Terobosan yang dilakukan pemerintah dengan menghentukan subsidi dari 
kas daerah kepada masing2 klub merupakan hal yang menurut saya 
merupakan gebrakan hebat. Tapi menurut saya itu terlambat, namun 
ibarat kata pepatah, "Lebih baik terlambat daripada tidak sama aekali."

Sudah saatnya klub tidak manja dengan disubsidi terus oleh daerah. 
Terus terang saja itu sama saja memberatkan daerah,Apalagi feedback 
berupa prestasi dari klub yang bersangkutan kurang memuaskan.

Teobosan ini juga mendidik para pecenta klub masing2 agar tidak 
melakukan perbuatan yang merugikan klub.Bukan rahasia lagi kerusuhan 
sering terjadi hampir di setiap pertandingan LI. Nah jika mereka 
merupakan pendukung setia klubnya, mana ada pendukung yang berbuat 
anarkis sehingga klub terkena sanksi. Kasihan klubnya, sudah dana pas-
pasan harus terkena sanksi pula.

Langkah ini juga menuntut kreatifitas klub untuk mencari sumber dana 
tambahan. Misalnya dengan penjualan merchandise dan pernak-pernik 
klub, jumpa fans dengan pemain2 yang ada dalam setiap klub, atau 
dengan mengadakan lomba adu skill dengan pemain klub, dan masih banyak 
cara kreatif lainnya.

berbicara mengenai sponsor, dengan adanya aturan ini klub dituntut 
mencari kucuran dana dari pihak swasta. Namun yang menjadi masalah 
tidaj setiap daerah mampu seperti itu. apalagi di daerah luar Jawa 
yang mana lembaga bisnis sudah terpusat di Jawa. Namun tidak ada 
salahnya mencari terus.

PSSI sebagai lembaga tertinggi sepekbola nasional juga harus memberi 
keringanan kepad klub untuk mencari sponsor dan mencanmtumkannya di 
kaos klub. Jangan seperti dulu logo setiap klub sama saja. begitu pun 
untuk industri rokok, beri ijin bagi mereka untuk mencantumkan logo, 
krena bukan rahasisa lagi industri ini yang paling berani dalam 
mensponsori kegiatan olah raga.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan BRAVO LI

Kirim email ke