setengah di even yang digelar untuk mengenang jasa mantan Pangab Jenderal M. Jusuf ini. Janu akan terus memberikan instruksi agar anak asuhnya lebih berhati-hati, terutama di lini belakang. Mengaca pada laga menghadapi Persipura yang berakhir dengan kemenangan 1-0 atas Persipura, Janu menilai masih menyisakan banyak kelemahan. Buktinya, kans Persipura membobol gawang Arema cukup besar. Ini karena kelalaian pertahanan Arema dalam mengawal ketat lawan. Yang diharapkan Janu, semua pemain jangan hanya terpaku pada bola. Pergerakan lawan pun harus selalu diikuti. "Semua harus bergerak untuk menutup lawan ketika diserang," kata Janu. Menghadapi Persita, Janu tidak memberikan perhatian khusus terhadap satu persatu lawan. Terpenting, lanjut dia, anak asuhnya tetap menjaga kekompakan tim. Lini per lini harus mengoptimalkan komunikasi. Barisan belakang yang banyak disoroti diminta untuk tidak banyak melakukan jebakan offside. Soalnya, dengan skema 4-4-2 yang diterapkannya, akan cukup riskan mengandalkan jebakan offside. Untungnya, Arema sudah punya banyak pilihan untuk mengisi lini belakang. Ada tiga stopper asing yang kini sudah merapat. Mereka masih dalam tahap seleksi, yakni Albert Yobo, Bruno, dan Leonardo Mojano. Hanya, siapa saja yang akan diturunkan masih belum ada keterangan resmi dari Janu. (abm/jpnn) Prakiraan Pemain: Arema (4-4-2): Ahmad Kurniawan (g), Rasmoyo, Suroso, Leonardo, Alexander Pulalo, Anthony Jomah Ballah, Joao Carlos, Arif Suyono, Akbar Rasyid, Essa Mvondo, Patricio Morales. Pelatih: Miroslav Janu Cadangan: Hengky Oba, Prastowo, Sutaji, Agung Yudha, Zainal Ikhwan. Persita (3-5-2): Mukti Ali Raja (g), Fallah Johnson, Bobby Satria, Andela Atangana, Kery Yudiono, Essiah Pello Benson, Firman Utina, Firman Basuki, Stephen Mennoch, Supaham, dan Ernest. Pelatih: Benny Dolo Cadangan: Hendra Pandynuwu, Dwi Joko, Zulfadly, Asep Gunawan, M. Andik, Iswadi Syukur. [Non-text portions of this message have been removed]
