Jelang Oman v Indonesia www.zonabola.com <http://zonabola.com/> - Rabu, 28 Feb 2007, 08:04 Pantang Bertahan Timnas!
Perjuangan Timnas U-23 Indonesia menuju Olimpiade 2008 Beijing berlanjut hari ini. Lawatan ke Muscat, kandang Oman, menjadi penanda awal perjuangan Taufiq Kasrun dkk dalam babak kedua kualifikasi Pra Olimpiade Zona Asia Grup C (tayangan langsung Lativi pukul 22.00 WIB). Hanya dua tim yang berhak lolos ke babak selanjutnya. Selain Indonesia dan Oman, di grup ini juga bercokol Lebanon dan Vietnam yang tentunya memiliki ambisi yang sama. Karena itu, kemenangan menjadi sangat penting untuk menjaga peluang lolos. "Tak mungkin bagi kami untuk bermain bertahan. Kami akan bermain sesuai pola yang biasa kami mainkan, baik dalam pertandingan resmi maupun uji coba. Sejauh ini saya melihat perkembangan yang cukup bagus dari para pemain," tegas Ivan Kolev, pelatih Indonesia, sebelum bertolak menuju Oman, Senin (26/2) lalu. Pendapat Kolev didukung materi tim yang tak banyak berubah bila dibandingkan pada pertandingan terakhir melawan Maladewa, 14 Februari lalu. Meski saat itu skuad Merah Putih ditahan 0-0, Kolev mengakui organisasi pertahanan dan penyerangan mengalami perbaikan yang signifikan. Bahkan, dia mengakui permainan anak asuhannya jauh lebih baik dibandingkan laga di kandang sendiri sepekan sebelumnya (menang 1-0, Red). Untuk memaksimalkan peluang, Kolev bakal memakai pola 4-3-3. Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, barisan depan Indonesia tak hanya bergantung pada striker M. Andik Ardiansyah dalam starting line-up. Seiring dengan membaiknya kondisi Jajang Mulyana, lini depan Indonesia kini memiliki banyak pilihan. "Kami memang hanya punya dua striker. Keduanya memiliki kelebihan, tapi hampir tak mungkin untuk memainkannya secara bersamaan dari awal. Kondisi terakhir keduanya yang akan menentukan," ujar Bambang Nurdiansyah, asisten pelatih Timnas U-23. Minimnya referensi tentang kekuatan Oman tidak menyurutkan semangat punggawa Merah Putih. Yang pasti, Kolev tidak akan memandang remeh lawan. Oman baru saja menjadi runner up Piala Teluk (Gulf Cup) 2007. Prestasi tersebut tentu tidak bisa dipandang sebelah mata. Kolev hanya mengetahui bahwa Oman, sebagaimana tim dari kawasan Teluk, memiliki permainan yang menonjolkan skill individu. "Kami sudah mempersiapkan antisipasi untuk berbagai kemungkinan yang akan diperagakan lawan. Yang penting, para pemain harus menunjukkan kerjasama dan organisasi yang baik," tegas Kolev. "Para pemain harus bisa tampil tanpa beban untuk menggapai hasil maksimal. Kami tak mematok hasil menang atau kalah, yang penting mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa," kata Bambang. -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! [Non-text portions of this message have been removed]
