On 3/28/07, Sabaku Kyuu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   [N]
> tp tetap saja, kemampuan itu kan memang dr diri orang itu sendiri,
> klo emang bakat & berkemampuan jd pelatih & sukses ya jadilah dia
> pelatih sukses & jangan lupa juga faktor kesempatan juga berperan &
> kecocokan dgn klub & tim itu sendiri juga gak lepas...
>
> *contoh de, JM bisa sukses sebagai pelatih, apa gara2 pelatih waktu
> dia jd pesepakbola?eh, btw JM pernah jd pesepakbola gak si?
>
>  
>












JM pasti pernah belajar, silahkan anda teliti klub mana yang menjadikannya
pelatih yang bagus...

Di awal tahun 1990s dia bekerja dengan Sir Bobby Robson sebagai penerjemah
di Sporting Lisbon and then F.C. Porto.

Dia kemudian ikut Bobby Robson ke Barcelona di tahun 1996 sebagai penerjemah
juga ketika dia sudah menguasai bahasa catalan. Ketika Robson pergi,
Mourinho tetep tinggal di Barcelona dan bekerja dengan pengganti Robson,
yaitu Louis van Gaal. Dia aktif membantu Van Gaal dalam pelatihan dan ikut
serta dalam meeting manajemen Barca. Kemudian JM melatih Barcelona B. Itulah
proses pembelajaran JM menjadi pelatih.

Menurut saya, JM mengambil ilmu kepelatihan dari Sir Bobby Robson dan Louis
van Gaal. Tapi, tidak berlebihan kalau JM disebut adalah murid Sir Bobby
Robson.

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!
Secara teknik Sepakbola Italia berada di level yang sama dengan Brazil,
Jerman dan Argentina. Tapi, secara taktik...kami memiliki sesuatu yang lebih
>> Carlo Ancelotti.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke