Masalah Utama Inggris cuma 1, Sistem Permainan dan Mental Juara
Tidak perlu saya terangkan panjang lebar, bisa dilihat dari puasa gelar
selama puluhan tahun.

Kalau Belanda masalahnya juga cuma 1, kesalahan paradigma dalam memandang
Sepakbola.
Marco Van Basten, pelatih yang bertahun-tahun ditempa di Serie A tapi tetep
keras kepala...selalu ingin menang dengan spektakuler, lawan siapa saja
tidak peduli yang penting menang dengan spektakuler.
Rijkaard dulu juga seperti itu, tidak realistis...contoh paling nyata ketika
Barca dihajar 4-2 di kandang Chelsea, masa di kandang Chelsea langsung
menyerang? tapi dia memang dasarnya mau belajar jadi sekarang sudah
berubah...tidak selamanya tim itu harus menyerang terus, hasilnya mereka
menahan 0-0 Chelsea di babak pertama dan menang 2-1 di babak kedua di musim
berikutnya setelah kekalahan telak tersebut.

Diantara murid Sacchi ( Carlo Ancelotti, F. Rijkaard, Ruud Gullit dan Van
Basten)...saya melihat Van Basten ini perlu diberi "pelajaran", memang dia
pernah dikalahkan Italia 1-3 di partai persahabatan sebelum WC '06, tapi
sepertinya itu belum terlalu telak untuk memberinya sebuah pelajaran
berharga bahwa tekadang sebuah tim tidak harus bermain spektakuler untuk
menang. Cukup mencetak 1 goal dan tidak kebobolan pun sebuah tim sudah bisa
memenangkan pertandingan.

Denga pola pikir Van Basten yang masih seperti itu, ketika Belanda melawan
tim lemah, mungkin mereka bisa menang 4-0...tapi ketika mereka melawan tim
kuat?

sekian, hanya sekedar opini.

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!
Secara teknik Sepakbola Italia berada di level yang sama dengan Brazil,
Jerman dan Argentina. Tapi, secara taktik...kami memiliki sesuatu yang lebih
>> Carlo Ancelotti.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke