eh, bro... gak usah ngeyel dech... kan emang kenyataannya klo Italia tuh bisa juara karena faktor keberuntungan alias lucky... coba klo sewaktu lawan Australia, si Grosso (tukang diving) gak melakukan "gaya selam"-nya... gw gak yakin klo Italia bisa melenggang ke babak selanjutnya...
trus pas di final, klo saja si Materazzi (tukang provokator) gak melakukan jurus andalannya "Mulut sampah"-nya itu, yg akhirnya membuat Zidane terprovokasi dan membalas dgn "sundulan maut"... bisa dipastikan klo Zidane gak bakalan dikartu merah... dan itu artinya apa??? Italia gak bakalan bisa memenangkan PD2006 klopun hasil tetap seri sampai perpanjangan waktu, dan harus diakhiri dgn adu penalti... Prancis gak bakalan kalah, karena ada sang Kapten yg jago penalti (dgn kesabaran dan ketenangannya...) sekaligus pemberi semangat moril ekstra bagi rekan2nya... So, gak usah banyak ngeyel n ngeles dech... akuin aja klo Italia tuh Juara PD2006 juga karena "keberuntungan" belaka... gw gak bilang cuman Italia aja seh, tapi yg namanya pertandingan sepak bola tidak akan pernah lepas dari faktor "keberuntungan" ini... Masih ingat penalti David Beckham di Istanbul, Turki??? Kok bisa2nya sebelum menendang, Beckham terpeleset karena rumput yg sobek... :p Itu yg namanya faktor "keberuntungan"... yg satu beruntung, dan yg lain sial... kehidupan ini gak akan pernah lepas dari hal2 ini... Ada yg mengatakan klo itu adalah Kehendak Yang Di Atas... (Tuhan :p) Cuman bagaimana seseorang mau dgn berjiwa satria mengakuinya saja... Bukan hanya membanggakan diri atas sesuatu yg di luar kemampuannya... :p But, at least... selain pertandingan2 yg berbau "kontroversial" dan "keberuntungan" di atas... memang gw akuin klo Italia bermain sgt baik dan teratur... Mungkin faktor pelatih juga Marcelo Lippi yg mempunyai mental "Juara" shg ia bisa membawa anak asuhnya meraih puncak level tertinggi persepakbolaan dunia... Pemain2 yg dibawa juga sanggup untuk mengikuti instruksi dari pelatih dgn baik... So, gak bisa dibantah... hasil akhir telah membuktikan semuanya walau apapun alasannya... Italia tetaplah menjadi yg terbaik di dunia hingga 4 tahun ke depan sampai dgn dimulainya kembali ajang perebutan kembali gelar terbaik tsb... -- ARSENAL ONLY AND FOREVER... Salam Damai Selalu... k3nb0yz +_+ Pada tanggal 07/02/06, kucing.rebus <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Sapa bilang Italia juara karena keberuntungan?? OK katakanlah sake for > argumen, Francis misalnya yang dianggap pantas. Bukankah pada babak > penyisihan lawan terakhirnya dirundung masalah soal bonus? Malah > pelatihnya sempat mundur meski balik lagi. Dan saat menghadapi > Portugal ada keputusan wasit yang merugikan Portugal. Andai penalti > itu gak ada, mungkin Portugal yang layak masuk final. Sekarang Jerman, > dengan lawan-lawan yang ringan, dan menyerah dari Italia, apakah > mereka lebih pantas?? Lalu kalo bicara pantas siapa yang pantas?? > Andai Italia tidak memiliki pertahanan yang kuat dan bermain subur, > apakah mereka bisa beruntung? Sekarang beralih ke adu penalti yang > anda anggap cacat sebagai juara. Semua tim juga tidak mau mengundi > nasib dengan adu penalti, jalan terakhir itu pun karena kebetulan > kedua tim saling mengenal. Malah gol italia murni hasil skema > serangan, meski lewat sepak pojok. Tidak seperti Francis yang lewat > tendangan penalti. > > Kalau dibandingkan dengan hasil final sebelumnya. Gw juga bisa > mengatakan bahwa Brazil juara karena beruntung. Sebab waktu itu > kompetisi eropa sangatlah padat (dengan dua sistem penyisihan)alhasil > mereka terkuras saat berlaga di PD. Malah difinal Jerman tak diperkuat > Ballack (argumen yg sama bila Ronaldo fit saat final 98) mungkin akan > beda hasilnya. Gw ambil contoh ketika Madrid juara Champions PD 02 > hanya berselang 3 minggu. Bandingkan dengan Brazil yang mana rata-rata > pemain seperti Ronaldo, Rivaldo sering istirahat di klubnya karena > cedera(fit pas PD). Gak heran kan tim-tim Eropa banyak yang tumbang. > Dan kini di PD 06 ketika tim-tim Eropa mempunyai banyak waktu > istirahat toh Brazil terbukti yang bisa juara. > > Begitu juga dengan Perancis bisa dikatakan karena mereka tuan rumah > bisa juara. Malah ketika disemi final lawan Kroasia mereka diuntungkan > karena kesalahan elementer tim Kroasia. Faktanya ketika 2002 mereka > gak bisa mencetak sebiji gol pun, padahal Henry, Trezeguet, Cisse > memperoleh predikat sebagai top skor di liganya masing-masing. > > So dengan membungkam tuan rumah 2-0, semua stirkernya mencetak gol, > kebobolan karena go bunuh diri dan penalti dan termasuk tim yang subur > dalam mencetak gol. Gw rasa hanya orang tak bodh dan baru mengenal > sepak bola yang mengatakan demikian... > > Glenn Benton Top 2007 > gak boleh liat semen masih basah nech... > > --- In [email protected] <bolaml%40yahoogroups.com>, "cleo giselle" > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Italy jadi juara dunia tahun lalu hanya karena masalah keberuntungan > saja. > > Pertandingan harus ditentukan dengan adu penalty, dan saat Zidane > kena kartu > > merah, Italy tetap aja ga bisa ngelewatin pertahanan France. Kegagalan > > France sama halnya dengan kekalahan Italy di WC USA 1994, Baggio dan > Baresi > > ga beruntung nendang bola ke atas mistar gawang bukan ditahan oleh > > Taffarrel, tendangan Trezeguet juga kena mistar gawang bukan ditepis > oleh > > Buffon. > > Coba lihat kemenangan Brasil 2002, France 1998, dsb. Skor pertandingan > > membuktikan kekuatan Tim yang sebenarnya. > > Gw hanya kasi pencerahan ke elu yang udah mulai ngawur. > > > > *Cleo Giselle* > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
