Revolusi Don Capello
Salomo Sihombing - detikSport

 *Jakarta - *Apapun prestasi Real Madrid musim ini, jangan pernah berfikir
Fabio Capello akan hengkang. Pria Italia itu punya mandat memimpin revolusi
di *Los Blancos*.

Pesan yang disampaikan Capello pertama kali tampil dalam konfrensi pers
sebagai pelatih Real ialah, 'berjuanglah untuk kostum yang kita banggakan.'
Namun ajakannya seperti tidak digubris para bintang Real atau mereka yang
merasa bintang.

Lewat separuh musim, klub juara Eropa sembilan kali masih timbul tenggelam.
Manajemen klub pun memanggil Capello, tepatnya setelah kekalahan 0-2 dari
Deportivo La Coruna pekan pertama Januari lalu.

Media pun berspekulasi sang pelatih diminta pertanggungjawabannya, didesak
mundur, atau dipecat. Tetapi peryataan yang keluar setelah pertemuan
tersebut justru sebaliknya. Direktur Olahraga Real Predrag Mijatovic
menegaskan manajemen klub memberikan dukungan penuh terhadap Capello untuk
apa pun yang direncanakannya.

Kamis (11/1/2007), Capello kembali dipanggil. Kali ini terkait keputusan
Beckham pindah ke LA Galaxy. Kembali keluar pernyataan mengejutkan. Beckham
tidak akan dimainkan sampai akhir musim. Alasan yang dikemukakkan Capello
setelah itu adalah karena ia meragukan profesionalisme Beckham setelah
menandatangani kontrak lima tahun dengan Galaxy.

Bagaimana mungkin seorang Beckham yang punya nama besar di dunia sepakbola,
diragukan profesionalismenya? Tetapi itulah Capello. Meski menyatakan
keputusan tersebut merupakan sikap manajemen klub, tetap saja orang melihat
dialah yang maju ke media menyampaikannya.

Pasca kejadian Beckham, Capello seperti tidak mau setengah-setengah
menunjukkan kuasa mandat yang diberikan padanya. Dalam sesi latihan sore,
tiga pemain diwajibkan berlatih di tempat tertutup. Mereka adalah Beckham,
Antonio Cassano dan Ronaldo.

Tentu saja dengan cepat muncul spekulasi akan adanya eksodus dari Santiago
Bernabeu. Namun tidak perlu menerka-nerka, Presiden Real Ramon Calderon
sendiri muncul di hadapan pers, mengumumkan Ronaldo juga "dibekukan".

Apa latar belakang pembekuan Ronaldo? Dengan lantang Calderon
mengkampanyekan proyek Capello. "Ronaldo tidak lagi menjadi bagian dari
rencana pelatih, dan seperti itulah yang terjadi. Kita harus menaruh
keyakinan terhadap sosok seperti Capello. Dia berpengalaman dalam hal
seperti ini."

Lantas bagaimana Cassano? Pemain bengal yang satu ini sebenarnya sudah lebih
dulu dikucilkan, menyusul penghinaannya terhadap Capello Oktober tahun lalu.

"Pelatih ingin memilih para pemain yang menurutnya terbaik untuk program
yang direncanakannya. Dan itu berarti tidak semua pemain bisa ikut. Kami
sepenuhnya percaya padanya, dan akan memperjuangkan rencana kami untuk masa
mendatang," tegas Calderon.

Tidak hanya skuad, media Spanyol pun ramai mengkritik taktik bertahan yang
diperlihatkan Real dalam beberapa pertandingan terakhir. Apalagi, pemain
yang dipilih pun terlihat tidak istimewa seperti Miguel Torres, Fernando
Gago dan Gonzalo Higuain.

Namun pada pertandingan terakhir, terbukti tiga nama di atas berandil besar
memberikan kemenangan 1-0 Real atas Real Zaragoza. Inilah kemenangan pertama
Real dalam tiga laga terakhir, setelah sebelumnya dipermalukan 0-2 oleh
Deportivo La Coruna dan 0-3 oleh Recreativo Huelva.

Kini semua tentang Real adalah Capello. Dengan dukungan penuh manajemen
klub, pelatih yang sukses memberikan gelar untuk AS Roma dan Juventus itu
bisa melakukan apapun. Tinggal menunggu ke mana revolusi di Bernabeu
dibawanya. *(lom/mel)*

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke