Liga Djarum 2007 Mulai 3 Februari 2007

Badan Liga Indonesia memajukan penyelenggaraan kompetisi Divisi Utama Liga
Djarum Indonesia 2007 dari semula digelar mulai 6 Februari, menjadi 3
Februari. Putaran pertama kompetisi akan berakhir pada 29 April, dan setelah
itu break untuk persiapan timnas senior menuju putaran-final Piala Asia yang
digelar 7-29 Juli. Kompetisi akan dilanjutkan sejak 4 Agustus, dari
rangkaian pertandingan putaran II yang direncanakan berakhir 2 Desember.

"Setelah itu kita menggelar babak delapan besar, semifinal dan final.
Kompetisi diharapkan sudah bisa kita tuntaskan pada 22 Desember," ungkap
Direktur Badan Liga Indonesia (BLI) Andi Darussalam Tabusalla, Minggu
(21/1).

Mengenai tempat pemanggungan babak delapan besar, menurut keterangan Andi
Darussalam Tabusalla, baru akan ditentukan pada acara workshop BLI dengan
para panitia pelaksana (panpel) tim-tim peserta Liga Djarum 2007 tersebut.
Workshop tersebut akan dilaksanakan 26-27 Januari ini di Jakarta.

"Untuk babak semifinal dan final sudah pasti akan dilangsungkan di Stadion
Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan," ujar Salam, sapaan akrab Direktur
BLI yang juga manajer timnas senior Indonesia itu.

Mengenai dimajukannya tanggal pelaksanaan dimulainya Liga Djarum 2007
tersebut, Salam mengatakan bahwa hal itu tidak terlepas dari kegagalan
timnas senior Indonesia lolos ke babak semifinal dan final AFF Championship.


"Kita memproyeksikan dimulainya kompetisi pada 6 Februari sebagai langkah
antisipasi tim kita bertanding di babak final AFF Championship pada 4
Februari," ujar Salam.

Liga Djarum 2007 diikuti 36 tim yang dibagi atas dua wilayah dengan
masing-masing 18 tim peserta. Pergelaran Liga Djarum 2007 sekaligus menjadi
acuan untuk penentuan 18 tim yang berhak berkompetisi di Liga Super 2008.

Dalam pertemuan dengan perwakilan 36 tim peserta Liga Djarum 2007 yang
dilakukan Minggu (21/1) di Klub Rasuna, Kuningan, BLI sudah membagikan
jadwal pertandingan kepada masing-masing manajer tim. Namun, menurut Salam,
jadwal pertandingan tersebut masih bersifat tentatif.

"Dari hasil managers-meeting ini ada beberapa revisi," katanya.

Dengan peserta 36 tim, dua putaran kompetisi dari Liga Djarum 2007 total
akan menggelar 306 pertandingan, tidak termasuk babak delapan besar, kemudan
semifinal dan final.

Dari jadwal yang dibagikan BLI kepada masing-tim tim pesrta kemarin, pada
hari pertama kompetisi (3 Februari) akan digelar 16 pertandingan, yakni
delapan partai di Wilayah I (Barat) dan delapan partai di Wilayah II
(Timur).

Fokus dari rangkaian laga perdana kompetisi kompetisi Liga Djarum 2007 ini
dipusatkan di Stadion Brawijaya, saat juara bertahan Persik Kediri yang
ditangani oleh Daniel Rukito menjamu Sriwijaya FC yang kini diarsiteki oleh
Rachmad Darmawan.

*Subsidi Rp 300 juta*

Dari acara managers-meeting kemarin BLI secara resmi mengumumkan besarnya
subsidi untuk peserta Liga Djarum 2007, yakni Rp 300 juta untuk setiap tim.
Jumlah subsidi ini separohnya dari subsidi pada Liga Djarum 2006, yakni Rp
600 juta. Seperti musim kompetisi sebelumnya, subsidi untuk Liga Djarum 2007
akan diberikan dalam empat termin.

"Kami berharap subsidi dari BLI ini bisa diberikan tepat waktu, tidak
molor-molor atau bahkan mesti tertunda-tunda lama seperti
kompetisi-kompetisi yang lalu," komentar Hendricus Mulyono, manajer tim PSS
Sleman.

Andi Darusalam kemudian menuturkan tentang kewajiban dari beberapa klub
untuk melakukan penyempurnaan dari homeground-nya menjelang musim Liga
Djarum 2007 ini. Diantaranya adalah, diwajibkannya PSSB Bireun untuk
melakukan pertandingan kandangnya di Lhokseumawe selama putaran pertama.

"Stadion Cot Gapu di Bireun kami nilai belum layak. Mereka kami beri waktu
hingga akhir putaran pertama untuk melakukan penyempurnaan dari stadion
kandangnya itu," kata Salam.

Persitara Jakarta Utara diwajibkan untuk meratakan lapangan dari Stadion
Kamal Muara hingga 31 Januari mendatang. Jika deadline itu dilampaui,
Persitara diharuskan pindah homebase.

BLI juga mewajikan empat tim peserta Liga Djarum 2007 untuk melengkapi
fasilitas lapangannya, yakni PSP Padang (Stadion H.Agus Salim), Persijap
Jepara (Stadion Kamal Junaidi), Persikabo Bogor (Stadion Persikabo,
Cibinong), dan Persiwa Wamena (Stadion Pendidikan, Wamena). "Mereka sudah
mendapat peringatan uintuk segera melengkapi fasilitas lapangannya
masing-masing," kata Salam.(adi)

sumber : www.pssi-football.com 

gugun >> Kembali PSSI dalam hal ini BLI tidak konsisten
dalam jadwal berputarnya Liga Indonesia, walaupun cuma beda 3 hari.
dari rencana awal.
Dan kembali PSSI merubah format, dari rencana langsung
mempertemukan juara grup di Final, akhirnya
merubah menjadi 8 besar..

Salah Siapa Coba.......????????

-- 
=== satu Milan --- Milan satu ===


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke