Bener bro.  Udah beberapa tahun terakhir ini dominasi basket nasional cuma di 
dua klub ini Aspac dan SM.  Wajar karena kedua klub ini keliatannya punya 
kekuatan finansial untuk memborong kebanyakan pemain terbaik di Indonesia untuk 
bermain di kedua klub ini.
   
  Skarang kayaknya SM sedikit lebih unggul karena materi mereka rata-rata 
pemain nasional dan sedang naik grafik permainnanya.  Pemain baru mereka musim 
lalu, Ronny Gunawan (beberapa kali jadi MVP pas masih di CLS), Denny Sumargo 
(mantan Aspac) dan Youbel Sondakh (mantan IM)  bener-bener kasi impact bagus ke 
tim.
   
  Aspac dah waktunya regenerasi.  Para pemain senior mereka seperti Budi udah 
di"buang" ke Kalila, dan Rommy Chandra kayaknya bakalan balik lagi ke IM 
(denger-denger sih).  
   
  Panasia banyak dapet pemain "bekas" SM seperti Octo, Gagan dll plus mereka 
dapet MVP musim lalu Kelly Purwanto dari Kalila.  Rasanya bisalah Panasia 
berbicara sampai dengan final four.
   
  Mengenai MVP musim lalu Kelly Purwanto, pemain ini pernah dibuang sama SM loh 
karena cedera parah terus direkrut lagi ama Kalila dan di sana dia jadi iconnya 
Kalila.  Kenapa dia jadi MVP karena dia paling sering dipasang dan jarang 
diganti.  Beda dengan bintang-bintang di SM dan Aspac yang selalu dirotasi 
jadinya penampilan individual mereka secara statistik ga terlalu mencolok.
   
  Cheers
   
   
  >Pecat Ancelotti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >gugun >> busyet gw ngikutin banget....
>apalagi pas SM juara tahun kemaren.
>sempet nonton gw.. Tapi yang gak menarik
>dari basket lokal.... persaingannya gak merata
>dua tim lebih nguasain banget.
>Satria Muda ama Aspac Putra Riau..
>tapi sekarang Panasia ama Bhineka udah mau bangkit lagi
>Tapi gw salut ama pemain kalila, siapa lupa gw namanya
>yang jadi MVP musim kemaren. boleh tuch di coba ke
>PBA.......


 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke