On 1/18/07, Don Rudy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau hasilnya salah, pasti prosesnya juga salah. > Untuk hal ini PSSI ga perlu evaluasi lagi, ganti pelatih asing dengan > pelatih lokal saja. > Saya lebih suka pelatih lokal, kalau hanya untuk ASEAN dan ASIA saya lihat > pelatih lokal juga bagus. > Kalau boleh saya sarankan, untuk sektor belakang Indonesia sebaiknya pake > pelatih khusus yang bertugas khusus mengkoordinasi lini belakang, seperti > Cirro Ferrara(Italia) di Piala Dunia kemarin. > > -- > Cavaliere > AC Milan atau tidak sama sekal!
yW~> proses yang salah, jangan hanya melihat itu sebagai kesalahan pelatih, pemain yang bodoh, atau apalah. Liat dulu deh ke PROSES yang sebenarnya: kompetisi lokal. Rasanya ga perlu dibahas lagi kalo PSSI itu berisikan orang2 idiot yang mengatasnamakan sepakbola demi kepentingan pribadi. pelatih lokal? pengalaman mereka darimana? dari kompetisi lokal yang diurus orang2 idiot itu. transfer ilmu seperti apa yang bisa anda harapkan dari kompetisi ga jelas seperti itu? Saat ini timnas Indo lebih perlu pelatih asing, apalagi withe udah terbukti berhasil memajukan sepakbola Thailand. berapa lama dia menangani Thailand? 1 taon? lagi2 berpikir instan? itulah PSSI. ketuanya aja residivis. mikirnya cuma duit pelatih khusus pun ga bakal berguna. kalo mengandaikan Ferrara, dia itu bek yang tangguh dan sangat berpengalaman. bermainnya juga di kompetisi tingkat atas bersama klub besar. Lah (mantan) bek Indonesia? sorry to say, kita semua tau kalo bek Indonesia ngak ada yang benar2 bagus. kesalahan2 ga perlu selalu saja dilakukan. Dari dulu sampai sekarang rasanya ga beda terlalu jauh (maaf, saya angkatan muda, jadi kurang tau pemain2 jadul, cmiiw). Lagi2, transfer ilmu seperti apa yang bisa diharapkan? Pemain seperti Hendro yang menurut saya termasuk angkatan "basi" uda ga perlu dipake. Liat kan mental "timnas dulu" gimana? lagi2 tindakan ga perlu dilakukan. Main sepakbola itu bukan cuma diatas kertas. Gw yakin semua orang disini pernah setidaknya nendang bola. Yang ga pernah maen bola (mungkin pernah maen tapi ga bisa ngapa2in alias anak bawang :p) itu yang selalu berkoar timnas pecundang,dll (siapa sadar sendiri deh). Kadang hasil ga seperti yang direncanakan (rencana setiap tim pasti menang dan juara donk), ya itu wajar. Kalo mau objektif liat perubahan di timnas donk. Dibandingkan beberapa tahun lalu sekarang maennya jauh lebih "bener". Bibit2 muda bermunculan. Dari Boaz, sampai Atep. Permainan Indonesia lebih menarik sekarang daripada dulu. Dari segi peluang Indonesia banyak, tapi penyerang kurang tenang, kadang salah oper dll, ya wajar toh. tinggal diperbaiki. Ingat, ini Indonesia, bukan Brasi! Indonesia bukan tim atas di peta sepakbola dunia. yang bisa kita harapkan adalah timnas melangkah menjadi lebih baik lagi. Bukan lantas gagal pada 1 kesempatan langsung dibubarkan. kalau orang Indonesia saja memaki2 timnas dengan sebutan pecundang, mau harapkan orang singapura yang mendukung? Disini orang Indonesia semua kan?! -- [Yan Walando]
