On 2/12/07, Ga'ara The Sand <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Gak pak... sing nang ciledug omahe tanteku... tp yo ra kebanjiran... > sing kebanjiran yo ciledug sing paling ngarep... > > *beh, ditraktir bareng rudi?berpaling & menggumam sinis > >
bah, koe kok sinis banget to karo aku dab.... Kenapa PSSI ga maju2? ya itu tanggung jawab bersama, terutama elo he3x... Termasuk Bola juga, jangan lupa pers punya peranan sangat penting dalam hal seperti ini... Ayo muter2, tapi masih nyambung dengan prestasi PSSI. Kemarin baca artikel sedikit, masalah utama Tim Nasional Inggris adalah pers. Saya termasuk orang yang setuju bahwa pers punya pengaruh yang sangat besar untuk prestasi olahraga suatu negara. Pers harus tahu kapan saatnya mengkritik, dan kapan saatnya memberi dukungan... Untuk hal ini sebaiknya pers "olahraga" Indonesia bisa mencontoh La Gazzetta Dello Sport. Saya ambil contoh Kemenangan Italia atas Jerman di Semifinal Piala Dunia juga atas andil dari pers Italia terutama La Gazzetta Dello Sport yang tanpa kenal lelah mengcounter berita2 dari media2 Jerman, dan tentu saja atas "blunder" dari Bild(Jerman) yang "mencemooh bangsa Italia sebagai benalu dan mengatakan bahwa pemain2 Italia tak lebih dari anak mama yang manja" mammamia!! (eh... maksudnya ala maak!!), tulisan2 ini membuat pemain2 Italia bermain kesetanan dan "rela mati di lapangan" (Gattuso yang ngomong lho). Hemm, mereka bilang bangsa Italia sebagai benalu...mungkin mereka lupa bahwa Schumi dapat makan dari keluarga Agnelli di Ferrari. Yach, kira2 seperti itulah jawaban dari La Gazzetta yang sangat simple tapi mampu meningkatkan mentalitas pemain2 Italia. Bagaimana Bola? mau belajar? Kalau pemikiran saya ini dianggap salah, anda boleh tidak setuju -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! Weekend tanpa Lega Calcio terasa hampa dunia ini... [Non-text portions of this message have been removed]
