Selasa, 06/03/2007 04:51 WIB
Cerita Cek Kosong Chris John
Doni Wahyudi - detikSport


 *Jakarta - *Cek yang diterima Chris John untuk melunasi kekurangan
pembayaran *fee* pertandingan ternyata tak bisa dicairkan. Saat janji demi
janji terus diberi, uang yang dinanti tak juga diterima.

Senin (5/3/2007) kemarin kekesalan kubu Chris John mungkin mencapai batas
paling akhir. Setelah sejak Jumat lalu terus diberi janji manis akan
dipenuhinya kekurangan pembayaran, cek yang diterima dari promotor justru
tak bisa diuangkan.

Asisten manajer Chris John, Toni Priatna, yang mencairkan cek tersebut
menceritakan bagaimana perjuangannya menagih janji kekurangan pembayaran
pada AMW Promotion.

"Pagi ini saya coba uangkan cek itu di Bank Mandiri. Berhubung saya juga
punya rekening di bank tersebut, jadi seharusnya prosesnya cepat, tak perlu
kliring. Seperti biasanya saya memang tak menunggu uang cair karena pihak
bank yang bakal memberi kabar," sahut Toni saat dihubungi
*detiksport*melalui sambungan telepon, Selasa (6/3/2007).

Namun saat meninggalkan bank, Toni mendapat telepon dari Maya (salah satu
promotor) yang menyatakan kalau bayaran pada Chris John akan dilakukan
secara tunai. Itu memaksa Toni mengambil kembali ceknya.

"Saya disuruh datang ke tempat Rojas dan sampai sana jam 11. Tapi apa
hasilnya? Saya tunggu di sana sampai konferensi pers dimulai (menjelang
sore) mereka tak datang juga," sambung Toni dengan suara meninggi.

Diakui Toni setelah konferensi pers pihaknya sudah membulatkan tekad
melaporkan kasus tersebut ke polisi. Namun saat itu ia mendapat telepon dari
Ketua Harian KTPI, Dr Tommy Halauwet, yang meyakinkan dirinya kalau uang
pembayaran Chris dan Rojas sudah ada dan sedang ditukar ke mata uang dollar
AS.

"Saya lihat masih ada itikad baik dari pihak promotor untuk
menyelesaikannya. Makanya akhirnya saya tak jadi lapor dan menuju Hotel
Shangri-la untuk bertemu mereka," Toni melanjutkan kisahnya.

Namun untuk kesekian kali janji yang diberikan pihak promotor kembali
diingkari. Disebut Toni, di Shangri-la ia sempat bertemu dengan Wulan yang
datang dengan putrinya, DR Tommy yang datang dengan seorang rekan, dan Maya
yang terakhir datang. Sayangnya Albert Reinhard Papilaya yang disebut-sebut
membawa uang yang dijanjikan justru tak kunjung menampakkan batang hidung.

"Di sana saya sempat berbicara dengan Albert lewat telepon dan membicarakan
rencana saya melaporkan masalah tersebut ke polisi seperti yang ia lihat di
*MetroTV*. Saya katakan padanya kalau itu bisa diluruskan asal semua masalah
pembayaran diselesaikan. Tapi kenyataannya dia tak datang-datang juga."

"Saat itulah Dr Tommy bilang kalau dananya kurang. Tapi harusnya kalau
kurang ya bilang saja, kalau kondisinya seperti ini saya tak melihat ada
niat baik dari mereka. Kemudian Maya juga bilang kalau dananya cuma ada US$
240 ribu. Tapi itu alasan saja, 15 menit 30 menit, 45 menit saya tunggu gak
datang juga," sambung Toni yang memutuskan meninggalkan hotel pukul 22.30WIB.

Kubu Chris John kini mengaku merasa dibodohi dengan kejadian tersebut.
Soalnya saat keyakinan kekurangan uang *fee* akan dibayar, pihak promotor
justru terus menebar janji.

"Kalau begini kita merasa dibodohi. Padahal saya masih yakin kalau itu akan
dibayar. Kalau seperti ini 'kan dipertanyakan niat baik mereka. Saya sampai
tidak mengantar Craig (Christian, pelatih Chris John) pulang ke Australia,"
sahut Toni mengakhiri pembicaraan.

Toni juga membantah pernyataan yang diungkapkan DR Tommy yang menyebut cek
yang dipegangnya cuma jaminan. Soalnya sejak awal menerima cek tersebut
dirinya tak pernah diberitahu kalau cek tersebut cuma jaminan. *(din/key)*


-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke