Ini cuplikan wawancara PW dgn BOLA yg menunjukkan bahwa "orang-orang" kita hanya bisa kasih kritik muluk tanpa bs bantu dgn kerja nyata untuk membawa kemajuan bersama... uda gitu kritiknya negatif muluk... gak memberi kritik yg membangun & memberi minimal support & dukungan...
Bagaimana memandang sebuah kritik? Di Indonesia saya menemui banyak kesulitan. Banyak orang yang mengaku expert di sepakbola, juga media, selalu mengomentari kinerja tim ini dengan negatif. Mereka seharusnya mendukung. Tapi, saya selalu berusaha mengubahnya menjadi positif (Peter berkali-kali menyebutkan hal ini di jumpa pers maupun dalam wawancara terpisah). Bisa menyebutkan contohnya? Ya, mereka mengomentari soal seleksi pemain atau saat saya mengganti sistem permainan yang tentunya juga mengubah susunan pemain. Padahal, itu hal normal. Saya tak mungkin memasang formasi yang sama saat melawan tim Laos dan Vietnam. Karakter kedua lawan jelas berbeda. Karena itu, saya melakukan perubahan. Untuk itu, tentu saja, saya dan tim harus membayarnya. --- In [email protected], "Delfiar Sari" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Setuju gw dengan poin-poin loe ... > Seperti juga yg tadi gw tulis di milis Milanisti-Indonesia, gw merasa PW sudah memasukkan suatu karakter ke timnas, walaupun karakter itu baru muncul akhir-akhir ini. Tapi itulah proses, tak bisa langsung pengen menang seperti kata orang yg ber"wibawa" tapi tak berwibawa itu ...
