--- In [email protected], "Ari Muladi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Masih lebih gawat Stadion Azteca ... bonek Persebaya yg berani masuk > Tambaksari, ga akan selamat kalau berani masuk Azteca ... he3. > > Begitu seremnya Mexico sampai waktu disana aku diingatkan oleh bung Omar > jangan naik bus kota mending taxi aja. Tapi taxi disana tdk pakai Argo > jadi suka2 sopirnya, bisa mahal banget. Nggak nyampe 2km jaraknya bayar > 85 peso, kalau naik bus kota seingatku cuma 3.5 peso. Jadilah > kemana-mana naik bus kota walau berdesakan dengan penumpang2 yg > bertampang kriminil.
hehehe, bener sih bonek sini mah ceking2 kl dibanding Mexico. Kl diliat di film2 aja sih kaya'nya mexico tuh tempat pelarian kriminal2 & residivis, yah kl di donal bebek itu Timbuktu-nya lah :) Tapi kalau nuansa seram saat sepakbola berlangsung, surabaya ga kalah seram, khususnya sebelum sempat degradasi beberapa tahun lalu. Taxi ga mau angkut ke area dekat stadion, angkot pada mutar semua menghindari jalur stadion, apalagi kendaraan pribadi. Di seluruh penjuru kota tiap ada mobil pickup or truk langsung dihadang gerombolan bonek dan dipaksa untuk nganter mereka ke stadion. Di perempatan2 selalu tampak bonek2 bergerombol minta duit secara paksa dgn menggedor2 jendela ke pengemudi2 mobil yg kena lampu merah. gw & temen2 sma dulu kl mo nonton persebaya, motor pada diparkir di SMA gw dan jalan kaki 5 km ke stadion. Alkaizer
