Kegagalan timnas secara keseluruhan di tiap partai ada saja kesalahannya, jelas itu. lihat saja lawan laos, hanya menang dikit, bobol duluan lagi., lawan vietnam, hanya seri, ndak maksimal, formasi yang diturunkan kurang greget. kebiasaan lama indonesia, kalau melihat pemain main bagus di partai sebelumnya, pasti diturunkan sejak menit awal, lihat saja bagaimana saktiawan dimainkan sejak menit awal, padahal dia lebih bagus main saat lawan sudah keteteran, akhirnya dia dapt kartu dech, ndak bisa main lawan singapura. di partai terakhir, dua blunder itu jelas, indonesia maunya menang dengan cara menyerang abis2an, tapi lambat dalam menutup pergerakan dari sisi kiri , sering banget dari sisi ini, ya akhirnya begitulah ini semua terlepas dari keputusan wasit yang tdk mengartumerah pemain singapura shah alam yang menyikut erol lo. kasian erol
semoga sjaa ini jadi pelajaran bagi negeri kita yang tengah dirundung banyak musibah, apalagi ada rencana 2 perpecahan politik ala revolusi, apa tuch :D bravo timnas, semoga esok lebih baik lagi, 4-4-2 sudah mulai nyetel tuch On 1/18/07, Alfit Pacha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalo pendapat gw kegagalan timnas ada saat lawan Vietnam, > gol bunuh diri, dan mengurung "abis" Vietnam tapi hanya jadi 1 gol.. > > Mr.PW hanya lihai dalam strategi serangan, tapi bertahan 4 sejajar kurang > sreg selama wasit juga manusia biasa > > Alfit > > > > Firdauf Achmad Dhewata <[EMAIL PROTECTED] <petirburung%40yahoo.com>> > wrote: > 2 kesalahan berbuntut gol .. > > gw bisa ngeliat ekspresi kecewa Ponaryo ... > kegagalan timnas menurut gw benernya bukan di match malam ini, tapi ga > bisa optimal pada saat lawan Laos > > Alkaizer > .... > *tertunduk lesu* > > > --------------------------------- > > Real people. Real questions. Real answers. Share what you know. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
