Hiks2... T_T gw jadi terharu nech, ngebaca postingan bro Omar... gw setuju ama bro Omar... walau apapun prestasi yg diraih oleh Timnas kita, kita akan tetap optimis dan tak henti2nya berharap dan menunggu Timnas kita akan berprestasi jua di kancah internasional... yah, walaupun belum jelas kapan terjadinya... :p maybe sooner or later... but we are absolutely confidence about our Nation... coz' we are youth of the Nation... the Next Generation of Indonesia... (sembari menyanyikan lagunya POD... Youth of the Nation... :p hee... hee...) we are... we are... youth of the Nation... we are... we are... youth of the Nation...
Apa yg tidak dapat dilakukan oleh pendahulu2 kita... mungkin aja bakalan diwujudkan oleh kita2, para generasi muda penerus bangsa.... yg tetap optimis dan setia dlm membela dan mengharumkan nama bangsa... (maaf, sedikit OOT ke pelajaran Kewarganegaraan... :p) -- ARSENAL ONLY AND FOREVER... Salam Damai Selalu... k3nb0yz +_+ 2007/1/27, omar <[EMAIL PROTECTED]>: > > --- Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED] <iwanw1963%40yahoo.com>> wrote: > > lu tahu berapa milyar duit rakyat yang dipake biayain > tim indo, terakhir ke belanda 27 milyar, coba kalo > dibeliin beras buat rakyat yang masih makan nasi > aking, hasilnya apa ? cuman malu n malu, dongo abis, > gak ada bakat. > kita punya rakyat 240 juta, milih sebelas orang yang > bakat maen bola, gak ada yang bisa, mau pake pelatih > sekaliber Jose Morinho sekalipun gw gak yakin tim indo > bisa berjaya, karena ini masalah mental dan budaya > kita yang sudah acak adul, amburadul, ruwet kayak > benang kusut. > kalo lu hitung dari sejak jaman joao barbatana sampe > peter white berapa triliun duit rakyat yang sudah > habis dipake biaya latihan tim indo, hasilnya apa ? > jangan taro didengkul, duit itu duit rakyat, negara > kita butuh something else more important than > football, mesti realistis lah jangan ngimpi, coba lu > pikir buat kapan terakhir tim indo bisa ngalahin > thailand ??? apalagi korea, jepang, arab saudi, lawan > maladewa aja susah payah ? > apalagi kalo bukan dongooooooooooooooooooooooooo!!!! > jangan ngomong nasionalisme ama gw, gak akan > mempan, gw lebih nasionalis dari ente pada, cuman gw > gak bonek...gw dukung pake otak dan realitas .... > -------------------- > > Yth Pak Iwan, > > pertama, anda tau Barbatana, pelatih PSSI kapan tuh, > saya gak pernah denger. dari sini saya bayangkan anda > ini seharusnya sudah cukup matang (dalam umur dan > "wisdom"), setidaknya dari kebanyakan anggota milis > (mungkin anda satu angkatan dalam usia dengan Pak > Yonas). > > dari taunya anda ada pelatih PSSI yg bernama Barbatana > ini juga, kayaknya ada sudah mengamati PSSI dari jaman > dulu. dari sini rasanya teman2 milis dapat mengerti > bagaimana besar kekecewaan Pak Iwan terhadap > PSSI....seperti Pak Iwan bilang, hanya menghamburkan > uang rakyat, prestasi tidak ada (bikin malu malah kata > Bapak). dari sini pula saya rasa temen2 milis mengerti > bahwa saking besarnya kekecewaan, Pak Iwan tega > menyebut atau memvonis "DONGO" kepada mereka yang > masih mempunyai asa dan keyakinan atas Timnas mereka > bahwa suatu saat (sooner or later) mereka akan > mempunyai kebanggaan tinggi kepada timnas merah putih. > it's okey lah....kami yakin kekasaran kata2 pak Iwan > semata-mata menunjukkan bahwa sesungguhnya Pak Iwan, > seperti halnya kami, sama2 mencintai timnas, walaupun > cara ekspresi rasa cinta kita berbeda. > > kedua, Pak Iwan menggeneralisasi mental bangsa kita > sebagai bangsa yang amburadul, kayak benang kusut. > sungguh tersayat hati kami yang muda2 ini membaca hal > tersebut. Maaf Pak Iwan, walaupun sehari-hari kami > seolah-olah cuma bisa ber "kekekeke" atau "wkwkwkw" > atau "berjablay ria" atau "berbasi ria" atau > "berpecundang ria",...kami masih mempunyai optimisme > atas masa depan bangsa dan negara serta Timnas kita. > Pak Iwan boleh memilih jalan ekstrim dengan mencaci > maki, tapi kami memilih jalan kami untuk tegak berdiri > dibelakang timnas kami. Seperti pak Iwan bilang, uang > untuk PSSI adalah uang rakyat, itu berarti uang Ayah2 > kami, uang kakek nenek kami dan juga uang kami yang > telah kami berikan kepada negara (baca PSSI), baik > melalui berbagai pajak maupun gaji2 kami yang > dipotong. Kami rela uang kami "dihamburkan" untuk > sebuah asa dan optimisme bahwa suatu saat PSSI kami > akan bangkit. Bagi kami, caci maki kasar seorang > senior seperti Pak Iwan yang justru menjadi > menunjukkan ciri bagian kecil bangsa ini yang menurut > Pak Iwan amburadul. Satu telunjuk pak Iwan menunjuk > kami amburadul, 4 jari Pak Iwan yang lainnya menuding > diri Pak Iwan sendiri sebagai amburadul. > > terakhir Pak Iwan, kami bangga dengan PSSI kami, kami > bangga bisa bangga dengan PSSI dan negara kami. caci > maki seorang tua amburadul tidak akan mematahkan > semangat kami... > > Hidup Liverpool, Hidup PSSI, Hidup Bangsaku!! > > *Indonesia Merah darahku, Putih Tulangku, berpadu > dalam semangatmu, gebyar, gebyar* > > -omar- > > *jangan serius2 euy bacanya..:)* > > "England's most decorated club picks up another trophy" Martin Tyler, FA > Cup Final, 13 May 2006 > > > > > > ________________________________________________________ > Sekarang dengan penyimpanan 1GB > http://id.mail.yahoo.com/ > > > [Non-text portions of this message have been removed]
