Coba ya gw mau itung. Dengan asumsi kompetisi jalan, gak ada urusan APBD dan
lancar ajah.
Kayaknya AnTV generous banget ya, mau bantu sepakbola nasional blablabla
keluar duit 100 M.

Dapet hak siar 10 tahun ekslusif, kira2 150 pertandigan setahun.
Itungan gw sekali siaran mereka bisa dapet iklan antara 50 - 150 juta. Ambil
deh rata2 100 juta. Berarti setahun dari iklan dapet 15 M. Potong ongkos
siaran dan produksi tarok aja 30% kira2 5 M, masih nyisa 10 M. Lebih gede
dari bunga bank deposito kayaknya, plus dapet image dan publikasi luarbiasa.
Belom dari kegiatan tetekbengek yang katanya juga jadi haknya AnTV loh.
Macam nada dering lah, dan kegiatan off air. Bisa cuan 5-10 M lagi tuh.
Jauh lebih untung daripada duit modal di endepin di Bank. Emang sih modal
gak balik, tapi anggep aja itu sebagai brand image fee, plus emang
depresiasi nilai duit kita. Rupiah kan tiap tahun makin murah, kalo beli
tanah nah baru apresiasi tuh nilainya.

Berhubung PSSI lagi butuh duit, berapa aja disikat, gopektiauw dari
Persebaya aja diterima, apalagi duit segini. Padahal mereka gak mikir nilai
bisnisnya emang dasar dongo tuh para pemain... eh pengurus deh maksud gw.

Ciao

=== Arif Ikram ===



On 1/25/07, Pecat Ancelotti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Anteve Tayangkan Ligina 7 Kali Sepekan

Komitmen Anteve dalam pembelian right kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia
2007 dibuat bersama Badan Liga Indonesia (BLI) PSSI. Oleh karena itu,
komitmen tersebut akan terus berjalan sesuai kesepakatan, kecuali seandainya
PSSI-nya sendiri bubar.

Demikian dikemukakan Direktur Anteve Daniel Reksowijoyo menjawab pertanyaan
wartawan mengenai kesinambungan kerjasama Anteve dengan PSSI dalam pembelian
right atau hak siar dari tayangan televisi untuk kompetisi Divisi Utama Liga
Indonesia, Rabu (24/1) di Front Row, Senayan.

Dari penjelasan manajer sport Anteve Reva Deddy Utama, pembelian right
televisi untuk Liga Indonesia tersebut dilakukan secara institusi, bukan
pribadi.

"Jadi antara Anteve dengan PSSI sebagai institusi," kata Reva Deddy Utama.

"Kerjasama itu tentu akan terus berlanjut sesuai kesepakatan, kecuali tentu
kalau PSSI-nya bubar," tambah Daniel Reksowijoyo berseloroh.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anteve membeli hak siar dari kompetisi
Divisi Utama Liga Indonesia selama sepuluh tahun berturut-turut dengan total
nilai Rp 100 miliar. Dengan demikian, nilai pembelian hak siar Liga
Indonesia itu per tahunnya Rp 10 miliar. Pihak Anteve siap mengucurkan dana
Rp 100 miliar untuk right Liga Indonesia selama 10 tahun itu selama empat
termin, yakni dua kali pada bulan Februari dan dua kali lagi pada Maret
2007.

Dalam keterangan pers resminya, Danierl Reksowijoyo yang mewakili Dirut
Anteve Anindya Bakrie menjelaskan latar belakang Anteve 'berani' membeli hak
siar Liga Indonesia selama 10 tahun itu.

"Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk lebih memajukan sepakbola
nasional," kata Daniel Reksowijoyo.

Anteve, kata Daniel Reksowijoyo, sudah sangat berpengalaman dalam melakukan
tayangan langsung kompetisi Liga Indonesia. Dan oleh karena itu dia berani
menjanjikan bahwa Anteve akan mampu membuat berbagai tayangan on air dan off
air yang akan disukai masyarakat.

Khusus untuk Liga Djarum Indonesia 2007, Anteve akan melakukan tayangan
langsung selama lima hari berturut-turut, yakni pada hari Selasa, Rabu,
Kamis, Sabtu dan Minggu.

"Hingga sebelum Agustus nanti tayangan langsung Liga Indonesia adalah tujuh
kali dalam lima hari itu," kata Daniel Reksowijoyo.

Mulai Agustus, tayangan langsung kompetisi Liga Djarum Indonesia akan
bertambah menjadi tujuh kali dalasm sepekan, termasuk dengan tayangan
langsung pada prime-time Rabu dan Minggu antara pukul 19.00 hingga 21.00.

"Rating kompetisi Liga Indonesia selama ini cukup baik sehingga kami berani
menempatkannya dalam prime-time," tambah Reva Deddy Utama. (adi)
sumber : www.pssi-football.com


>  .
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke