Kesetiaan ala Maldini
 
 Bagi kebanyakan bintang sepak bola, usia 38 tahun adalah waktu yang sudah agak 
telat untuk mundur dari lapangan hijau. Tapi, ternyata tidak bagi Paolo Maldini.

Ketika bintang lain bahkan sudah mundur jauh sebelumnya, rata-rata pada usia 32 
tahun, Il Capitano Maldini tetap membara. Energinya seperti tak pernah habis 
untuk terus memberikan yang terbaik bagi satu-satunya klub profesional yang 
pernah dibelanya, AC Milan.

Setelah mencatatkan banyak rekor dan prestasi di lapangan hijau, hari Selasa 
(20/2) atau Rabu dini hari WIB Maldini kembali menorehkan sejarah. Dia main 
untuk ke-100 kalinya di Liga Champions saat AC Milan dijamu Glasgow Celtic.

Maldini menjadi orang kelima, atau orang pertama Italia yang menuliskan namanya 
dengan tinta emas di arena antarklub paling bergengsi di dunia itu. Pemain 
kelahiran Milan, 26 Juni 1968, itu menyejajarkan dirinya dengan Raul 
Gonzalez/Spanyol (106), Roberto Carlos/Brasil (105), David Beckham/Inggris 
(102), dan Oliver Kahn/Jerman (100).

Segalanya untuk Milan

Maldini adalah AC Milan. Dia bagaikan bintang yang memang ditakdirkan untuk 
menjadi salah satu ikon paling penting sepanjang sejarah klub yang berdiri 
tahun 1899 itu.

Bergabung dengan "Rossoneri" sejak 1984, Maldini melakukan debutnya pada 20 
Januari 1985 saat menghadapi Udinese. Sejak itu, anak dari mantan pelatih 
timnas Italia, Cesare Maldini, tersebut selalu menjadi pilihan utama di jantung 
pertahanan AC Milan.

Meski sejatinya dia seorang yang bukan kidal, Maldini selalu bermain di bek 
kiri. Bahkan, sampai akhir dekade 1990-an, dia adalah salah satu bek kiri 
terbaik di muka bumi.

Menjadi bagian penting dari "The Dream Team" pada periode 1980-an hingga awal 
1990-an, Maldini mengantarkan AC Milan tujuh kali menjuarai Liga Serie A dan 
empat kali jawara Eropa, masing-masing tahun 1989, 1990, 1994, dan 2003.

Di ajang Eropa, Maldini bahkan sudah mencatatkan dua rekor. Golnya ke gawang 
Liverpool di final tahun 2005 adalah gol tercepat di partai puncak karena 
dicetak dalam 51 detik setelah kick-off. Gol itu pulalah yang mencatatkan 
namanya sebagai pemain tertua yang mencetak gol di final Liga Champions.

Rekor lain yang dicetak suami dari Adriana Fossa adalah penampilannya di tim 
nasional Italia. Maldini tercatat 127 kali tampil untuk "Azzurri" dan mencetak 
tujuh gol. Penampilan terakhirnya adalah di Piala Dunia 2002 di Jepang-Korsel.

Tentang rekornya yang 100 kali tampil di Liga Champions, Maldini berujar, hal 
itu merupakan sebuah kehormatan besar. "Namun, saya juga pernah main di 
kompetisi ini, bahkan sebelum bernama Liga Champions," ujar Maldini. "Jadi, 
saya rasa, saya sudah bermain lebih dari 100 kali," lanjut Maldini yang 
bergabung dengan sejumlah nama besar dalam daftar "One-club Man", pemain yang 
setia pada satu klub sepanjang kariernya.

Di antara nama-nama itu antara lain Tony Adams (Arsenal 1983-2003), Franco 
Baresi (AC Milan 1978-1996), Sepp Maier (Bayern Muenchen 1965-1980), dan Lev 
Yasin (Dynamo Moskwa 1949-1971).

Kesetiaan Maldini kepada AC Milan ternyata bakal berlanjut. Dari pernikahannya 
dengan Fossa, Maldini dikaruniai dua putra, Christian dan Daniel. Christian 
sudah bergabung dengan tim yunior AC Milan sejak usia sembilan tahun.

Dengan nomor punggung "3", sama dengan ayahnya, Christian bakal melanjutkan 
kesetiaan dan dedikasi sang ayah untuk "Rossoneri". 

sumber : zonabola.com

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke