lagi bingung mau posting apa, lagi banyak
"pecundang"...hehehe....baca "Nah Ini Dia" aja nih
dari Poskota, cerita yang bener2 menceritakan
"pecundang":
-omar-
-----------------------
Asmara Eyang Putri
Kamis 18 Januari 2007, Jam: 9:13:00
Sepertinya di Sragen (Jateng) sudah kekurangan stok
perempuan saja. Sampai sampai Tarmo, 28 tahun, harus
gresek (mencari-cari) memacari nenek-nenek usia 60
tahun. Tapi sial banget, di saat kelonan dengan Ny.
Marsinah, ketahuan seorang anak si nenek genit
tersebut. Meski sudah disembunyikan ke kolong ranjang
tak urung dihajar jadi bulan-bulanan.
Ini kisah paling memalukan sepanjang sejarah kota
Sragen, khususnya di Desa Puro, Kecamatan
Karangmalang. Seorang nenek yang sangat disegani
warga, diam-diam menjalin asmara dengan "cah wingi
sore" yang selama ini jadi tukang bakso. Apa
sesungguhnya yang diharapkan Ny. Marsinah darinya.
Ketampanannya, atau "bakso" pribadi milik si Tarmo
tersebut?
Tarmo sendiri sebelumnya tak pernah ada filing dengan
perempuan itu. Di samping sudah jompo, penampilannya
biasa-biasa saja. Tapi ternyata "eyang putri" ini
kawehan (suka memberi). Paling tidak, setiap membeli
baksonya Ny. Mursinah tak mau mengambil kembaliannya.
Makan bakso hanya Rp 5.000,- semangkok, tapi kembalian
dari uang Rp 20.000,-an tak pernah diurus. "Buat jajan
anak-anakmu saja," begitu kata Mbah Marsinah.
Itu belum selesai. Ketika Tarmo kesulitan keuangan
misalnya untuk yang nilainya bisa mencapai tus-tusan,
dengan suka rela Ny. Marsinah membantu. Katanya hanya
meminjami, tapi giliran dikembalikan Tarmo dia tak
mau. Maka tukang bakso ini pun semakin terheran-heran,
kok ada orang sosialnya macam Mbah Marsinah. Ah, atau
ini mungkin sekadar untuk beramal, sebagai bekal
kembali ke alam fana nanti.
Akan tetapi, kecuali lihat pemandangan dan bersiul di
dunia ini tak ada yang gratis. Begitu pula dengan Ny.
Marsinah. Sekali waktu dia mencoba memetik buah hasil
kedermawanannya selama ini terhadap Tarmo. Ketika
lelaki itu jualan bakso dekat rumahnya langsung
dipanggil. "Tolong Mo, aku dikeroki, agak masuk angin
rupanya," kata wanita tersebut, dan langsung
menggelandang Tarmo ke dalam kamarnya.
Tentu saja Tarmo gedandapan (bingung) dibuatnya. Tapi
untuk menolak juga tak enak mengingat budi baiknya
selama ini. Dan begitu tukang bakso tersebut bagaikan
kerbau dicocok hidungnya, tahu-tahu saja Ny.Mursinah
menyodorkan punggungnya yang sudah lepas dari BH-nya.
Ya terpaksalah Tarmo mengeroki dengan mata merem. Tapi
itu belum cukup, karena secara mendadak pula janda tua
itu membalikkan tubuhnya dan nampaklah
“stalagnit-stalagnit” di dada nenek renta itu.
Ingin sebetulnya Tarmo lari dari medan, tapi Ny.
Marsinah menahannya. Adegan itu mengingatkan pada film
"Si Manis Jembatan Ancol" yang dibintangi Lenny
Marlina dan Kris Biantoro. Kala itu, meski hanya
melihat beha putihnya sang bintang, enak juga
dinikmati, karena pemilik "indo milk" memang cantik
(kala ituuuuu – Red). Lha kalau Ny. Marsinah yang
usianya kini masih di atas Lenny Marlina, lha ya
mblenger rek!
Kenyataannya? Kebajikan mengalahkan nalar dan logika.
Dengan pertimbangan sudah membantunya selama ini, maka
ketika eyang agung ini memaksa mengajak masuk sarung,
Tarmo tak bisa menolak. Meski jengah, namanya juga
lelaki normal, lama-lama gliyak-gliyak (pelan tapi
pasti) jalan juga. Dan ternyata, meski sudah
nenek-nenek, ibarat nasi masih pulen juga bak beras
rajalele atau Cianjur istana.
Akhirnya, hal itu menjadi sebuah rutinitas, yang
tadinya ogah malah jadi nambah. Lama-lama adegan mesum
itu tercium oleh anak-anak Ny. Marsinah. Tapi wanita
itu dengan mudah menepiskannya, bahwa semua itu
sekadar itu tak bertanggungjawab dari pihak-pihak yang
tidak suka dengannya. "Gila apa, aku pacaran sama
tukang bakso model Tarmo. Memangnya aku nenek
apaan....," begitu tangkis Ny. Marsinah.
Hari nahas itu tiba beberapa hari lalu. Saat
Tarmo-Marsinah kelon, ketahuan oleh anak lelakinya.
Buru-buru tukang bakso itu disembunyikan di kolong
ranjang. Tapi rupanya anak nenek genit ini tahu, maka
Tarmo yang hanya pakai kolor itu diseret keluar dan
dihajar habis. Sedangkan eyang putri hanya bisa
teriak-teriak histeris melihat gendakannya dihajar
anak sendiri.
"England's most decorated club picks up another trophy" Martin Tyler, FA Cup
Final, 13 May 2006
________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/