Kandang Yang Menentukan 

Main di kandang sendiri menjadi modal bagi Timnas U-23 untuk meraih kemenangan. 
Target pertama adalah saat menjamu Vietnam dalam kualifikasi Grup C Pra 
Olimpiade 2008 di Stadion Andi Matalatta, Makassar, malam ini (tayangan 
langsung Global TV pukul 18.00 WIB).

Setelah kalah 0-3 dari Oman pada pertandingan pertama, langkah Indonesia untuk 
lolos dari penyisihan grup semakin terjal. Dukungan penonton diharapkan bisa 
membakar semangat juang Taufiq Kasrun dkk.

"Ini partai perdana kita di kandang sendiri. Motivasi dan semangat anak-anak 
pasti berbeda dibanding saat bermain di luar kandang. Mereka pasti tak mau 
kalah di depan publik sendiri," ungkap Bambang Nurdiansyah, asisten pelatih 
Timnas U-23.

Mantan pelatih PSIS Semarang ini mengakui bahwa Vietnam bukan lawan yang mudah 
ditaklukkan. Menurutnya, Vietnam tim yang sangat solid. "Vietnam memiliki 
pemain yang memiliki kecepatan yang bagus. Mereka selalu bermain cepat dan 
penuh tenaga," kata Bambang.

Di tengah kobaran semangat itu, problem yang melanda Timnas U-23 tak kunjung 
beres. Masalah itu adalah minimnya stok penyerang. Itu seiring gangguan 
kebugaran yang menyerang Jajang Mulyana dan M. Andik Ardiansyah, dua striker 
yang sudah lama bergabung dengan tim. Selain itu, pelatih kepala Ivan Venkov 
Kolev juga telah memulangkan Suheri Daud (Persiraja) yang mengalami cedera 
serius.

Kolev juga tak berani memastikan untuk memasang Jajang atau Andik. Usai 
menjalani partai uji coba menghadapi PSM Makassar, Sabtu (10/3), Jajang 
mengeluh sakit di paha kirinya. Sementara Andik mengalami flu. "Jajang dan 
Andik sudah mulai latihan ringan lagi. Kepastian apakah keduanya bisa 
dimainkan, kita tunggu sampai besok pagi (hari in, Red)," sebut Bambang.

Jika Jajang dan Andik tetap tak bisa dimainkan, Bambang akan menurunkan Riski 
Novriansyah dan Herman Rhomansyah di lini depan. "Intinya, kami harus 
memaksimalkan potensi yang ada," katanya.

Pada perkembangan yang sama, Manajer Timnas U-23 Rahim Soekasah meyakini timnya 
sudah siap melakoni laga ini. Untuk menjaga peluang lolos, satu-satunya jalan 
adalah memenangkan partai kandang dengan ngotot dan penuh semangat. "Tim 
Vietnam sudah lama terbentuk, beberapa di antaranya adalah para pemain muda 
yang melintas dari U-17, U-19, dan sekarang bergabung di U-23. Soal kekompakan 
mereka perlu diwaspadai," cetus Rahim.

Sementara itu, kubu Vietnam berambisi memetik kemenangan kedua setelah 
menaklukkan Lebanon (2-0) di laga pertama. "Kami sukses mengalahkan Lebanon di 
laga perdana. Tak ada salahnya kalau kami juga ingin melakukan hal yang sama 
saat menghadapi Indonesia di Makassar," Mai Duc Chung, pelatih Vietnam.

Meski begitu, Chung mengakui bukan pekerjaan mudah menekuk Indonesia di depan 
publik sendiri. "Dukungan penonton akan memberi keuntungan tersendiri bagi 
Indonesia," ujarnya.  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke