--- In [email protected], Ulul Firdaus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sepertinya sudah cukup jelas keterangan bro frely di bawah, thanks bro. > Kebanyakan koneksi internet ke rumah-rumah di Jepun pakai teknologi fiber optical, yang sejauh gw tahu belum ada di Indonesia (cmiiw). > Fiber optical offers high-speed Internet connections. It provides a more flexible and stress-free communications environment with its 100 Mbps super-high-speed maximum and high-volume communications capabilities. Dan keuntungan lainnya, biasanya koneksi fiber optic juga memberikan penawaran paket digital TV dan Komunikasi (VOIP). > Runutan koneksi internet dari PC gw, alur sederhananya begini: > PC --> Network Fiber --> ISP --> Internet. > Dari katalog provider fiber optic gw, network fiber-nya sendiri bisa mengakomodasi up to 1 Gbps, sementara dari subscriber (rumah-user) both upstream and downstream data rates are up to 100 Mbps. Perlu digaris bawahi, angka 100 Mbps ini adalah kecepatan maksimum koneksi PC ke Network Fiber lho, bukan ke ISP sebagai provider dari internet. Itulah mengapa gw bisa nonton skyperfect tv (digital tv) lewat koneksi fiber gw, karena provider digital tv menggunakan network fiber ini. > Sejauh pengalaman gw nge-download file dari internet, rekor tertinggi yang pernah gw capai hanya sekitar 2000 KB/s (Byte, pake B bukan b). > > Salam hangat dari Jepang yang sudah mulai "hangat", efek global warming nih, biasanya Februari adalah bulan terdingin disini...
Owalah dari PC ke Network toh ,kl itu sih gw dikantor malah udah 1 Gbps networknya, tp kl koneksi ke Internet ya tau sendiri lah hehehe sama nih bung ulul, di surabaya panasnya minta ampuuun. kl mo masak air hemat gas tinggal dijemur aja. Alkaizer
