Kok bisanya ngebahas yang dulu-dulu yaa? Apa Don Rudy ini ga siap menerima
kejadian yang saat ini benar2 terjadi?
Kalo katanya Liga terbaik adalah Liga yang bisa mengontrol penonton maupun
suporternya, berarti Inggris pantas mendapatkannya. Penonton duduk&menonton
pertandingan hanya sekitar 2-3 meter dari garis pinggir lapangan, dan yang
jelas ga ada keributan sampai bentrokan segala. Kasus yang parah mungkin
aksi dari Cantona dengan tendangan kungfu nya.
Bagaimana dengan Italy? Hampir sama dengan yang terjadi di Ligina kan?
Apakah ini disebut dengan yang terbaik?
Masa lalu tinggalah kenangan dan sejarah, lihatlah kedepan dan jalani yang
sedang terjadi.

*cleo giselle*


 ------------------------------

*From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On Behalf Of
*Don Rudy
*Sent:* Monday, February 05, 2007 2:29 PM
*To:* [email protected]
*Subject:* Re: [BolaML] Re: Serie A rusuh, satu polisi tewas, seluruh
pertandingan ditunda


On 2/5/07, Putra Prawiranegara <[EMAIL PROTECTED]<metezgetzit%40yahoo.com>>
wrote:
>

Setahu saya, ini bukan tragedi terburuk di Sepakbola.
Mungkin ini tragedi terbesar Sepakbola Dunia...

sedikit kutipan saja...
Liverpool returned to defend the trophy in Brussels a year later,
but the 1-0 defeat by Juventus was rendered meaningless due
to the death of 39 Juventus fans in the Heysel Stadium.
The consequence was a 5-year ban from European competition for
English clubs, with a 6-year ban on Liverpool.

U See That?

Bahkan tragedi ini bukan yang terbesar di Italia, tahun 1992 pernah ada
tragedi yang
lebih besar...tidak perlu saya sebutkan, nanti dikira ngeles lagi...
Tapi tahun1994 Italia masih bisa sampe ke final Piala Dunia tuh.

Bahkan, dari tragedi ini saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Sepakbola
masih yang No. 1 di Italia!!
Dan saya yakin, ini adalah ujian yang sesungguhnya dari reformasi yang ada
di tubuh FIGC dan Lega Calcio.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke